Cinta dan Do’a

Cinta dan do’a dua buah kata yang berbeda makna. Cinta dan do’a bisa jadi pasangan yang serasi. Ketika berbicara marilah cintai tanah air dalam upacara bendera, maka selalu ditutup dengan do’a untuk tanah air. Ketika berbicara cinta pada orang tua, juga diikuti dengan mendoakan kebaikan untuk orang tua. Ketika berbicara cinta kepada anak, maka orang tua mendoakan kebaikan untuk anaknya. Dan ketika berbicara cinta antar laki-laki perempuan, juga tentu ada doa kebaikan untuk cinta keduanya. Intinya, cinta dan do’a adalah pasangan serasi.

Cinta memiliki makna berbeda tergantung sudut pandang. Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Cinta juga dapat diartikan sebagai suatu perasaan dalam diri seseorang akibat faktor pembentuknya. Dalam konteks filosofi, cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut.

Di laman Wikipedia, cinta secara terminologi dapat dibagi menjadi: (1) Cinta yang lebih cenderung kepada romantis, asmara dan hawa nafsu, eros. (2) Sayang yang lebih cenderung kepada teman-teman dan keluarga, philia. (3) Kasih yang lebih cenderung kepada keluarga dan Tuhan, agape. (4) Semangat nusa yang lebih cenderung kepada patriotisme, nasionalisme dan narsisme, storge.

Cinta adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam. Menurut Erich Fromm, ada lima syarat untuk mewujudkan cinta kasih, yaitu: Perasaan, Pengenalan, Tanggung jawab, Perhatian, dan Saling menghormati.

Erich Fromm dalam buku larisnya (The Art of Loving) menyatakan bahwa semua syarat itu muncul secara seimbang dalam pribadi yang mencintai. Bohong bila seseorang mengatakan cinta tetapi tidak ada rasa tanggung jawab, bohong bila seseorang berkata cinta tetapi tidak menghormati, bohong bila mengatakan cinta tetapi tidak perhatian.

Cinta memang unik, bisa dirasakan tetapi tidak bisa dilihat. Cinta sangat abstrak. Hanya tanda-tanda yang dapat diamati dari cinta.

Cinta bukan hanya sebatas kata-kata. Cinta sejatinya lahir dari dalam hati yang paling dalam agar apa yang di katakan Erich Formm benar-benar terwujud. Kalau syarat Cinta Erich Formm tidak terpenuhi, bisa jadi cinta hanya sebatas di bibir.

Cinta sejatinya juga akan melahirkan do’a-do’a kebaikan untuk orang yang dicintainya. “Aku mencintaimu, itu sebabnya aku tak kan pernah selesai mendoakan keselamatanmu,” kata penyair kondang Sapardi Djoko Damono.*

Hits: 16