Blank Spot Di Kampung Karuhun, Tanggung Jawab Siapa (?)

Sumedang, TiNewss.com – Wakil Ketua DPRD Sumedang, Jajang Heryana, menyesalkan adanya blank spot area (tidak ada sinyal komunikasi) di lokasi wisata Kampung Karuhun. Kepada Pengelola Kampung Karuhun, Jajang meminta segera komunikasi dengan Dinas terkait agar segera melakukan upaya sehingga di lokasi tersebut dapat terus melakukan komunikasi.

Hal tersebut disampaikan Jajang saat menyampaikan sambutan sebelum acara diskusi tentang bagaimana cara meningkatkan Pajak Hotel dan Restauran di Kawasan Etnik Nusantara, Kampung Karuhun Sumedang, Selasa (3/3/2020).

“Segera di komunikasikan dengan Diskominfosanditik terkait dengan jaringan komunikasi ke sini. Saya sendiri sejak tadi sudah tidak bisa komunikasi,” terang Jajang.

Blank spot area adalah satu wilayah yang tidak tersentuh oleh sinyal komunikasi selular. Dalam kondisi seperti ini, tentu yang biasanya melakukan komunikasi baik Telepon, maupun internetan berbasis data selular tidak bisa dilakukan. Padahal sejatinya, di lokasi wisata, banyak pengunjung dan dibutuhkan media tersebut.

Sehingga wajar jika kemudian Jajang menyampaikan, bahwa hal ini menjadi sangat penting. “Area pariwisata harusnya, ada sinyal, bahkan lebih dari itu. Free wifi,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Pemilik dan Pengelola Kampung Karuhun, H. Nana Mulyana, mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, jaringan dari bawah (Sumedang) sudah ada dengan menggunakan Fiber Optik. Namun entah kenapa tidak sampai ke lokasi Kampung Karuhun.

“Saya tidak tahu alasan dari provider telekomunikasi, padahal di lokasi ini tiap minggu ada ribuan pengunjung. Dan tentunya, kami juga membutuhkan hal ini,” ucap Nana.

Di lokasi terpisah, Kepala Dinas Komunikasi Informasi Persandian dan Statistik (Diskominfosanditik) Kabupaten Sumedang, Dr. Iwa Kuswaeri, yang dihubungi Redaksi TiNewss.com melalui WhatsApp, menyatakan “kanggo (untuk) kampung karuhun kebetulan belum ada odc fo (Optical Distribution Center Fiber optic)-nya sehingga harus di bangun dulu”.

Lebih lanjut Iwa menyampaikan bahwa untuk dipasang Wifi, radiusnya adalah 300 m dari ODC.

Sedangkan dilansir dari Website kominfo.go.id, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) mengungkapkan masih ada sekitar wilayah Indonesia yang mengalami blank spot wilayah seluler khususnya di area terdepan, terluar dan tertinggal (3T) serta perbatasan.

BAKTI juga telah memiliki program menuju Indonesia Merdeka Sinyal 2020 melalui pembangunan desa-desa yang belum terjangkau sinyal. Program tersebut untuk memperkuat integrasi jaringan yang telah lebih dulu ada melalui penyediaan akses internet, BTS, dan Backbone Fiber Optik Palapa Ring. (Rauf Nuryama)***

%d blogger menyukai ini: