78 Penari Pingsan Di Pesta Tari Umbul Kolosal Jatigede

Sumedang, TiNewss.com – Perhelatan akbar mahakarya masyarakat Sumedang, hasil kerjasama antar desa, Disparbudpora dan berbagai Instansi terkait memecahkan rekor tari umbul yang pernah dilakukan Sebelumnya. Namun Demikian, dibalik kesuksesan hari ini, ada sejumlah duka dengan terjadinya kejadian luar biasa, dimana 78 penari pingsan paska pelaksanaan kegiatan tari umbul. Bahkan beberapa orang diantaranya terjadi sesaat sebelum pertunjukan dimulai.

Dari lokasi kejaian, tim TiNewss .com mengamati banyaknya kejadian penari yang pingsan adalah karena faktor cuaca yang panas. Satu orang pasien yang berhasil di wawancarai mengatakan, dia lemas. “Saya lemas, pusing. saya pikir acara akan dimulai pagi jam 8, sehingga belum sempat sarapan,” katanya.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Dadang Sulaeman, S.Sos., M.Kes, kepada Redaksi TiNewss.com melalui sambungan telepon. Menurut Dadang, bahwa jumlah pasien yang pingsan sebanyak 78 orang. “78 pasien yg ditangani posko kesehatan dengan keluhan pusing, lemes ada beberapa yang pingsan. Dilihat dari keluhan pasien penyebabnya adalah kelelahan, kekurangan asupan makanan/ hypoglikemi dan kekurangan asupan cairan/dehidrasi,” terang Dadang.

Dari jumlah yang pingsan sebanyak tersebut, beberapa orang sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat dan sebagiannya lagi di lakukan perawatan di Gedung Satker Jatigede, sebuah gedung yang cukup refresentatif di lokasi perhelatan tari umbul.

Tampak dalam foto, dua orang penari umbul sedang istirahat kelelahan setelah pingsan (31/12/2019) di salah satu ruangan Gedung Satker Jatigede.

Untuk mengantisipasi hal ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang menyiapkan 7 Dokter dan 35 Perawat dari 7 Puskesmas terdekat dengan Jatigede. “Kami sudah melakukan persiapan, sehingga ketika terjadi musibah, segera bisa tertangani. Alhamdulillah sekitar pukul 14.00 WIB, seluruh pasien sudah kembali ke rumahnya masing-masing, dan tidak ada yang di rawat inap,” tegas Dadang.

Ketika di tanya tentang adanya pasien yang kesurupan, Dadang mengatakan bahwa mereka bekerja secara Kedokteran melakukan kegiatan penangan dengan tetap melakukan tensi, dan pemberian obat. “Namun ternyata panitia juga sudah menyiapkan, orang yang ahli dalam bidang itu, sehingga bisa segera tertangani, yang dilakukan oleh tim kesehatan adalah dilakukan penanganan secara medis dan diberikan pengobatan sesuai dengan penyebab sakitnya” tuturnya, tanpa menjelaskan apa yang dilakukan oleh orang “yang ahli” itu. (Rauf Nuryama) ***