Gelar Anugerah Vidya Caryena, Agus Wahidin : Guru Tidak Akan Pernah Tergantikan

“Jadi saya garis bawahi, guru itu walaupun sekarang ada ada aplikasi Ruang Guru dan sebagainya, tidak akan pernah tergantikan,” jelas Agus. Wahidin

Bupati Sumedang, H Dony Ahmad Munir bersama dengan Wakil Bupati Sumedang H Erwan Setiawan, memberikan keterangan Pers Paska Pemberian Anugerah Vidya Caryena (Rabu.15/1/2020)

Sumedang, TiNewss.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, memberikan anugerah Vidya Caryena kepada 48 Tokoh yang berjasa dalam memajukan pendidikan di Sumedang. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, H Agus Wahidin, menyampaikan bahwa pemberian penghargaan ini adalah sebagai apresiasi kepada para tokoh yang telah berjasa dalam membangun pendidikan di Sumedang, pada zamannya. Pemberikan penghargaan ini dilakukan di Aula Islamic center, Rabu (15/1/2020).

Namun seiring dengan perkembangan zaman, kata Agus, kini di era perkembangan teknologi yang sangat luar biasa, memberikan dampak positif yang sudah dirasakan, namun apakah kita siap dampak negatifnya? Oleh karena itu Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang menyiapkan guru yang kompeten, untuk membangun generasi yang cerdas namun eksotik.

Eksotik, menurutnya adalah kepanjangan dari Ekspresif, Soleh dan Beretika. Jadi, dengan perkembangan teknologi seperti apapun, guru tidak bisa digantikan. “Jadi saya garis bawahi, guru itu walaupun sekarang ada aplikasi Ruang Guru dan sebagainya, tidak akan pernah tergantikan,” jelas Agus Wahidin.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, bahwa guru yang dimaksud adalah guru yang welas, asih, deudeuh, nyaah, perhatian, jadi pembimbing, menjadi kakak, menjadi sahabat, menjadi orang tua, bahkan sekali-kali Dia bisa menjadi teman untuk curhat. “Itulah guru yang akan dilakukan oleh kita, oleh Disdik Sumedang. Itulah paradigma yang saya bawa. Tidak lagi seperti dulu, dulu memang punya cerita indah. Namun, itu masa lalu. Setiap zaman ada orangnya, dan setiap orang ada zamannya,” tutur Agus.

Kepala Dinas Pendidkan Kabupaten Sumedang, H Agus Wahidin, memberikan keterangan Pers Paska Penganugerahan Vidya Caryena (15/1/2020)

Di lokasi ini, tokoh yang turut memajukan pendidikan di Sumedang mendapatkan anugerah Vidya Caryena, Ajang penghargaan yang pertama kali digelar tersebut ditujukan bagi para insan yang bergelut di dunia pendidikan serta tokoh yang memajukan pendidikan Kabupaten Sumedang. Mereka adalah para purna bakti dan alih tugas, mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, tokoh pendidikan, kategori jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, kategori pengawas, kepala sekolah, guru dan masih banyak lagi.

Anugerah tersebut diserahkan oleh Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir yang didampingi Wakil Bupati H. Erwan Setiawan dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman di Gedung Islamic Center.

Menurut Ketua Pelaksana Dian Sukmara, kegiatan tersebut bertemakan “Guru Kompeten Membangun Generasi Cerdas Eksotik untuk Sumedang Simpati 2023”.

“Cerdas adalah konsensus nasional dan bukanlah semata-mata intelegensi dan intelektual tapi Cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan nafsunga dan hanya bekerja untuk pendidikan yang lebih maju,” ujarnya.

“Mengacu pada Visi Sumedang Simpati maka selayaknya Cerdas dikembalikan kepada pondasi amal. Maka dari itu, saya mengambil nama Eksotik yang bukan sekedar nama dan konsep. Tapi sebuah ekspresi, pendirian, keistimewaan dan keunggulan dalam membangun pendidikan di Kabupaten Sumedang,” katanya.

Pemberian anugerah vidya caryena, dimeriahkan dengan tampilan kreasi Seni, seperti tampak pada gambar (15/1/2020)

Bupati mengapresiasi Dinas Pendidikan yang telah peduli penuh serta berkotribusi dalam memberikan yang terbaik untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Sumedang. “Kegiatan ini sangat luar biasa, kreatif ,dan penuh makna. Diharapkan ini menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja kita di dunia pendidikan dan menjadi bagian konsolidasi kekuatan yang ada di Kabupaten Sumedang,” ungkapnya.

Dikatakan bupati lebih lanjut, berbagai masalah di bidang pendidikan masih banyak dihadapi Pemerintah Kabupaten Sumedang seperti usia rata-rata sekolah masih rendah, lama sekolah hanya sampai kelas 2 SMP, angka harapan sekolah dan indeks minat baca masih rendah, dan kualitas serta kompetensi guru.

“Dan tentunya kita harus menjadi bagian solusi dalam peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumedang. Guru dapat menambah kualitas kerjanya. Sarana prasana harus terus ditingkatkan dan diperbaiki. Kemudian kurikulum harus ditingkatkan lagi dan budi pekerti, moral dan ahklaq lebih ditingkatkan,” tuturnya.

Oleh karena itu, bupati berharap penghargaan tersebut menjadi salah satu solusi dalam mengatasi masalah pendidikan di Kabupaten Sumedang.

“Penyerahan penghargaan ini merupakan bukti bahwa pemerintah daerah sangat peduli terhadap jerih payah bapak dan ibu yang telah menunjukan kinerjanya selama ini dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” tuturnya.

Bupati menyebutkan, profesi guru merupakan profesi yang mulia karena memberikan didikan dan arahan pada anak didiknya.

“Saya harap kegiatan ini mampu memotivasi dan meningkatkan profesionalisme insan pendidikan sehingga berdampak pula pada peningkatan kualitas pendidikan nasional khususnya di Kabupaten Sumedang,” pungkasnya (Rauf Nuryama)***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: