Berita Terpopuler

Sumedang Masih ada (Pungli)?

Sumedang Masih ada (Pungli)?

Sumedang,  Tinewss.com - Keberadaan Pungutan Liar (Pungli) saat ini tidak terlepas dari sejarah masa lalu. Bahkan Pungli menjadi satu budaya yang telah melembaga dan merupakan penyakit masyarakat yang telah membudaya baik di level birokrasi, swasta, maupun masyarakat secara umum, termasuk dalam lembaga pendidikan.


Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan saat membuka acara Sosialisasi Saber Pungli di Lingkungan Sekolah yang dilaksanakan di Aula Tampomas, Selasa (26/11).


Dikatakan Wabup, pemberantasan Pungli harus dilakukan secara terpadu dan dilakukan dengan cara Moralistik (pembinaan mental dan moral) dan cara Abolisionostik (cara penanggulangan gejala), sebagai tindakan preventif. Termasuk acara sosialisasi tersebut sebagai upaya pencegahan terjadinya Pungli.


"Pungli yang dilakukan oleh individu maupun organisasi/kelompok tentunya selain akan menghambat pelayan prima, juga akan menimbulkan efek biaya tambahan yang tentunya akan membebani masyarakat. Dalam kata lain masyarakat terdzalimi dengan adanya pungutan liar," ungkapnya.


Terkait dengan bidang pendidikan, Wabup mengatakan, kegiatan Pungli akan sangat bertolak belakang dengan fungsi pendidikan itu sendiri. Fungsi mewujudkan SDM unggul akan tercoreng dengan prilaku oknum yang melakukan Pungli.


"Selain bertentangan dengan tujuan pendidikan, juga akan menjadi contoh buruk bagi siswa yang akan terekam dalam hidupnya," ujarnya.


Wabup juga menghimbau kepada semua lapisan masyarakat untuk merapatkan barisan bahwa dalam bentuk apapun Pungli itu tidak benar dan bertentangan dengan hukum.


"Mari kita tumbuhkan sikap peduli dan disiplin pada diri sendiri sehingga dapat ditiru oleh anak-anak didik kita. Jangan sekali-kali melakukan perbuatan Pungli walaupun itu kita anggap kecil," tegasnya.


Wabup berharap setelah dilaksanakannya sosialisasi saber Pungli, tidak ada lagi kegiatan Pungli khususnya di dunia pendidikan Kabupaten Sumedang. Dunia pendidikan dianggap rawan karena isu yang berkembang di masyarakat.


"Apabila menemukan kegiatan Pungli, masyarakat harus berani melaporkan pada Tim Saber Pungli Kabupaten Sumedang. Setiap sekolah ketika akan meminta sumbangan kepada orang tua siswa, harus benar-benar berdasar dan disepakati bersama antara orang tua, guru, kepala sekolah, serta dinas pendidikan," tukasnya.


Sementara itu, H. Rohaendi selaku Ketua Pelaksana Sosialisasi Saber Pungli menyebutkan, sosialisasi tersebut merupakan rangkaian kegiatan Saber Pungli tahun 2019, dimana kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman terkait Pungli yang merugikan masyarakat yang akhirnya setiap aktifitas pelayanan publik akan bersih dari Pungli.


"Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pencegahan pungutan liar agar pemerintahan berjalan secara efektif dan efisien khususnya di sektor penyelenggara pendidikan, mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA atau yang setara" pungkasnya.


Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Tim Tindak II Saber Pungli Provinsi Jawa Barat, Kompol. Dr. Gatot Satrio Utomo, dan Anggota Posko Saber Pungli Bripda. Ega Abdulrahman sebagai narasumber sosialisasi. Hadir pula Kepala Inspektorat sekaligus Wakil Ketua I Saber Pungli Sumedang, Drs. H. Subagio, M.Si, perwakilan Kepala Dinas Pendidikan, para Kepala Sekolah, Guru, dan Komite Sekolah. (RN) 


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Surat Pembaca

Toilet UIN Sunan Gunung Djati Bandung Seperti Gudang Universitas seharusnya menjadi tempat yang n...

Cameliasari
Kategori