Berita Terpopuler

Program Pertukaran Pemuda Indonesia Korea 2019, Reza Zaki : Rumah Imperium Berbagi Konsep Kewirusahaan Sosial

Program Pertukaran Pemuda Indonesia Korea 2019, Reza Zaki : Rumah Imperium Berbagi Konsep Kewirusahaan Sosial

SUMEDANG, Tinewss.com - Kegiatan Pertukaran Pemuda Indonesia Korea (PPIKor) atau Indonesia Korea Youth Exchange Program (IKYEP),bertujuan untuk mempererat hubungan kedua negara, khususnya dalam bidang kepemudaan dan juga untuk meningkatkan kualitas dan wawasan pemuda kedua negara melalui rangkaian kegiatan di kedua negara. Demikian disampaikam Reza Zaki,  Ketua Rumah Imperium Sumedang,  kepada Tinewss.com, (30'06/2019)


IKYEP,  menurut Zaki,  adalah kerjasama bilateral antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Korea melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dengan Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga Republik Korea. Kerjasama ini sudah berlangsung selama 9 tahun.


Masih menurut Zaki,  kegiatan ini meliputi diskusi, kunjungan institusi, courtesy call dan homestay. Kegiatan diikuti oleh 40 delegasi yang terdiri dari 18 delegasi pemuda Korea, 1 Head of Delegation dan 1 Assistant Head of Delegation; 18 delegasi pemuda Indonesia yang telah diseleksi secara nasional (18 provinsi), 1 Head of Delegation dan 1 interpreter. Kegiatan dilaksanakan dalam dua fase yaitu Fase Indonesia tanggal 25 Juni s.d 4 Juli 2019 dan Fase Korea tanggal 5 Juli s.d 14 Juli 2019. Fase Indonesia sendiri dilaksanakan di dua kota yaitu Jakarta dan Kabupaten Sumedang.


Lebih lanjut,  Zaki juga menyampaikan kebanggaannya karena bisa berkontribusi dalam kegiatan ini. "Saya menyampaikan pembekalan kepada para pemuda Korea dan Indonesia juga mendapatkan pembekalan mengenai Kewirausahaan Sosial (Social Enterprenuership), katanya.


Zaki  memaparkan pengalamannya baik dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Sumedang hingga capainnya bersama ratusan pemuda lokal di Forum Putra Daerah Membangun berhasil menciptakan dampak kepada 1 juta orang di Indonesia melalui hampir di 30 Provinsi.


Perkembangan kewirausahaan sosial merupakan cikal bakal pembangunan yang merata di seluruh pelosok negeri. Otoritas yang kini sudah dikuasai oleh desa harus dapat dikelola dengan baik agar transfer dana desa dari pemerintah pusat dapat berwujud pada peningkatan kapasitas desa. 


Zaki juga menambahkan beberapa tools atau alat kepada peserta untuk bisa memulai karir sebagai Social Enterprenuer yakni dengan menggunakan business canvas model, lean canvas, The Sustainable Rural Livelihoods, Impact effort matrix, dan legal entity. Zaki percaya bahwa kerjasama yang baik terutama dalam pembangunan rural area di masing-masing wilayah akan mempercepat penetrasi kemajuan ekonomi di masa depan. Seperti halnya Korea yang sudah memulai di tahun 70-an dengan program Saemaul Undong. (Rauf Nuryama) ***



Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kategori