Berita Terpopuler

Sinergitas UIN Bandung Dengan Pemkab Sumedang, Atasi Stunting dengan Kefir Susu

Sinergitas UIN Bandung Dengan Pemkab Sumedang, Atasi Stunting dengan Kefir Susu

Sumedang, Tinewss.com – Univeritas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung dan Pemerintah Kabupaten Sumedang bekerjasama mengatasi Stunting yang terjadi di Sumedang dengan program pemanfaatan Kefir Susu. Ini adalah implemetasi MoU kerjasama pentahelix dalam program pembangunan Sumber Daya Manusia di Sumedang.

 

Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, memberikan apresiasi atas perhatian UIN untuk membantu mengatasi Stunting atau tubuh yang kerdil bagi bayi dalam 1000 pertama kehidupan. “Jumlah Stunting di Sumedang masih pada angka yang tinggi, sehingga Pemerintah berupaya melakukan tindakan pencegahan agar angkanya menjadi menurun, baik oleh jajaran pemerintah maupun kerjasama dengan pihak lain, seperti dengan UIN,” kata Bupati  kepada tinewss.com di Gedung Negara Sumedang, (21/07/2019).

 

Menurut Bupati, ada 10 desa lokus stunting. Diantaranya ada 3 desa di Kecamatan Pamulihan, yaitu Desa Cijeruk, Cilembu, dan Mekarbakti. Program Pertama dengan dipilihnya Desa Cilembu sebagai lokasi pengabdian UIN, adalah hal yang tepat. Kami berharap, dengan dipilihnya Desa Cilembu sebagai percontohan penanganan stunting oleh UIN, bisa menghasilkan blue print penanganan stunting dengan pemanfaatan Kefir Susu, dsehingga menjadi rujukan di tempat lainnya di Sumedang, bahkan jika berhasil bisa jadi untuk rujukan secara Nasional,” tutur Bupati.

 

Sementara itu, Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Ramdani Wahyu Sururie, M. Ag., menandaskan bahwa pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Sumedang sebagai salah satu bentuk realisasi MoU antara UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang yang telah ditandatangani pada tanggal 8 Maret 2019 lalu. “Kegiatan ini adalah realiasi kerjasama MoU antara Kami dengan Pemkab Sumedang,” jelas Ramdani.

 

Masih menurut Ramdani, melalui Pusat PKM LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung melalui salah satu Tim PKM dosen tahun 2019 melakukan sinergi pencegahan dan penanggulangan stunting  memanfaatkan kefir susu. Dan untuk pertama kali, dipilih salah satu lokus yang dirujuk Bupati yaitu Desa Cilembu Kec. Pamulihan. Kegiatan ini dimulai sejak bulan Juli hingga Sepetember 2019. Bekerja sama dengan  sejumlah stakeholders antara lain Tim Satgas Penanggungan Stunting desa Cilembu, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kec. Pamulihan, Babinsa Desa Pamulihan, Bidan Desa Cilembu, Pengurus Kampung KB Desa Cilembu, serta Kader PKK dan Pos Yandu Desa Cilembu, juga didukung penuh oleh Komunitas Kefir Indonesia (KKI) dan Dapur Kefir Bandung


img-1563755101.jpg


Pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung dalam lima tahapan yakni sosialisasi, Training of Trainer  (ToT) kader pendamping, pelatihan pembuatan kefir susu, pendampingan pemanfaatan kefir susu dan evaluasi. Hal ini diungkapkan oleh salah satu Anggota Tim, Dedi Sulaeman, M.Hum. "Kegiatan PkM ini menggunakan pendekatan Participation Action Research (PAR) sesuai dengan target dan bentuk kegiatan yg telah ditetapkan," ungkap Dedi.

 

Sedangkan Ketua Satgas Penanggulangan stunting Desa Cilembu sekaligus Sekertaris Desa Cilembu, Dian Nurdian membeberkan saat ini tercatat 64 orang balita  mengalami stunting yang tersebar di beberapa RW, sedangkan laporan hasil penelitian stunting tahun 2018 menunjukkan angka pada kisaran 41,1%. "Kami berupaya melalui berbagai program yang telah dicanangkan pemerintah baik pusat maupun daerah termasuk melalui kegiatan pengabdian dari UIN Bandung, angka stunting di Cilembu bisa turun, bila perlu hingga 20%," tandasnya.

 

img-1563754896.jpg



Di tempat yang sama, Dr. Neneng Windayani, Ketua Pelaksana PKM, memandaskan bahwa di Desa Cilembu ada banyak melimpah sumber bahan baku kefir susu, seperti susu sapi, sangat mendukung upaya intervensi gizi spesifik pada 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK). "Setidaknya ada 9 dari 14 langkah intervensi gizi spesifik yang dapat dicapai melalui pemanfaatan kefir susu secara rutin baik bagi ibu hamil dan menyusui, maupun balita 7-24 bulan," jelas Neneng di sela-sela kegiatan sosialisasi yang bersamaan dengan acara refreshment Kampung KB Desa Cilembu, pada hari Jumat, (21 Juni 2019).

Neneng menambahkan, hingga saat ini, tahapan kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan selain sosialisasi yakni ToT bagi kader 12 posyandu yang ada di Cilembu. Adapun kegiatan dilakukan secara offline  dan online memanfaatkan media sosial selama satu pekan sejak  15 hingga 22 Juli 2019. Hasil kegiatan ini diharapkan para kader posyandu terampil membuat kefir susu dan produk turunannya serta siap mendampingi keluarga sasaran penanggulangan stunting khususnya serta warga masyarakat Desa Cilembu pada umumnya. Adapun tahapan kegiatan berikutnya direncanakan pada pekan pertama bulan Agustus 2019. (Rauf Nuryama) ***


Komentar

  1. Gunardi Senin, 22 Juli 2019

    Semangat kakak 😍😍😍 semoga amal baiknya dicatat Alloh SWT Aamiin

Tambahkan Komentar

Kategori