Akibat Pandemi Corona, Disrupsi Kehidupan Dipaksa: Bisa!

Akibat Pandemi corona (Covid-19) telah membuat dunia kalang kabut. Bahkan sebuah kehidupan yang incumbent –meminjam istilah Prof. Rhenald Kasali— dipaksa diubah dengan adanya virus corona. Disrupsi kehidupan. Semua sendi-sendi kehidupan, regulasi lama yang telah mendarah daging, diubah demi pencegahan penyebaran virus corona.

Dalam situasi seperti ini, yang menarik adalah membicarakan perubahan yang mendasar yang memporakporandakan incumbent dalam kehidupan. Tidak ada alasan sulit mengubah regulasi, regulasi diubah. Tidak ada alasan kehidupan ini sudah berjalan dan membudaya, maka hal ini juga berubah drastis.

Saya menamakannya adalah disrupsi dipaksa. Disrupsi kehidupan yang dipaksa. Perubahan mendasar yang dipaksa, mengubah incumbent (kebiasaan, budaya, regulasi, kehidupan yang lama dan mapan), ternyata kita: Bisa!

Disrupsi Bidang Pendidikan. (Gambar: radarsukabumi.com)

Belajar di rumah, selama ini sulit dilakukan, dan sekarang ternyata bisa. Walau orang tua yang memikul beban berat. Orang tua harus berdarah darah mengajar anaknya, anaknya ada yang merasa tersiksa dengan di ajar oleh orang tuanya. Tapi akhirnya, Bisa.

Belajar daring bagi siswa dan mahasiswa, jadi terbiasa, baik menggunakan Vicon zoom meeting, google classroom, google hangout meet atau aplikasi lainnya.

Dulu, pemerintah zaman Presiden Soeharto menyediakan tayangan belajar di televisi, Televisi Pendidikan Indonesia (TPI), tetapi tidak laku, tidak ada yang menonton. Sekarang, pemerintah menyediakan tayangan pembelajaran melalui TVRI dan banyak yang nonton. Karena wajib, maka ini berhasil.

Ujian Nasional yang sudah berpuluh puluh tahun sulit dihapuskan, tiba-tiba dihapuskan dan keputusannya dalam hitungan hari. Ini merupakan disrupsi dipaksa. Dan pada akhirnya, bisa dan akan terbiasa.

Dosen selama ini harus tampil di depan mahasiswa, dengan jumlah pertemuan yang ditentukan dalam setiap semester. Sekarang terjadi disrupsi, tidak dihitung lagi perlu atau tidak perlunya tatap muka. Perkuliahan dilakukan secara daring. Dan itu bisa, berjalan dengan baik.

Contoh Meeting di Suasana Corona dengan menggunakan Aplikasi

Sudah membudaya, bahwa rapat itu selalu ada bahkan bisa dibilang banyak. Sehari ada dua atau tiga kali rapat dengan lokasi yang berbeda bahkan berjauhan. Dan ini menyita waktu untuk mengerjakan pekerjaan yang lainnya. Sekarang, terjadi disrupsi. Rapat dilakukan secara virtual. Dan ini efisien dari sisi waktu.

Orang disuruh tinggal di rumah, rasanya sulit dilakukan. Tidak pernah ada wacana membuat orang harus tinggal di rumah dalam jangka waktu lama. Dan karena situasi dipaksa, maka masyarakat bisa diam di rumah. Hanya sedikit yang masih berkeliaran.

Intinya, dengan adanya pandemi ini telah mengubah incumbent kehidupan terdisrupsi dipaksa. Semoga ini memberikan manfaat dan hikmah untuk kehidupan manusia kelak.*

Hits: 14