BreakingNews : 9 Juni MPP Sumedang Dibuka Terbatas Untuk Umum

Sumedang, TiNewss.com – Kabar gembira untuk masyarakat Sumedang. Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sumedang yang ditutup sejak 23 Maret 2020, rencananya akan dibuka kembali untuk umum tanggal 9 Juni 2020. Hal ini menyusul dengan berhentinya pelaksanaan PSBB di Sumedang dan kini memasuki era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Demikian disampaikan oleh Agus Suherman, Plt Kepala Dinas PMPTSP Kabupaten Sumedang dan MPP Kabupaten Sumedang, didampingi Manager Humas MPP Sumedang, Enang Lukmanul Hakim kepada TiNewss.com (5/6/2020). Untuk diketahui, Agus Suherman menggantikan Ade Setiawan, yang sudah memasuki masa pensiun sejak 2 Juni 2020.

Insyaa Allah, 9 Juni Kami akan Buka kembali. Hal ini sudah Kami sampaikan Ke Pak Bupati dan Pak Wabup, dan Beliau sudah setuju,” kata Agus.

Untuk melakukan persiapan pembukaan, Agus menyampaikan beberapa hal yang sedang dilakukan. Diantaranya, saat ini sedang dilakukan pemasangan table shield (pembatas layanan antara petugas dengan pengunjung di meja layanan), dan akan melakukan gladiresik esok hari (baca: Sabtu, 6/6/2020).

Semua pegawai dalam bidang layanan kepada masyarakat harus aman dari Covid-19. Sehingga mereka akan dilakukan Rapid Test secara masif pada tanggal 8 Juni 2020.

“Kami akan melakukan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), sehingga semuanya dipastikan mematuhi Protokol Kesehatan. Ini, berlaku baik bagi petugas yang melayani maupun masyarakat yang dilayani,” katanya.

Masyarakat yang datang ke MPP, harus sadar AKB. Selain menggunakan Masker, sebelum masuk akan di lakukan pengecekan suhu tubuh dengan Thermalgun, dan harus cuci tangan ditempat yang sudah disediakan.

Baca Juga : Layanan Apa Saja Yang Diberikan MPP Sumedang?

Agus juga memastikan bahwa dalam pelaksanaan layanan ke Masyarakat, MPP Kabupaten Sumedang melakukan beberapa pembatasan.

  1. Layanan MPP dibuka setiap hari mulai pukul 08:00 – 15:00 WIB;
  2. Semua layanan di MPP terbuka, kecuali Taspen dan KPP Pratama. Hal ini karena kebijakan dari instansi Induk yang belum ada layanan tatap muka. Beberapa loket lainnya yang tutup adalah ruang baca, tempat ibu menyusui dan tempat bermain anak;
  3. Semua layanan di MPP, hanya berlaku bagi masyarakat yang sebelumnya melakukan pendaftaran secara Online. (Unduh aplikasi MPP Sumedang di Playstore);
  4. Ingat! Tidak menerima pendaftaran di tempat. Hal ini untuk menghindari kerumunan pagi-pagi menjelang buka layanan. Kecuali, Masyarakat yang tidak bisa melakukan pendaftaran Online dari Android, dapat hadir di MPP Sumedang untuk melakukan pendaftaran di hari berikutnya;  
  5. Setiap pendaftar Online, memiliki kepastian untuk DILAYANI;
  6. Bagi masyarakat yang kehabisan kuota layanan di hari H,  Insyaallah mulai tanggal 9 sudah ada fitur booking dalam aplikasi tersebut. Sehingga bisa daftar booking untuk hari berikutnya atau hari lainnya, dan akan menjadi prioritas layanan di hari yang dipilih tersebut;
  7. Masing-masing loket layanan, maksimal 1 hari melayani 50 orang masyarakat yang tatap muka;
  8. Masyarakat dapat melakukan kemudahan layanan secara online untuk administrasi Kependudukan. Aplikasi SILASIDAKEP sudah mulai efektif di akses masyarakat. Data menunjukan jumlah layanan Adminduk mencapai 450 – 600 orang per hari. Dengan demikian, maka layanan tatap muka untuk adminduk akan semakin berkurang, kerumunan bisa dihindari, physical distancing bisa maksimal sehingga penerapan protokol kesehatan secara ketat dapat dilakukan;
  9. Hanya petugas dan pengunjung yang bermasker, suhu tubuh normal yang bisa masuk MPP Sumedang. Tambahan untuk pengunjung, mereka yang sudah terdaftar  dan memiliki antrian online;
  10. Untuk diketahui, MPP Sumedang memiliki Satgas Covid-19. Mereka memiliki kewajiban untuk medisiplinkan Petugas dan Pengunjung untuk menerapkan Protokol Kesehatan.
  11. Tidak membawa anak-anak karena area tempat bermain anak di MPP sementara ditutup.

Setiap pengunjung MPP Sumedang,  akan diarahkan melakukan self Assessment Covid -9 melalui AMARI. Sebuah aplikasi kewaspadaan Covid-19 hasil kolaborasi Pemkab Sumedang, ITB dan UNPAD. Sehingga diharapkan potensi penyebaran covid 19 bisa terpetakan secara akurat.

“Ini sangat Simpel, dan bisa diisi sambil nunggu antrian, gak sampe 1 menit ngisinya, rekomendasi apa yang harus dilakukan langsung keluar,” kata Agus. (Rauf Nuryama)***

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  • 63
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    63
    Shares