Gapura Ciherang, Pemkab Sumedang : Tidak Benar Nilai Proyek Itu 600 Juta (!)

Sumedang, TiNewss.com – Pembangunan Gapura Ciherang, sebagai tugu selamat datang yang akan masuk ke Kota Sumedang, belum merupakan pembangunan gapura selamat datang yang sesungguhnya. Ini baru penataan, sehubungan gapura Selamat Datang yang ada sebelumnya, runtuh tertabrak truck. Pemerintah, melakukan penataan supaya tidak kumuh, tujuan sebenarnya bukan untuk membuat tugu yang rusak atas ulah yang tidak bertanggungjawab. Ini, juga merespon keinginan masyarakat yang melihat sepertinya Tugu di Ciherang dibiarkan. Sehingga Pemerintah Kabupaten Sumedang, pada akhir tahun 2019, membuat kebijakan agar tidak kumuh, dan terkesan abai. Ke depan, akan disiapkan gapura yang bagus. Yang sesuai dengan karakteristik Sumedang sebagai Puser Budaya Sunda.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Sumedang, H Gungun Ahmad Nugraha, kepada TiNewss.com, terkait dengan berkembangnya polemik di masyarakat, tentang tugu selamat datang yang berlokasi di Ciherang, Senin (3/2/2020).

Gungun, juga membantah berkembangnya isu yang menyebutkan nilai proyek tersebut mencapai Rp 600 Juta Rupiah, sebagaimana di sampaikan Atang Setiawan, Anggota DPRD Sumedang kepada Notif.id. “Tidak mungkin, secara teori itu sumbernya dari anggaran perubahan, dan hanya untuk membersihkan serta membuat tanda saja. Kalau dari perubahan, nilai Rp 600 juta, tentu harus lelang, dan secara waktu tidak mungkin. Itu pertama. Kedua, sebagaimana tercantum dalam Website lpse.sumedang.go.id, nilai proyek itu hanya sekitar Rp 193 Juta saja,” terang Gungun.

Lebih lanjut, Gungun juga menyampaikan bahwa Pelaksana, sampai saat ini belum selesai 100 Persen pekerjaanya, masih ada addendum waktu 50 hari kerja sebagaimana diatur dalam Perpres, bahkan sampai batas pemeliharaan. Artinya, dalam batasan ini jika belum sesuai dengan rencana awal, maka tidak akan ada pembayaran. “Belum ada pembayaran sama sekali, kepada pelaksana. Jadi, tidak ada kerugian keuangan negara. Dan, Kami sudah meminta Inspektorat untuk menganalisa dan melakukan evaluasi, apakah aspek kuantitas dan kualitasnya terpenuhi atau tidak?” tegas Gungun.

Ketika nanti Inspektorat sudah melakukan evaluasi, apapun hasil rekomendasi yang disampaikannya, akan menjadi acuan bersama dalam melanjutkan atau tidak melanjutkan pekerjaan ini.

Gapura ‘Selamat Datang’ Kabupaten Sumedang di daerah Ciherang ambruk ditabrak truk batubara. Sumber: news.detik.com (13/10/2014)

Penting untuk diketahui oleh masyarakat, bahwa Gapura Selamat Datang yang berada di Ciherang, nanti akan menjadi Ikon Sumedang. Sebagai Leading Sektor, Perkimtan akan melibatkan beberapa pihak, termasuk juga keterlibatan dari unsur-unsur terkait dengan Sumedang sebagai Puseur Budaya Sunda. “Kita punya beberapa kriteria yang harus sesuai dengan pakem. Banyak contoh desain yang bisa disesuaikan SPBS, dan itu membutuhkan biaya yang cukup besar, tidak mungkin dianggarkan dalam perubahan,” lanjut Gungun.

Terkait dengan realitas yang ada saat ini, Gungun berharap masyarakat dapat memaklumi dan bersabar. “Insya Allah Kami bekerja untuk Sumedang, sekali lagi Kami sampaikan bahwa ini bukan bagian dari pembangunan Gapura seutuhnya, sejatinya hanya permainan beberapa lampu, namun demikian dalam perkembangannya tidak memungkinkan. Oleh karena itu, kami menyerahkan kepada Inspektorat agar memberikan rekomendasinya kepada Kami, sehingga langkah yang Kami lakukan ke depan, sesuai dengan landasan yang ada, dan yang terpenting tidak ada Keuangan Negara yang dirugikan,” tuturnya. (Rauf Nuryama)***

%d blogger menyukai ini: