Gara-gara Corona (?) Bawang Putih Di Sumedang Melonjak Hingga 100 Persen

Sumedang, TiNewss.com – Di duga karena virus corona di China, Impor bahan pangan yang dihentikan oleh Kemendag, membuat stock bawang putih menyusut dan akhirnya harga melonjak hingga 100 persen. Sejumlah bahan pokok di Pasar Tradisional di Sumedang, seperti di Jatinangor harga bawang putih tembus ke angka Rp 60 ribu per Kilogram dari sebelumnya hanya sekitar Rp 30 ribu saja per Kilogramnya.

Demikian hasil penelusuran kontributor TiNewss.com di Pasar Jatinangor Sumedang, Selasa (11/2/2020)

“Sudah hampir dua pekan kang,” kata seorang pedagang menyampaikan informasinya tentang kenaikan harga ini. Menurutnya, hal ini karena pasokan bawang putih dari Tiongkok (China) dihentikan akibat merebaknya isue virus corona.

Sementara itu, harga kebutuhan pokok lainnya seperti cabe keriting, cabe rawit, cabe merah, dan bawang merah masih relatif stabil.

Masih menurut sumber tadi, yang mengaku bernama Nana, kenaikan juga terjadi pada harga daging ayam. Namun, kenaikan harga ayam, menurut nana bukan karena virus corona, terlebih karena faktor cuaca dan distribusi, yang mengakibatkan harga pakan naik dan naik pula harga daging.

“Selain bawang putih, yang naik juga harga daging ayam,” jelas Nana.

Sebagaimana diberitakan di media ini, Pemerintah Indonesia telah membuat keputusan melalui Kementrian Perdagangan untuk menghentikan sementara impor pangan dan makanan dari China. Keputusan ini dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus corona yang berasal dari China. (3/2/2020).

Di kutip dari finance.detik.com, Kepada Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi mengatakan lonjakan harga bawang putih terjadi karena masalah distribusi. Ia tidak menampik jika adanya isue virus Corona mengganggu proses ekspor-impor pangan.

“Produk kita terhambat dari China pasti. Saya katakan tidak hanya impor, ekspor juga terhambat. Tapi ini mudah-mudahan segera cepat selesai,” kata Agung di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (9/2/2020).

Meski begitu, Agung memastikan pasokan bawang putih masih tersedia sampai Maret 2020. Hingga saat ini masih ada pasokan 133.000 ton bawang putih sisa impor tahun 2019.

“Impor sudah masuk, sekarang ada di importir semua. Totalnya 133.000 (ton), masih cukup sampai akhir Maret. Kalau tahun 2020 lagi sedang dihitung Kemendag (Kementerian Perdagangan),” tuturnya. (HS-Rauf Nuryama)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: