Buntut Surat Peringatan DPMPTSP, Satpol PP Sumedang Menghentikan Kegiatan Alih Fungsi Hotel di Sejumlah Apartemen di Jatinangor

“Semua yang tidak sesuai aturan dihentikan dari segala aktivitas perhotelan,” tutur Bambang Rianto

Bambang Rianto, Kasatpol PP Kabupaten Sumedang

Jatinangor, TiNewss.com – Sehari setelah Media ini memberitakan tentang Surat Peringatan dari DPMPTSP Kabupaten Sumedang kepada sejumlah apartemen di Jatinangor, hari ini (Rabu, 8/2020) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang menghentikan aktivitas fungsi hotel pada apartemen tersebut.

Hal ini disampaikan Bambang Rianto, Kepala Satpol PP Kabupaten Sumedang kepada redaksi TiNewss.com yang dihubungi melalui saluran WhatsApp.

“Semua yang tidak sesuai aturan dihentikan dari segala aktivitas perhotelan,” tutur Bambang Rianto.

Menghentikan kegiatan apartemen yang melakukan perubahan fungsi menjadi hotel, setelah dipastikan melalui sidak (inspeksi mendadak) bersama dengan DPMPTSP dan Bappenda Kabupaten Sumedang.

Melakukan perubahan fungsi, jelas merupakan pelanggaran terhadap izin yang dipegang oleh apartemen dan pondokan dimaksud. Sehingga langkah tegas pemerintah Kabupaten Sumedang, segera melakukan perintah penghentian operasional hotel pada apartemen-apartemen yang tercantum dalam surat dari DPMPTSP.

Apartemen dimaksud adalah Apartemen Taman Melati Jatinangor, Hotel City Edge di Awani Pondokan Studento Jatinangor dan Apartemen Easton Park Residence.

Adapun hasil sidak di Apartemen Taman Melati Jatinangor terdapat hunian 758 unit, rencana untuk dipakai hotel 138 unit, dan yang sudah siap untuk hotel 55 unit.

Karena kedapatan sebagai hunian sudah beralih fungsi jadi hotel, tim menghentikan kegiatan operasional Hotel tersebut. Selain itu pihak management akan menonaktifkan aplikasi pemasaran melalui online yang biasa digunakan para tamu hotel untuk memesan. Dan Manajemen Taman Melati juga mengaku sudah mengajukan permohonan perubahan fungsi untuk 138 unit menjadi hotel dgn resi penerimaan berkas dari DPMPTSP Kabupaten Sumedang,” ucapnya.

Untuk Awani Pondokan Studento, sambung Bambang, terdapat dua management yakni Awani Pondokan dan City Edge. Dimana Awani Pondokan hanya menerima kos-an saja sedangkan untuk City Edge menyediakan fasilitas hotel.

“Kita menghentikan kegiatan Hotel City Edge yg berjumlah 15 Unit/kamar dan diketahui management juga belum memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). Sedangkan Awani Pondokan dokumen TDUP masih dalam proses,” ucapnya

Sementara Easton Park Residence Jatinangor sendiri, sebanyak ± 200 Unit dijadikan fungsi hotel, selain itu fakta dilapangan juga pihak Easton Park belum memiliki perijinan TDUP dan untuk IMB juga peruntukannya untuk Rusunami.

“Untuk pemasaran hotel easton park, melalui aplikasi pegipegi, tetapi dari pihak management belum pernah dimintai ijin untuk melakukan promosi di aplikasi. Dan pihak easton park sudah melakukan pertemuan dengan para pemilik unit yang berada di easton park,” ujarnya.

Bambang menambahkan, dengan adanya hasil sidang tersebut, pihaknya akan mengundang para pihak Management Apartemen yang diketahui mengalihkan fungsi Apartemennya menjadi Hotel pada Hari Senin (13/1) mendatang.

“Ada satu lagi Apartemen yang kita belum sidak, karena diduga juga beralih fungsi menjadi hotel,” tandasnya tanpa menyebutkan nama apartemen dimaksud.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas PMPTSP Kabupaten Sumedang, H Ade Setiawan, menyampaikan bahwa seyogyanya semua aktivitas apartemen dimaksud dihentikan. “Jika mereka bermaksud melakukan perubahan perizinan menjadi hotel, maka seyogyanya mereka melakukan penonaktifan dulu dari semua kegiatan. Izin lama akan kami cabut, dan perizinan baru akan Kami proses. Selama proses pencabutan dan pemberian izin (jika diizinkan) mereka tidak boleh melakukan operasional,” tandasnya. (Rauf Nuryama) ***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: