Berita Terpopuler

Sekda Herman : Inovasi atau Mati.

Sekda Herman : Inovasi atau Mati.

SUMEDANG,  TiNEWSS.Com - Inovasi adalah sebuah keniscayaan.  Lakukan inovasi, atau  Mati. Inovasi sangat penting, karena disrupsi teknologi mengikis mereka yang tidak melakukan inovasi. Demikian pembuka yang disampaikan oleh Herman Suryatman,  Sekda Kabupaten Sumedang dalam diskusi Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa)  Kabupaten Sumedang di Ruang Tampomas IPP Sumedang (2/4/2019).

      Hadir dalam acara ini perwakilan dari SKPD,  Kecamatan,  Forum dan Komunitas Kreative di Sumedang,  unsur perbankan,  serta dari perusahaan pemberi CSR.

     "Harus berani meninggalkan rutinitas", disampaikan oleh Dr. Tri Widodo W. Utomo, SH.,MA

Deputi Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara LAN, salah seorang pembicara. Jangan jadi robot.  Tidak ada robot yang kreatif.   Kita punya,  mesin cuci.  Dia profesional walaupun tanpa tunjangan apapun.  "Kalau anda mau jadi profesional tanpa kreativitas,  anda robot." katanya. 

    Medium ikhlas adalah musuh dari inovasi.  Inovasi,  sesungguhnya merupakan tugas pemimpin memastikan bahwa organisasi lebih baik. Maka untuk menjadikan inovasi pemimpin harus melakukannya dengan Cinta,  dengan ikhlas.  

img-1554177095.jpg

     Jika ada peribahasa menyatakan harimau mati meninggalkan belang, maka harus ditambah lagi : "Seorang pejabat ketika berhenti,  meninggal,  harus meninggalkan legacy.  Sesuatu yang dikenang, atas jasanya,  atas inovasinya.  Sehingga Inovasi sebagai sebuah kebutuhan jangan sebagai beban",  kata Tri Widodo.  

     Hadir dalam diskusi, CEO dari Ciho Group,  Hendra Nugraha,  menyatakan bahwa saya sepakat dengan pemateri.  Sebagaimana katan Einstein,  "Lakukan Inovasi.  Jika anda melakukan hal yang sama,  namun berharap hasil yang berbeda,  gila namanya" kata Hendra.

     Sedangkan salah satu peserta lain dari unsur ASN,  hadir Asep D Darmawan,  Sekretaris Bappenda Sumedang. Menurut Asep,  Inovasi memang dibutuhkan. "Inovasi itu perlu dan inovasi yang dilakukan harus memiliki manfaat." kata Asep.  Lebih lanjut  Asep, menyatakan  "Jangan sampai inovasi dilakukan tetapi tidak memiliki manfaat. Selain itu, perlu dikembangkan pula mengapresiasi hasil inovasi." (Rauf Nuryama)***


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kategori