Destinasi Wisata di Sumedang Masih Sepi, Kecuali Yang Gratis

TiNewss.com – New Normal atau Adaptasi Kebiasaan baru (AKB) di Kabupaten Sumedang, belum dimanfaatkan sepenuhnya untuk hadir di lokasi wisata yang ada sudah berizin di Sumedang. Kecuali ke tempat yang gratis dan tidak ada protokol kesehatan.

Hal ini terungkap dari wawancara Online dengan Pelaku usaha Wisata Pesona JG Asep Taufik, dan Ketua PHRI, H. Nana Mulyana, Minggu (14/6/2020) malam.

Menurut pengakuan Asep, jumlah wisatawan yang hadir di Pseona JG (PJG) yang beralamat di Ciduging Darmaraja, belum mencapai 100 orang per hari. Padahal sebelum Corona, jumlah pengunjung pada sabtu dan minggu bisa mencapai 300 sampai 1000 orang sehari.

Hal yang sama disampaikan Ketua PHRI, yang juga pemilik Destinasi Wisata Kampung Karuhuhn di Sumedang Selatan, H. Nana Mulyana.

“Okupansi Hotel, Restaurant, Kafe dan destinasi wisata masih rendah dibanding dengan keadaan normal sebelum ada wabah corona,” katanya.

Minat wisawatan datang ke lokasi yang berbayar sudah mulai ada walaupun belum signifikan. Hal berbeda dilokasi wisata yang gratis, kehadiran pengunjung cukup tinggi. Hal ini terbukti dengan banyaknya warga yang datang ke Sungai Cihonje dan Perkebunan Teh Margawindu.

“Saya menduga, salah satu faktornya adalah karena daya beli masyarakat sudah menurun. Sehingga menjadi trend adalah ke tempat wisata yang murah bahkan gratis,” terangnya.

PROTOKOL KESEHATAN DI LOKASI WISATA

Terkait dengan masa AKB, dimana masyarakat diharuskan menjalani protokol kesehatan. Pelaku usasa wisata, jauh-jauh hari sebelumnya harus membuat SPTJM atau Surat Pertanggungjawaban Mutlak, dimana pemilik usaha harus membuat surat pernyataan akan menyediakan protokol kesehatan dengan ketat, dan jika melakukan pelanggaran akan bersedia dilakukan penutupan.

Sejumlah tempat wisata sudah menyediakan alat pendeteksi suhu tubuh bagi pengunjung, hanya mereka yang menggunakan masker yang boleh masuk, dan diwajibkan untuk cuci tangan dan menjaga jarak.

Seperti terlilhat di PJG dan Kampung Karuhun, kedua lokasi ini sudah mengantongi Rekomendasi dari Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumedang.

“Kami patuh kepada regulasi yang dibuat Pemerintah, karena ini untuk kepentingan Kami, Kepentingan pengunjung dan kepentingan masyarakat semuanya. Protokol Kesehatan ini, bukan untuk kepentingan pemerintah saja. Pencegahan Covid-19, adalah tanggungjawab bersama,” tegas Nana.

Namun demikian, Nana menyayangkan adanya masyarakat yang hadir berjubel ke lokasi tertentu yang justru tidak mengindahkan protokol kesehatan.

“Di lokasi yang gratis dan pengunjungnya berjubel, perlu diwaspadai,” katanya.

Patroli Gabungan TNI, Polri, dan SatPol PP Kabupaten Sumedang sedang melakukan kegiatan pengawasan dan edukasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). (sumber: PolPP Sumedang)

Menyikapi hal ini, Kasatpol PP Kabupaten Sumedang, Bambang Rianto mengatakan bahwa pihaknya selalu melakukan operasi Gabungan bersama TNI dan Polri.

“Selama masa AKB, setiap hari melakukan patroli Gabungan bersama TNI, Polri dan SatpolPP. Salah satu yang menjadi sasaran kami adalah Destinasi Wisata,” terang Bambang.

Tim nya menurut Bambang, melakukan woro-woro atau pendisiplinan baik di tempat wisata, pasar, bahkan rumah makan.

“Salah satu tugas Kami, adalah melakukan sosialisasi dan mengawal pelaksanaan Perbup No 45 tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan baru (AKB) dalam rangka penanganan Covid-19 dan Kepbup No 241 Tahun 2020 tentang pemberlakukan Adaptasi Kebiasaan baru (AKB) di Kabupaten Sumedang,”jelas Kasatpol PP, Minggu (14/6/2020) melalui saluran WhatApps ke redaksi TiNewss.com. (Rauf Nuryama)***

Hits: 37