Penanggulanan Kemiskinan,  Herman : Kalau Kita Gagal Membuat Rencana, Sama dengan Merencanakan Gagal.

Penanggulanan Kemiskinan, Herman : Kalau Kita Gagal Membuat Rencana, Sama dengan Merencanakan Gagal.

SUMEDANG, Tinewss.com - Bertempat di Ruang Rapat Tadjimalela, Gedung Bappppeda Kab Sumedang,  Sekda Sumedang memimpin Rapat Evaluasi Penanggulanan Kemiskinan di Kabupaten Sumedang,  sesuai dengan Arahan dari Bupati Sumedang. 


Dalam kesempatan awal,  Sekda menyampaikan bahwa kita harus membuat rencana dengan benar sejak awal. "Kalau kita gagal membuat rencana,  sama dengan kita yang menerencakanan gagal," demikian Sekda.  


Penanggulangan kemiskinan tidak bisa dilakukan hanya dengan cara konvensional. Harus cari cara berbeda,  kalau tetap dengan cara yang sama hasilnya juga sama.  Kemiskinan 9,76% di Sumedang,  menurunkannya harus komprehensif.  Menurut experince dan kajian akademik,  menurut Einstein,  kata Sekda,  "kalau kita berharap hasil yang sama dengan cara yang sama,  Gila namanya."


Kita harus punya mindset yang berbeda,  cara pandang yang lebih tinggi,  dan juga narasi yang lebih baik.  "Cara pandang dalam tataran pemerintahan harus open mind," kata Sekda. 


Hadirin pada acara ini, Perwakilan dari hampir semua dinas terkait, Bappppeda,  DPKPP,  Dinkes,  Bagian Ekonomi,  Dinas PMD,  Dinas Pendidikan,  Dinas Pertanian,  Dinas Peternakan,  Dinas Kependudukan dan KB,  Dinas Koperindag,   Disbudparpora,  Disdukcapil, Disnaker, Dinas PUPR, dan juga hadir dari BPS. 


Selanjutnya kata Sekda,  Sumedang memiliki masalah yang sudah lama belum terselesaikan.  Hari ini, stunting 32% dari jumlah Balita yang ada.  Kepemilikan kelayakan rumah yang kurang baik,  

Indeks Pendidikan rendah di Jabar yang mencapai 8,1. "Namun demikian,  Kita harus percaya diri dengan perubahan yang akan di lakukan," jelasnya. 


Perubahan tersebut,  menurut Sekda,  digolongkan pada 4 hal,  yaitu : Mikro,  Messo,  Makro,  dan Mindo. 


Mikro, level pribadi untuk menularkan kepada yang lain.  Hadirkan bukan hanya tugas,  jobdesk,  namun hadirkan peran yang baik. Berbasis peran untuk memerankan dan memenangkan pertandingan.  Dan goal atau tujuan dalam penanggulangan kemiskinan dari 9,76 menjadi 5,76. mengutip Den Xiaoping, "Saya tidak peduli,  kucing itu hitam atau putih,  yang penting bisa menangkap tikus," kata Herman. 


Messo, level unit kerja.  Harus ada integrasi antar unit kerja masing-masing.  


Makro, level lebih tinggi.  Sinergitas antar Dinas,  silaturahmi dan jalin jalin kerjasama.  "Jangan Exslusive, harusnya Inklusive. Ayo ngadu bako,"  kata Herman.  Semua Dinas memiliki kelas yang sama, lanjutnya.  


Mindo, level lebih tinggi,  level Kabupaten. Harus ada Simbiosis mutualisme.  Sumedang sedang melakukan Transformsi Digital,  dengan mindset terbuka,  ada banyak pihak yang meminta melakukan kerjasama.  Ada opportunity,  tanpa semua mengunakan harus menggunakan APDB. "Begitu kita,  open mind. Teu kawadahan,  banyak yang minta menjadi sister city,  bantuan kerjasama dari mana-mana," jelas Herman.  (Rauf Nuryama) ***


Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Facebook
Twitter