9 Cara Sukses Belajar Di Rumah, dalam Situasi Keterbatasan

Pandemi corona (COVID-19) telah membuat situasi yang incumbent, mengalami disrupsi luar biasa. Proses Belajar Mengajar (PBM) yang sudah biasa di lakukan di sekolah, antara guru dengan siswa, kini dilakukan di rumah. Artinya guru entah di rumah atau di sekolah, dan siswanya berada di rumahnya masing-masing. Tentu ini merupakan hal baru dari sebuah kebiasaan yang telah ada. Disrupsi ini terpaksa dilakukan dalam serba keterbatasan.

Proses pengehentian pembelajaran di sekolah dilakukan dengan cepat oleh pemerintah karena dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19). Dan ini diakui pemerintah sangat berhasil. Tetapi di sisi lain, proses belajar mengajar sedikit terganggu. Banyak hal yang belum dipersiapkan dengan matang, sehingga keterbatasan belajar di rumah sangat terasa.

Diantara berbagai keterbatasan itu adalah:

1.Materi pembelajaran belum disiapkan untuk proses belajar di rumah. Materi ajar yang dipersiapkan untuk proses tatap muka sangat berbeda dengan proses pembelajaran di rumah. Metode penyampaiannya yang tidak bisa bertatap langsung, mengharuskan guru menyiapkan bahan ajar sesederhana mungkin agar bisa dicerna oleh siswa. Proses ini tentu menyulitkan dalam situasi dan waktu yang mepet. Sehingga beberapa hari terjadi stagnan proses belajar mengajar karena guru harus mempersiapkan bahan tersebut.

2. Media atau alat untuk proses pembelajaran yang masih terkendala. Proses pembelajaran di rumah mengharuskan dilakukan secara tidak tatap muka. Oleh karenanya dibutuhkan media untuk penyampaian bahan ajar itu, yakni melalui telepon seluler (Whatsapp) atau melalui video meeting. Hanya saja tidak semua guru memiliki handphone yang bisa Whatsapp dan tidak semua guru memiliki paket data. Ini menjadi persoalan utama. Selain itu, tidak semua siswa memiliki handphone yang bisa Whatsapp dan tidak semua siswa memiliki paket data.

Masalah lain dalam media atau alat pembelajaran adalah ketika guru akan menggunakan zoom meeting, tidak semua guru dan siswa memiliki laptop atau komputer dan paket data. Ini persoalan serius dalam proses belajar di rumah. Sehingha ada berita viral, bahwa ada seorang guru yang sengaja keliling ke rumah siswanya karena siswanya tidak memiliki handphone dan paket data untuk penyampaian bahan ajar itu.

3.Orang tua sebagai mentor selama di rumah kebingungan menghadapi anaknya yang belajar, khususnya anak-anak SD. Kadang orang tua sudah tidak memahami materi-materi yang diajarkan untuk anaknya. Kondisi ini kadang membuat orang tua stress dan cenderung marah. Maka tak heran banyak meme di media sosial yang menggambarkan anak lebih memilih belajar di sekolah di banding di rumahnya. Karena ibunya lebih galak dibanding ibu atau bapak gurunya.

Atas dasar hal tersebut, diperlukan strategi atau cara sukses belajar di rumah dalam situasi keterbatasan. Dan akan diulas pada tulisan berikutnya.

Bersambung

Hits: 15