9 Cara Sukses Belajar di Rumah, dalam Situasi Keteterbatasan (2)

Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menunda awal permulaan Tahun Ajaran Baru. Beliau juga kaget karena ada sekolah yang tidak bisa melaksanakan belajar daring karena tidak adanya signal dan listrik, seperti dilansir detikNews.

 

Tentu ini menambah daftar keterbatasan yang ada dalam proses belajar daring, selain yang telah diulas dalam tulisan sebelumnya. Keterbatasan itu adalah materi pembelajaran yang belum disiapkan untuk proses belajar mengajar di rumah. Sehingga ini membuat guru harus ekstra keras menyiapkannya dengan tanpa dasar keilmuan yang cukup. Media atau alat yang bisa dipergunakan belajar daring atau belajar di rumah tidak tersedia, semisal handphone siswanya tidak ada, atau bahkan handphone gurunya juga tidak memungkinkan untuk aplikasi belajar daring. Atau mungkin paket datanya tidak tersedia. Dan yang tak kalah hebohnya adalah kemampuan orang tua untuk menjadi mentor anaknya yang belajar di rumah. Keterbatasan-keterbataan ini menyulitkan siswa belajar di rumah.

 

Oleh karenanya dibutuhkan cara sukses belajar dalam situasi keterbatasan ini. Penulis menyebutnya 9 cara sukses belajar di rumah dalam situasi keterbatasan sebagai berikut:

 

Pertama,

Dalam kaitan materi pembelajaran, guru menyiapkan materi per pokok bahasan dengan memberikan deskripsi yang memungkinkan mudah dipahami oleh siswa di rumah. Khususnya untuk siswa kelas kecil. Karena kalau kelas besar tidak akan banyak masalah.

 

Deskripsi diperlukan karena guru tidak memiliki kesempatan untuk menjelaskan langsung kepada siswa. Oleh karenanya, deskripsi ini harus sejelas mungkin. Jangan sampai deskripsi malah membingungkan siswa atau orang tua yang akan jadi mentornya.

 

Bagi siswa kelas besar, juga bahan ajar diperlukan deskripsi walaupun tidak terlalu detil seperti kelas kecil.

 

Kedua,

Materi selain disiapkan dalam bentuk softcopy untuk belajar daring, juga disiapkan dalam bentuk cetak. Yang bentuk cetak disiapkan bagi siswa tidak memiliki handphone, sedangkan yang softcopy bisa langsung dibagikan melalui aplikasi WA, atau email atau media sosial lainnya.

 

Ketiga,

Disiapkan kurir khusus oleh sekolah untuk menyampaikan bahan ajar bagi siswa yang tidak memiliki fasilitas belajar daring. Sehingga siswa tetap bisa belajar di rumah. Sehingga tingkat ketuntasan hasil belajar siswa akan tercapai.

 

Keempat,

Tetap disediakan alat evaluasi belajar di rumah. Ini penting agar siswa tidak keluyuran atau bermain tidak jelas. Oleh karenanya baik yang belajar daring maupun yang belajar melalui cetak yang dikirim itu, tetap dilakukan evaluasi. Sehingga akan memberikan gambaran bagi guru tentang kemajuan belajar siswanya.

 

Kelima,

Orang tua yang menjadi mentor, hendaknya belajar menjadi guru. Janganlah anaknya itu dibentak-bentak dalam belajarnya. Lakukan dengan kesabaran dan keikhlasan. Banyak juga belajar materi dengan cara belajar melalui mesin pencarian google atau komunikasi dengan gurunya atau dengan siapa saja yang memiliki pemahaman tentang materi tersebut.

 

Keenam,

Orang tua hendaknya menerapkan disipilin pula agar anaknya tetap belajar. Karena biasanya, dengan belajar di rumah, anak akan longgar dalam belajar. Disiplinkan anak tersebut dalam belajar tetapi tetap dalam suasana dan koridor mendidik. Bukan dengan kekerasan. Oleh karenanya, eviden hasil belajar siswa hendaknya dikumpulkan untuk dianalis guru.

 

Ketujuh,

Sekolah hendaknya memberikan fasilitas yang memudahkan untuk proses belajar di rumah. Sehingga beban guru hanya di teknis pembelajaran. Termasuk menyediakan kurir yang mengantar atau mengambil bahan ajar.

 

Kedelapan,

Pemerintah, melalui kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hendaknya memberi ruang bagi sekokah agar ada fasilitas membeli handphone atau paket data yang tidak memberatkan guru dalam proses belajar di rumah dengan metode daring. Ini perlu agar tidak ada alasan tidak adanya ketersedian handphone atau paket data.

 

Kesembilan,

Bagi siswa di sekolah-sekolah favorit, selain tidak ada kendala dalam belajar daring, bisa dilakukan belajar menggunakan zoom meeting. Sehingga interaksi guru dengan siswa akan tetap terjalin. Hanya saja, persentase yang bisa melakukan begini, hanya sedikit sekolah.

 

Demikian 9 cara sukses belajar di rumah dalam situasi keterbatasan. Semoga memberi manfaat.*

Hits: 13