Bank Sumedang Menjadi Penyalur Bansos Di Sumedang

Ilustrasi : Bantuan Sosial (Bansos) untuk Jaring Pengaman Sosial Non DTKS Kabupaten Sumedang, segera Cair.

 

Sumedang, TiNewss.com, Bank Sumedang akan menjadi satu-satunya Bank yang dijadikan sarana oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam menyalurkan bantuan sosial dalam rangka Jaring Pengaman Sosial (JPS) di Kabupaten Sumedang. Bagaimana mekanisme pendistribusian, dan kenapa harus dengan Bank Sumedang? Ikuti ulasannya bersama Direktur Bank Sumedang, Yanti Krisyana Dewi.

Menurut pengakuan Yanti, kenapa Bank Sumedang dipercaya menjadi penyalur Bansos Kabupaten Sumedang? Pertama, karena Bank Sumedang adalah Bank Milik Pemerintah Kabupaten Sumedang. Kedua, mekanisme yang dilakukan oleh Bank Sumedang akan dilakukan secara cepat dengan memangkas birokasi dan waktu yang berlaku pada Bank Umum. Ketiga, Bank Sumedang akan menyediakan tenaga kerjanya untuk hadir langsung di lokasi penerima bantuan.

Direktur Bank Sumedang, Yanti Krisyana Dewi (Doc: pribadi)

Ini tentu berbeda jika dilakukan dengan Bank Umum. Bantuan melalui Bank Umum mensyaratkan pembukaan rekening Bank yang mana akan memakan waktu cukup lama. “Bisa dibayangkan, untuk pembukaan rekening sebanyak 15 ribu penerima bansos setidaknya akan memakan waktu lebih dari 10 hari,” kata Yanti, kepada TiNewss.com melalui saluran online (Senin, 27/4/2020).

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Pemerintah juga telah melakuan penyaluran bantuan melalui jasa Kantor Pos Indonesia. Bantuan yang diberikan Gubernur Jawa Barat, berupa distribusi pangan yang ditujukan kepada masyarakat berdasarkan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).

Sedangkan, yang akan disalurkan melalui Bank Sumedang, adalah berdasarkan data non DTKS. Dengan sumber anggaran dari APBD Kabupaten Sumedang, untuk 15.000 warga se-Kabupaten Sumedang.

 

Mekanisme Pendistribusian Bantuan

 

Pendistribusian ini terjadwal yang dibuat oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Sumedang. Sebagai pelaksana distribusi, Bank Sumedang melakukan penyesuaian. Masyarakat tidak perlu antri. BPBD akan memberikan undangan kepada penerima Bantuan, sesuai dengan hari, tanggal dan jam layanan.

 

Warga yang hadir, diharapkan tidak harus berkerumun, dan tetap harus melakukan sosial distancing.

 

“Dalam rangka mendukung program social distancing itu, maka dibuatkan jadwal agar masyarakat tidak berkerumun, dan juga tetap harus jaga jarak,” terang Yanti.

 

Direktur Bank Sumedang juga memastikan bahwa penerima bantuan tidak perlu membuka rekening Bank. Sehingga penerima manfaat bansos ini cukup datang membawa kupon, beserta data resmi seperti KTP atau surat keterangan lainnya.

 

“Warga yang menerima bantuan, harus membawa KTP pada saat pencairan, untuk Kami validasi dengan data yang kami terima dari BPBD,” katanya.

 

Namun demikian, Yanti juga menyampaikan, apabila ada warga yang karena satu dan lain hal tidak bisa hadir. Dapat mewakilkan kepada pihak lain, dengan memberikan surat kuasa dan KTP Asli dibawa.

 

“Bagi yang tidak bisa hadir, karena sakit misalnya, dapat memberikan surat kuasa dan sertakan KTP asli, untuk divalidasi sesuai data yang ada pada Kami,: tutur Yanti.

 

Adapun data yang akan divalidasi pada saatnya pendistribusian adalah, Nama, Alamat, NIK, bahkan foto sebagaimana data yang sebenarnya. Jika ada perbedaan, Bank Sumedang berhak untuk menolak pembayaran.

 

Berbeda dengan warga yang memang tidak bisa menulis atau membaca. Yanti, memberikan jaminan akan tetap menyampaikan bansos ini, dengan catatan ada keterangan dan pernyataan dari Desa, sebagaimana usulan dari RT atau RW.

 

“Prinsipnya Kami akan menjadi agen penyalur bantuan sosial ini agar tepat sasaran, jika tidak bisa hadir berhalangan tetap misalnya sakit dan tidak bisa menulis, selama ada jaminan dari aparat setempat bahwa benar, Kami akan tetap bayar. Tapi (jika) tidak bisa hadir, tidak ada alasan tetap, aparat juga tidak tahu alasannya, (dikhawatirkan disalahgunakan orang lain), Kami berhak menolak. Dan tidak bisa di pindahtangankan ke ahli waris bilamana ternyata sudah meninggal dunia” tandasnya. (Rauf Nuryama) ***

Hits: 9