Berbuatlah dengan Segera, sebelum Peluang itu Hilang

Pepatah mengatakan, kesempatan itu tidak akan datang untuk kedua kalinya. Kesempatan itu akan datang hanya sekali. Manakala kesempatan pertama itu disia-siakan, bisa jadi peluang itu tidak akan ada lagi di kemudian hari. Dan akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.

Pepatah itu sudah dipercaya banyak orang. Pernah suatu ketika saya ditawari untuk membeli sebuah franchise yang sedang berkembang bagus. Dan saya sudah sepakat dengan harga. Tiba-tiba dalam hitungan detik, saya berubah pikiran dan membatalkan kesepakatan tadi. Dan putuslah peluang saya memiliki usaha itu. Dan beberapa tahun kemudian, usaha yang gagal saya beli itu berkembang pesat. Penyesalan yang saya hadapi.

Pernah pula saya menginginkan membuat sebuah klinik 24 jam di sebuah daerah. Saya terlalu banyak pertimbangan. Mungkin juga karena pengalaman dalam bidang usaha klinik belum matang, membuat saya ragu. Banyaknya persyaratan yang harus disiapkan juga membuat semangat berubah-ubah. Dan ujung-ujungnya, di tempat yang saya mau dirikan klinik, didahului oleh orang lain. Klinik milik orang lain lebih cepat berdiri. Dengan demikian, kesempatan saya membuat klinik menjadi hilang.

Mungkin pengalaman serupa pernah ada dalam kehidupan Anda. Jadikan peluang pertama itu sebagai tantangan untuk diambil. Karena bisa jadi peluang berikutnya gak akan muncul.

Atau kita bisa jadi telah memiliki harapan atau cita-cita, tetapi kita belum juga memulai usaha. Belum juga bergerak untuk mengejar harapan itu. Maka bisa jadi harapan itu tinggal harapan. Harapan tanpa aksi sama dengan bohong. Harapan tanpa aksi sama halnya membiarkan tujuan itu tidak tercapai.

Oleh karena itu, manakala sudah tertanam dalam pikiran untuk menginginkan sesuatu, lakukan segera. Lakukan dengan matang. Lakukan segera. Berbuatlah dengan segera, jangan sampai habis arang besi tak sempat ditempa.* (Asdar)

%d blogger menyukai ini: