Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by whitelisting our website.

Di Duga Menyalahgunakan Izin, Lahan Pemakaman Ini Tanahnya di Jual Ke Bandung, Ketika Hujan Lumpurnya Ke Cimanggung

Illustrasi : Tempat Pemakaman Umum

Sumedang, TiNewss.com – Luput dari pemberitaan sebelumnya, salah satu penyebab terjadinya banjir lumpur yang masuk ke badan jalan di Parakanmuncang Cimanggung, Sumedang beberapa waktu lalu, ternyata bersumber dari lahan pemakaman yang diduga disalahgunakan.

Izin yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sumedang pada tahun 1994 adalah untuk pemakaman, namun ternyata dilokasi., lahan tersebut tanahnya di gali dan tanahnya dijual ke luar kota (Bandung), serta disinyalir menjadi penyebab banjir lumpur yang menimpa badan jalan Parakanmuncang.

Hal ini menjadi referensi tambahan penyebab banjir Cimanggung dan Jatinangor, selain tentunya adanya penyalahgunaan tanah resapan menjadi perumahan sebagaimana diberitakan beberapa media di Sumedang sebelumnya.

Lahan Pemakaman, namun aktivitas dilapangan terjadi penggalian tanah yang di kirim ke luar kabupaten Sumedang, (Doc/TiNewss/10/2/2020)

Ketika hal ini di konfirmasi ke Dinas Terkait, pihak Dinas PUPR Kabupaten Sumedang membenarkan ada aktivitas bekas galian yang belum di tata yang akan dijadikan area pemakaman di lokasi tersebut.

Demikian disampaikan Plt Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Sumedang, R. Sonny Nurgahara, S.T., S.Sos., M.Si, kepada TiNewss.com (12/2/2020).

“Ya, Kami telah menurunkan Tim Teknis Pengawasan dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang pada hari Senin (10/2/2020), ternyata di lokasi ada penataan pemakaman yang dikuasai oleh PT CST/Yayasan Restu Alam Dina Sira, dan ada aktivitas bekas galian,” terang Sonny melalui WhatsApp.

“Temuan ini, yang mengakibatkan terjadinya banjir yang membawa material tanah (lumpur) sehingga menutupi sebagian badan jalan di Parakanmuncang,” lanjut Sonny.

Pemakaman itu sendiri, lanjut Sonny, memiliki izin dari tahun 1994. Dikelola oleh PT CST / Yayasan Restu Alam Dina Sira dan berlokasi di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang.

Sonny juga tidak membantah ketika dikonfirmasi ada penyalahgunaan izin. “Iya, Izin nya untuk pemakaman, tapi pelaksanaanya ada aktivitas galian tanah untuk di angkut ke luar Sumedang,” katanya.

Karena lokasi ini belum di tata, serta embung airnya belum optimal, maka terjadilah banjir lumpur dari lokasi ini.

“Atas dasar itu, Kami sudah melayangkan surat Pemberitahuan kepada manajemen PT CST, agar segera melakukan penanganan dan pencegahan banjir atau longsor susulan,” ucap Sonny. (Rauf Nuryama)***

%d blogger menyukai ini: