Berita Terpopuler

Seorang Warga Malaysia Di Deportasi dari Imigrasi Cirebon, Ini Alasannya

Seorang Warga Malaysia Di Deportasi dari Imigrasi Cirebon, Ini Alasannya

Cirebon-Tinewss.com - MS  warga negara asing asal Malaysia diamankan pihak Imigrasi Kelas I TPI Cirebon, lantaran menyalahi izin tinggal selama berada di Indonesia. MS datang ke Indonesia bermaksud ingin rehabilitasi pengguna narkoba, namun karena alasan bosan MS kabur dari Kuningan ke Desa Wotgali Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon.


Penangkapan MS berawal dari adanya laporan warga yang merasa resah dan khawatir karena di desanya terdapat WNA yang kabur dari panti rehabilitasi. Mendapat laporan tersebut, Seksi Inteljen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon menurunkan tim untuk menindaklanjuti hingga berhasil menemukan keberadaan orang asing tersebut di salah satu rumah warga sekitar  di Desa Wotgali Rt 002 Rw 001 blok Sentul.


Kepala Imigrasi Kelas I TPI Cirebon, M Tito Andrianto mengatakan MS adalah pria kelahiran Kedah,Malaysia dengan No Paspor  A53246394, masuk ke Indonesia melalui, pemeriksaan Imigrasi Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta tanggal 13 September 2019 berlaku 30 hari. "Berdasarkan pemeriksaan sementara diketahui bahwa yang bersangkutan datang ke Indonesia untuk rehabilitasi narkoba di Panti Rehabilitasi Sosial KP Napza IPWL RUMAH TENJO LAUT Kabupaten Kuningan Jawa Barat berdasarkan surat keterangan Nomor 011.8/5uket/SMR-RlR/RSKPN IPWL/Sekj./RUTELA/IX/2019 tanggal 01 Oktober 2019," tutur Tito Jumat (29/11/2019)


Tito melanjutkan, yang bersangkutan kabur dari panti tersebut pada tanggal 26 November 2019, dengan alasan akan memperpanjang ijin tinggalnya dan tinggal di rumah saudaranya asal Malaysia yang menikah dengan Warga Negara Indonesia di desa Wotgali RT 002 RW 001 Blok sentul. "Pengakuannya akan melakukan rehab karena kecanduan narkoba, dan kami juga akan melakukan pengecekan ke panti rehab di Kuningan apa benar yang bersangkutan sedang melakukan rehab dan juga apakah ada warga negara asing yang lain lagi," katanya


Tito menambahkan pengakuan lainnya, MS diketahui masuk ke Indonesia dengan menggunakan Visa Exemption / Bebas visa kunjungan (Wisata) yang berlaku 30 hari sejak tanggal kedatangan 13 September 2019 dan telah melebihi masa ijin tinggalnya (overload) selama 48 hari. 


Selanjutnya yang bersangkutan dibawa ke ruang Detensi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon dikarenakan sudah tidak mempunyai ijin tinggal. 


"Yang bersangkutan (MS) melanggar ketentuan pasal 75 Ayat 1 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, Untuk sementara diberikan tindakan Administratif Keimigrasian berupa pendetensian dan di tempatkan di ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon sambil menunggu proses pendeportasian" pungkasnya.(Jhon)


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Surat Pembaca

Toilet UIN Sunan Gunung Djati Bandung Seperti Gudang Universitas seharusnya menjadi tempat yang n...

Cameliasari
Kategori