Jadi Kabupaten Wisata Di Jawa Barat,  Sumedang Hari ini Resmi Launching Event internasional

Jadi Kabupaten Wisata Di Jawa Barat, Sumedang Hari ini Resmi Launching Event internasional

Jakarta, Tinewss.com - Sebagai upaya publikasi dan promosi, Menteri Pariwisata, Arief Yahya meluncurkan secara resmi event West Java Paragliding World Championship and Culture Festival 2019 di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kamis, (26/9/2018).


Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir pada acara launching mengatakan, kejuaraan paralayang yang akan dihelat tanggal 22 s d 28 Oktober mendatang adalah sebagai salah satu upaya guna menjadikan Sumedang sebagai destinasi wisata kelas dunia. 


"Event ini diselenggarakan dalam rangka akselerasi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Jatigede serta untuk membetot perhatian dunia dan mengkonsolidaskan segenap potensi pariwisata Sumedang," ujarnya.


img-1569496497.jpg


Berdasarkan beberapa fakta dan data, lanjut Bupati, trend perekonomian Indonesia maupun dunia saat ini menempatkan pariwisata sebagai sektor primadona dengan tingkat pertumbuhan yang sangat tinggi. 


"Salah satu program terobosan di bidang ekonomi adalah menjadikan pariwisata sebagai core business Kabupaten Sumedang. Mengingat Sumedang sendiri memiliki potensi pariwisata yang dahsyat baik wisata alam, wisata budaya, maupun wisata buatan," terangnya.


img-1569496532.jpg


Atas dasar hal tersebut, lanjut Bupati, dirinya mendorong semua pimpinan SKPD di Kabupaten Sumedang menjadi 'Kepala Dinas Pariwisata' dalam perspektif bidangnya, semua kantor SKPD jadi 'Dinas Pariwisata' dalam dimensi sektornya, semua masyarakat jadi 'pemandu wisata' dan semua tempat di Sumedang menjadi 'destinasi wisata'.


"Untuk itu, dalam rangka melakukan lompatan kuantum pariwisata, Kabupaten Sumedang bekerja sama dengan Indonesia Tourism Development Cooperation (ITDC), saat ini tengah mengusulkan Kawasan KEK Pariwisata Jatigede, dengan harapan nantinya mampu menjadi pemantik lompatan pariwisata, melalui kapitalisasi investasi dan pertumbuhan perekonomian daerah," papar Bupati.


Ada 160 pilot (paralayang) kelas dunia dari 23 negara akan berkompetisi di Sumedang, baik untuk Cross Country Class, maupun Accuracy Class. "Bahkan untuk menyemarakkan, untuk pertama kalinya di Indonesia kami akan menyelenggarakan Terbang Gembira (Fun Fly atau Festifly) yang akan diikuti oleh 160 pilot.


Pada event tersebut, lanjut Bupati, akan diisi dengan Festival Seni Budaya Sumedang seperti Kuda Renggong, Tari Kolosal Umbul, festival kuliner, serta seni pertunjukan lainnya yang atraktif. "Selain atraksi, faktor amenitas dan aksesibilitas juga tengah kami pacu. Berbagai sarana dan prasarana akomodasi pariwisata kami bangun, termasuk ruas jalan menuju destinasi wisata," ucapnya. 


Dengan dukungan dari seluruh pihak seperti dari Menteri Pariwisata, Menteri Pemuda dan Olah Raga, Gubernur Jawa Barat serta FASI Paralayang, Bupati optimis event kejuaraan paralayang paling akbar di dunia nantinya dapat terselenggara dengan baik.


"Kejuaraan Paralayang bertaraf internasional ini merupakan bentuk keseriusan kami untuk mengeksplor potensi yang dimiliki Sumedang. Dengan didukung semua pihak insyaallah dalam dua tahun ke depan, Sumedang akan menggeliat menjadi salah satu kekeuatan baru di jagat pariwisata Indonesia maupun dunia," tuturnya.


Sementara itu, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya menyampaikan ucapan selamat kepada Kabupaten Sumedang karena saat ini kejuaraan olah raga paralayang telah menjadi 'trending topic' nasional.


"Memang apabila daerah Kabupaten Sumedang hanya sekedar mengedepankan budaya, saya rasa itu akan terasa berat bahkan hanya untuk sekedar bisa menjadi juara di Jawa Barat. Namun melalui event Paragliding, ini diharapkan akan menjadikan Sumedang menjadi juara di tingkat nasional," papar Menpar. 


Pada kesempatan tersebut, Menpar turut mengapresiasi Bupati Sumedang yang telah menjadikan pariwisata sebagai 'core business' yang diusung untuk memajukan ekonomi Sumedang. "Selain akan mengundang devisa untuk negara, rata-rata pariwisata itu akan meningkatkan PAD," ucapnya.


Menpar juga beramanat kepada para Kepala Daerah, apabila menyelenggarakan event seperti untuk bisa memberikan porsi lebih besar pada aspek promosi event. "Kesalahan terbesar daerah, bila ada event seperti ini yaitu anggarannya dihabiskan untuk acaranya. Padahal, pariwisata itu besarnya di promosi, jadi perbandingannya yakni 50 - 60 persen di promosi (pre event) dan sisanya pada saat event berlangsung," tukasnya.


Dikatakan Menteri, penghasilan langsung saat kegiatan (direct impact) sebenarnya sangat jauh dibandingkan dengan penghasilan yang didapat melalui tayangan media. "Kalau (penghasilan) dari penjualan tiket (pendaftaran) hanya sekitar 10 -20 persen dari pengeluaran. Tetapi kita bisa dapat dari TV Broadcasting sampai 60 persen. Juga dari iklan di lapangan berupa jersey atau cinderamata kita bisa dapat 20-30 persen," terangnya.


Menpar juga menyetujui langkah Pemkab Sumedang merintis KEK Pariwisata Jatigede dan mendo'akan di Tahun 2020 menjadi KEK pertama di Jawa Barat. "Dengan adanya KEK ini akan banyak keuntungannya. Pertama, akan memangkas proses birokrasi yang lama dan berbelit khususnya dalam proses perizinan. Kedua, nantinya yang pertama maju bukan KEK-nya, justru masyarakat sekitar KEK-nya," terang Menteri.


Selain Bupati, Wakil Bupati H Erwan Setiawan dan Sekda Herman Suryatman, pada grand launching tersebut tampak juga hadir Kepala BPK RI Moermahadi Soerja Djanegara, Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Ni'am Sholeh, Anggota DPR RI Lies Santika Nur, Staf Ahli Gubernur Jawa Barat Bidang Ekonomi dan Pembangunan Dady Iskandar, Kepala Dinas Pariwisata Jawa Barat Dedi Taufik, para Pimpinan Jabatan Tinggi Madya dan Pratama di linbkungan Kemenpar dan Kemenpora, Walikota Cimahi Ajay Muhammad Priyatna, unsur Forkopimda Kabupaten Sumedang, Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Sumedang, Ketua FASI Paralayang Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Sumedang, para Kepala SKPD, pimpinan BUMN/BUMD, Staf Ahli Bupati, para Administrator dan Pengawas, Ketua TP-PKK Kabupaten Sumedang, para sesepuh, budayawan, tokoh masyarakat Sumedang yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya (Diaspora), perwakilan Kepala Desa, Ketua BPD dan Ketua PGRI beserta keluarga besar PGRI Kabupaten Sumedang.


Prosesi seni di akhir acara dalam kemasan musik etnik dan tarian bertajuk 'Tarawangsa Paralayang Midang' menandai diluncurkannya West Java Paragliding World Championship and Culture Festival 2019. (Rauf Nuryama) ***




https://youtu.be/zr4_jnPqTYQ

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Facebook
Twitter