Berita Terpopuler

Iwa Kuswaeri : Tahun Depan, Sumedang Memiliki Command Center

Iwa Kuswaeri : Tahun Depan, Sumedang Memiliki Command Center

Sumedang, Tinewss.com – Kabupaten Sumedang menjadi salah satu dari 9 Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang akan membangun Command Center. Sekitar 5 Milyar dana akan disiapkan Propinsi untuk masing-masing Kabupaten. Adapun lokasi Command Center Sumedang, rencananya akan dibangun di Gedung Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Kabupaten Sumedang Lantai 3.

 

Demikian disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskipas) Kabupaten Sumedang, Dr. Iwa Kuswaeri, kepada Tinewss.com, baru-baru ini. Dipilihnya Gedung IPP sebagai lokasi Command Center, menurut Iwa adalah sesuai dengan persyaratan yaitu harus dekat dengan Kantor Bupati.

 

img-1563758164.jpg



Masih menurut Iwa, program ini merupakan langkah Diskiipas dalam mewujudkan Sumedang Simpati sebagaimana Visi Bupati dan Wakil Bupati Sumedang, Dony-Erwan. “Pak Bupati dan Pak Wabup, berharap Sumedang maju secara digital, searah dengan perkembangan ICT, maka command center dijadikan sebagai pusatnya koordinasi, komunikasi, pengendalian dan informasi terutama untuk meng-handle layanan kedaruratan dan utilitas public sehingga terwujudnya Quick Response yang dirasakan masyarakat,” terangnya.

 

Program ini, sejalan dengan program Gubernur Jawa Barat, Ridwal Kamil. Sehingga dalam pengadaannya mendapatkan bantuan secara finansial. Pemerintah Propinsi akan membantu masalah keuangan untuk Konstrukri, Perangkat, Instalasi Perangkat dan Biaya Pengawasan, serta Honorarium Personil Pengadaan.

 

Command Center merupakan salah satu fasilitas yang diperlukan dalam menjalankan Crisis Management atau Operation Continuity Management. Command Center adalah sebuah lokasi yang lengkap dengan infrastruktur yang diperlukan, dimana seorang Pimpinan bersama-sama dengan Tim dapat melakukan meeting, mengambil keputusan, menugaskan, mengkoordinasi, memonitor dan mengontrol seluruh tindakan yang diperlukan sebagai respon terhadap krisis yang dihadapi, meliputi : tindakan tanggap darurat, action plan untuk perbaikan dan pemulihan, langkah perencanaan, monitoring pelaksanaan tugas, dan langkah penyediaan informasi publik.

 

Adapun ruang lingkup operasional Command Center adalah dalam rangka pengendalian operasional melalui sarana prasarana Teknologi Informasi untuk mengelola tindakan-tindakan yang berkaitan dengan krisis / kedaruratan yang meliputi masalah-masalah keamanan, kesehatan, kebencanaan, pelayanan utilitas publik, penanganan keluhan / pengaduan / pelaporan dalam hal layanan publik serta kehumasan.


img-1563758228.jpg



Di Command Center nanti, semua yang berhubungan dengan layanan publik akan terintegrasi. "Kita akan memiliki Big Data, sehingga memudahkan Pimpinan dalam mengontrol kegiatan dan dapat segera mengambil keputusan dengan cepat dan tepat," tegas Iwa. (Rauf Nuryama)***



Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kategori