Dua Siswa SMAN 1 Sumedang,  Juara Dunia Wakili Indonesia Pada Olimpiade Matematika

Dua Siswa SMAN 1 Sumedang, Juara Dunia Wakili Indonesia Pada Olimpiade Matematika

Bangkok,  Tinewss.com - Kabar gembira datang dari Phuket Thailand, di mana Indonesia menjadi Juara Dunia Olimpiade Matematika.  Revaldi Kurnia dan Dadang Hawari Subhan,  keduanya adalah Siswa SMA Negeri 1 Sumedang,  mendapatkan Emas dan Perak dari Ajang yang diselenggarakan tanggal 5-8 April 2019.

Ajang bergengsi Olimpiade Matematika Internasional Thailand (TIMO), diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan Juara Olimpiade dari Hong Kong yang tahun ini diadakan di Phuket, Thailand

Kompetisi Olimpiade Matematika Ini dikuti oleh para siswa di seluruh belahan dunia, mulai dari Hongkong, China, Indonesia, Singapore, Malaysia, Thailand, Ukraina, Filipina, Kirgistan, Taiwan, Vietnam, Myanmar, Srilangka, dan lain-lain.

Untuk bisa menjadi peserta kompetisi TIMO di Phuket Thailand 2018, para peserta harus mengikuti dan lolos seleksi TIMO Heatron, yang diselenggarakan di 40 kota besar di Indonesia pada bulan september 2018 lalu.

Berbeda dari kompetisi Olimpiade Matematika lainnya, setiap kandidat akan memiliki laporan evaluasinya sendiri yang akan menunjukkan kekuatan dan kelemahan kandidat pada topik-topik berikut seperti Berpikir Logis, Aritmatika / Aljabar, Teori Angka Geometri dan Kombinatorik.

Peserta TIMO dituntut mengembangkan strategi dan teknik rumus matematika hasil pola pemikiran yang baru.

Untuk merangsang dan menumbuhkan minat anak muda dalam belajar matematika, untuk memperkuat kemampuan berpikir kreatif mereka, untuk memperluas perspektif internasional mereka, dan untuk mempromosikan pengembangan taman kanak-kanak, pendidikan dasar dan menengah dan pertukaran budaya pendidikan di seluruh negara.


Indonesia Raih Medali Emas

Dengan bangga dan terharu,  Hendra Nugraha atau dikenal dengan Hendra Ciho, yang menjadi Sponsor dan pendamping Revaldi dan Dadang,  menyampaikan kabar gembira ini.

"Bendera Indonesia berkibar di Negara Gajah Putih Thailand", kata Hendra kepada Redaksi TiNEWSS.com. "Revaldi, Alhamdulillah dapat Emas", lanjut Hendra. 

img-1554914929.jpg

Revaldi adalah siswa kelas 3 dari SMA Negeri 1 Sumedang, Jawa Barat, yang rela meninggalkan Ujian Nasional demi agenda bergengsi ini.  Namun,  akhirnya Revaldi dapat mengikuti Ujian Nasional susulan,  sebagaimana disampaikan Hendra dari Gedung Kedutaab Besar Indonesia di Bangkok Thailand. 

Selain Revaldi,  menurut Hendra,  Indonesia juga mengirinkan Mattheo Ew Cristopher Pohadidari, dan Patrick Avelino Kodrat keduanya dari SMA Methodist Medan, Sumatera Utara.

Emas yang di raih Revaldi diperoleh  pada Grade Senior Secondari, berhasil menyisihkan ratusan dari delegasi negara lain, dari banyak belahan dunia lain. Bahkan sebelumnya Revaldi berhasil mengalahkan ribuan peserta dari kompetisi Tahap pertama Timo Heatron yang diselenggarakan di Indonesia.

Hendra juga melanjutkan luapan kegembiraannya setelah medali berikutnya di dapat oleh wakil Indonesia yang sama-sama berasal dari Sumedang,  Sekolah yang sama dengan Revaldi, SMA Negeri 1 Sumedang atau Smansa Sumedang.

img-1554914966.jpg

"Alhamdulillah, selain Revaldi,  Wakil Indonesia juga mendapatkan Perak untuk Dadang Hawari Subhan,"  kata Hendra.  "Ini merupakan hasil kerja keras mereka yang luar biasa. Mulai dari biaya dan tiket kompetisi, yang merupakan hasil udunan dari pihak pemerintah, alumni, keluarga dan sponsor swasta. Mudah mudahan ke depan, untuk kompetisi selanjutnya pada Bulan Desember di Jepang yaitu WIMO 2019", tambahnya. 


"Saya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya atas doa dan dukungan dari semuanya,  terutama guru pembimbing revaldi Ibu Nunung,  Ika Alumni SMANSA Sumedang,  Pak Bupati yang juga Alumni SMANSA Sumedang" kata Hendra. 


Masih kata Hendra,  "hari ini saya diundang bersama revaldi ke Kedutaan Besar Indonesia di Thailand,  dan alhamdulillah seperti reuni.  Salah satu Staf Kedutaan,  adalah orang Sumedang yang juga Alumni SMANSA".


Kepedulian sesama almamater akan sangat baik dipupuk,  namun Hendra berharap, "Event seperti ini seharusnya mendapat apresiasi dan support penuh dari pemerintah, baik Daerah ataupun Pusat, karena level gensinya dan tingkat kesulitannya lebih tinggi".(Rauf Nuryama) ***

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Facebook
Twitter