Berita Terpopuler

Tentang TARI UMBUL Kolosal.

Tentang TARI UMBUL Kolosal.

Oleh : A. Dadan Setiawan


Wikipedia menerangkan bahwa Tari adalah gerak tubuh yang secara berirama senada dengan alunan musik yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu untuk keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud, dan pikiran. Bunyi-bunyian yang disebut musik pengiring tari mengatur gerakan penari dan memperkuat maksud yang ingin disampaikan. 


Menilik keterangan tesebut, tentu Tari Umbul sebagai bagian dari Tari, memiliki ungkapan perasaan, maksud dan pemikiran ketika digelar atau dipentaskan. Apalagi ketika digelar secara kolosal yang melibatkan ribuan orang dengan dukungan fasilitasi dari infrastruktur dan suprastruktur politik dan pemerintahan.


Sebagai pribadi, dalam kapasitas hanya penikmat segala bentuk seni, tentu saja saya tidak memiliki kemampuan untuk menerawang secara detail pikiran dan perasaan yang ingin diungkapkan oleh penggagas serta para pihak yang kemudian terlibat secara teknis dalam pagelaran Tari Umbul Kolosal ini. Ilmu saya belum sampai pada tahap bisa menyelami maksud pikiran dan perasaan orang lain sebelum diungkapkan oleh yang bersangkutan.


img-1574160196.jpg


Namun jika melihat rencana tempat digelarnya kegiatan, para peserta yang akan terlibat serta gambaran biaya yang akan dikeluarkan, saya berpendapat kegiatan ini bagus bagus aja untuk dilaksanakan. 


Pertama; Tempat kegiatan adalah lokasi yang disetting untuk menjadi destinasi wisata unggulan yang tentu harus terus dikenalkan dan dipromosikan kepada khalayak sebagai tempat yang asyik untuk dikunjungi. 


Kedua; peserta adalah ribuan warga masyarakat biasa yang datang dari seluruh desa yang ada di Sumedang, tentu saja jika acara ini berjalan lancar dan meriah, kemudian tempat yang mereka datangi benar benar asyik, para peserta ini akan jadi agen pemasaran yang masif. Baik dari "mulut ke mulut" maupun update status akun media sosial masing masing. 


Ketiga; (dan sepertinya yang utama) biaya yang akan dikeluarkan berapapun besarannya dari manapun sumbernya, akan digunakan untuk transportasi, akomodasi, komsumsi dan honorisasi ribuan peserta warga masyarakat Sumedang sendiri, dan ini cukup layak diterima oleh warga ditengah situasi pergerakan ekonomi yang relatif stagnan. Pembiayaan kegiatan ini akhirnya membumi pada jargon  "dari kita, oleh kita, untuk kita". Karena sejatinya fungsi dari APBN, APBD dan APBDes adalah trigger untuk mengungkit pergerakan sektor ekonomi riil. 


(bersambung)


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Surat Pembaca

Toilet UIN Sunan Gunung Djati Bandung Seperti Gudang Universitas seharusnya menjadi tempat yang n...

Cameliasari
Kategori