Berita Terpopuler

Hari Ini 15 Agustus 2019, 74 Tahun Lalu, Cirebon Lebih Dulu Merdeka

Hari Ini 15 Agustus 2019, 74 Tahun Lalu, Cirebon Lebih Dulu Merdeka

Cirebon, Tinewss.com - Tugu Kejaksan yang menjadi titik pertemuan Jalan Kartini dan Siliwangi di pusat Kota Cirebon menjadi saksi bisu lahirnya sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia. Pasalnya di lokasi tersebut menjadi tempat pembacaan teks Proklamasi pada tanggal 15 Agustus 1945. Artinya sebelum Indonesia merdeka, Cirebon dua hari lebih awal telah menyatakan kemerdekaanya. Hal itu diungkapkan oleh Pemerhati Sejarah dan Budaya Cirebon, Jajat Sudrajat ketika ditemui Tinewss.com, di kediamanya beberapa waktu lalu. Jajat  mengatakan, sebelum naskah itu dibacakan secara umum, konon terlebih dulu dibacakan di suatu tempat yakni di Bundaran Kejaksan, oleh Soekarno. "Namun saat itu tak ada yang tahu bahwa yang membacakan teks proklamasi itu adalah Soekarno," jelas Jajat.


"Karena orang tidak tahu kalo itu Soekarno, mungkin orang tahu Soekarno setelah Proklamasi 17 Agustus 1945. Karena pada waktu itu ketokohan Soekarno belum membuming, hanya ada saksi yang konon katanya melihat dan mendengar bahwa Proklamasi pernah dibacakan. Di versi lain hal serupa juga terjadi di daerah Ciledug Kabupaten Cirebon (saat ini) yang kabarnya dikumandangkan oleh Sutan Sjahrir," kata Jajat.


Namun kata Jajat, walaupun bagaimana sampai detik ini ketika menjelang hari kemerdekaan ini ada berberapa komunitas Sejarahwan dan Budayawan Cirebon rutin melakukan renungan suci di tugu proklamasi tersebut.


"Mereka melakukan hal itu karena ada catatan dari orang tua, namun sekali lagi tidak ada catatan secara perinci, karena waktu itu tidak ada alat perekam dan foto. Ini lemahnya dokumen tetapi itu diakui kalau saat menjelang hari Kemerdekaan selalu ada pegiat - pegiat sejarah yang melakukan renungan suci," jelasnya.


Seperti dikutip dari berbagai sumber yang telah dihimpun, tak banyak yang tahu, bahwa tugu berbentuk pensil yang terletak di Alun-alun kejaksan Kota Cirebon dan setiap hari dilalui adalah sebuah monumen bersejarah bagi bangsa Indonesia.


Tugu itu dibuat untuk menandai bahwa proklamasi kemerdekaan pernah dikumandangkan di tempat itu, dua hari lebih awal (15 Agustus 1945) dari proklamasi yang dikumandangkan oleh Soekarno dan Hatta di Jalan Pegangsaan Timur No 56.


Masih jarang yang mengetahui mengenai sejarah tersebut. Masyarakat Cirebon sendiri bahkan hanya berberapa saja mengetahui atas peristiwa sejarah yang sangat berpengaruh bagi daerahnya.


Namun, Sambung Jajat, sedikit pernah bertanya tugu yang berbentuk pensil tersebut tugu apa? Di Cirebon sendiri tugu proklamasi tersebut berada di tiga titik. Pertama di Alun-alun atau Bundaran Kejaksan, kedua di Palimanan, dan ketiga di Ciledug (Cirebon Timur).


Cirebon dan sekitarnya, yang merupakan basis masa dan gerakan bawah tanah dari Sutan Sjahrir, telah menerima informasi bahwa Jepang telah menyerah kepada sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945 (Peristiwa Nagasaki-Hiroshima). Sjahrir mengetahui berita tersebut dari Radio yang selalu dibawanya.


Mendengar kabar tersebut, Sjahir menilai bahwa Kemerdekaan RI harus segera di rebut. Bukan atas dasar rundingan yang dilakukan oleh Soekarno. Kenapa? karena kemerdekaan ialah hak segala bangsa. Maka harus segera direbut melihat keadaan Jepang yang telah kalah oleh Sekutu.


"Dari situ Sjahrir memberikan informasi kepada kader-kadernya yang berada di Cirebon untuk segera membacakan teks proklamasi, atau memproklamasikan kemerdekaan," terang Jajat.


Apa isi teks proklamasi yang dibacakan di Cirebon itu? Kini tak ada seorang pun yang tahu. Naskah aslinya tak pernah ditemukan, begitu pula dengan foto-foto terkait peristiwa itu. Sumber-sumber yang ada berasal dari catatan sejarah setempat dan kesaksian para pelaku sejarah, termasuk dari memoar Sutan Sjahrir.


Konon, naskah proklamasi Cirebon memang sengaja tidak disebar agar tidak menimbulkan kerancuan dengan naskah proklamasi Jakarta yang sudah kita kenal baik. 


"Yang jelas, proklamasi Cirebon termasuk salah satu bagian dari kisah Kemerdekaan bangsa ini. Keberanian para pemuda untuk memproklamasikan kemerdekaan di Cirebon juga menjadi salah satu modal bagi Soekarno dan Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan di Jakarta," katanya


Kini, Tugu Proklamasi berdiri dengan kokoh di Alun-alun Kota Cirebon. Sejumlah peristiwa penting terjadi disana. Disinyalir tempat tersebut juga menjadi saksi para pemuda berjuang mempertahankan Cirebon melawan tentara NICA. Tugu itu seolah menjadi saksi bisu betapa gigihnya bangsa ini ingin lepas dari cengkraman penjajah. (Jhon) ***


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kategori