BreakingNews: Sumedang Bersiap Hadapi New Normal

Sumedang, TiNewss.com – Berada di Level 2 penanganan Covid-19, Sumedang menjadi salah satu Kabupaten yang di referensikan oleh Gubernur Jawa Barat untuk pemberlakukan New Normal. Kabupaten Sumedang segera melakukan persiapan secara marathon.

Hari ini (27/5/2020) dilakukan rapat secara online dengan seluruh Kepala SKPD yang terkait dengan Bidang Ekonomi, yang dimulai sejak pukul 09:00 hingga 12:30 WIB. Rapat berikutnya dengan seluruh Camat dan dilanjutkan sore hari rapat Online dengan para Kepala SKPD dalam bidang Pemerintahan.

Dalam rapat yang dihadiri oleh Bupati Sumedang, Wakil Bupati Sumedang, Sekda dan para Kepala SKPD dalam bidang Ekonomi berlangsung sangat serius, namun dibangun dalam suasana santai, yang di pandu oleh Sekda Herman Suryatman.

Dalam paparan pembukaannya, Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir, menyampaikan tausiyah singkat untuk mengingatkan kepada seluruh Kepala SKPD dan ASN di Sumedang untuk menjadi Teladan bagi masyarakat. Dalam persiapan menghadapi New Normal, Bupati mewanti-wanti segala persiapan di berbagai lini harus sudah ready, jangan sampai dianggap main-main.

“Saya meminta semua SKPD sudah siap, kita akan melakukan cek terakhir persiapan pada Jumat sore. Pemberlakuan New Normal, jangan sampai menjadi Abnormal,” tegasnya.

Bupati juga menegaskan bahwa New Normal bukan kembali melakukan kegiatan layaknya normal seperti dulu, namun tetap menggunakan protokol kesehatan.

“Ini bukan relaksasi atau pelonggaran. Kita beradaptasi melakukan pola hidup yang berjalan dalam tatanan kehidupan baru. Kita harus produktif, namun tetap aman. Kita melakukan aktivitas dengan melakukan beberapa persyaratan dan protokol Kesehatan,” tambahnya.

Ini bukan relaksasi atau pelonggaran, kita adaptasi, kehidupan berjalan dengan tatanan kehidupan baru. Tapi produktif, sosialisasi yang masif, diam dirumah jika tidak penting, cpts, phbs. Tempat umum steriliasi setiap 4 jam sekali.

Bupati juga meminta jajarannya untuk segera membuat SOP (Standar Operasional Prosedur) di setiap unit kegiatan yang ada. Untuk selanjutnya dilakukan sosialisasi, kepada seluruh masyarakat sehingga mereka mengerti, memahami, dan menjalankannya.

Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Sumedang, H. erwan Setiawan, meminta para Kepala SKPD untuk melakukan persiapan dengan matang, jangan sampai terjadi penanganan setelah terjadi masalah.

“Saya minta, para Kepala SKPD terkait, agar melakukan persiapan dengan matang. Protokol Kesehatan di setiap lokasi dipastikan sudah siap, sebelum diberlakukannya New Normal. Jangan sampai kita kebobolan dengan diberlakukannya New Nromal,” kata Wabup.

Bahkan terkait dengan rencana-rencana strategis pemulihan ekonomi, Wabup sampai detail melakukan pengecekan untuk langkah persiapannya.

Adapun beberapa hal yang menjadi langkah strategis dalam rangka pemulihan ekonomi pada masa New Normal, setelah pemberlakukan PSBB berakhir, Sumedang melalui dinas-dinas terkait akan melakukan berbagai upaya pemberdayaan ekonomi, baik pertanian, UMKM, perdagangan, produksi dan industry, pariwisata, termasuk pembangunan fisik yang melibatkan masyarakat dengan cara padat karya.

Dinas pertanian Kabupaten Sumedang, melalui Kepala Dinasnya, H. Amim, menyampaikan bahwa salah satu tugas di Instansinya adalah menjaga ketersediaan bahan pangan. Amin, juga melaporkan bahwa Ketersediaan beras dan jagung di Sumedang, surplus termasuk rencana produksi pada musim tanam dan panen yang sedang dilakukan.

Dinas Pertanian juga akan melakukan upaya skenario baru dalam pemulihan ekonomi yakni Desa Mandiri Benih, memanfaatkan halaman rumah untuk men-support ketahanan pangan keluarga, serta menyediakan space (tempat) untuk melakukan pasar tani secara insidentil sebagai sarana pemasaran produk tani Sumedang.

Ketika disinggung oleh Wabup, tentang ketersediaan benih dan pupuk untuk masa tanam tahun ini, Kadis Pertanian menyampaikan Sumedang dalam posisi aman.

Program unggulan lainnya dibidang Peternakan dan Perikanan, Kepala Dinas Ade Guntara menyampaikan kesiapan jajarannya menghadapi New Normal. Dinas peternakan akan membuka pasar hewan pada periode Juni 2020.

Ade Guntara memastikan bahwa dalam melakukan layanan kepada masyarakat, jajaranya melakukan hal yang biasa, dengan metode yang berubah.

“Tidak ada yg berubah, kecuali metodologi pelayanan baik dikantor maupun di lapangan. Kami siap menyambut New Normal,” tegas Ade Guntara.

Sedangkan Kepalda Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Yosep Suhayat menyampaikan bahwa dinasnya akan fokus melakukan perubahan pada internal dan eksternal. Dalam hal internal, Yosep akan memastikan karyawan di lingkungan LHK memahami SOP dan pihak eksternal juga dengan hal yang sama.

Dinas LHK, juga akan terus menjalin komunikasi dengan instansi terkait, sehingga tidak ada pelanggaran dalam menjalankan kegiatannya.

Yosep, memastikan agar kebutuhan pasukan kuning dalam menjaga keamanan dirinya dapat segera terpenuhi, seperti masker maupun alat pelindung diri lainnya.

Dalam rapat juga melakukan pembahasan tentang persiapan pembukaan tempat wisata yang selama ini ditutup total. Melalui Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Pemuda dan Olahraga, Hari Tri Santosa menyampaikan jajarannya telah melakukan persiapan untuk membuat SOP dan segera melakukan komunikasi dengan pelaku pariwisata diantaranya PHRI, Asita dan organisasi lainnya termasuk dengan melibatkan dinas terkait, sehingga pada pelaksanaan New Normal, pelaku wisata sudah siap.

Hari juga menyampaikan, setiap Destinasi wisata yang belum melakukan persiapan sempurna, tidak akan diberikan izin buka. Dan jika ada pelanggaran dalam pelaksanaannya, Dinas tidak akan segan-segan untuk melakukan peringatan, hingga pencabutan izin usaha.

Selain itu, Hari juga sedang menjalankan program Virtual online, untuk melakukan aktivitas budaya dengan bekerjasama dengan media atau publikasi media sosial seperti facebook maupun youtube.

Hal lainnya yang menjadi bahasan adalah paparan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi , adalah ditandai dengan bertambahnya pengangguran, bertambahnya jumlah karyawan yang terkena PHK. Ada kabar baiknya, Sumedang mendapatkan porsi cukup banyak untuk melakukan Transmigrasi ke Kalimanatan Tengah.

Dinas lainnya, yang tidak kalah menarik dari Dinas PMPTSP, Dinas Koperasi UKMPP, Dinas PUPR, Perkimtan, maupun paparan dari Bappppeda dan Bappenda, termasuk persiapan dari Asisten Daerah Bidang pembangunan, dr. Hilman.

Kepada Asisten Pembangunan, Bupati meminta untuk segera membuat panduan secara lengkap tentang persiapan New Normal. ***

Hits: 195