Hadapi Musim Hujan 2020, Bupati Perintahkan Camat Data Daerah Rawan Bencana

Ilustrasi Tumpukan Sampah

Sumedang, TiNewss.com – Menghadapi musim penghujan 2020, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir memberikan perintah kepada Camat se-Kabupaten Sumedang untuk melakukan pemantauan daerah rawan bencana longsor dan banjir dalam rangka mitigasi bencana, juga menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap longsor dan banjir.

Demikian disampaikan Bupati Dony, kepada TiNewss.com, mengingat akhir-akhir ini banyak bencara banjir di Indonesia. Sumedang, termasuk salah satu yang rawan terhadap banjir dan tanah longsor. “Selain waspada, Saya juga meminta masyarakat Sumedang untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengintensifkan kembali Gerakan Jumat Bersih sebagai langkah antisipasi bencana,” terang Dony.

Sekaitan dengan hal ini, Bupati telah mebuat surat yang ditujukan kepada para Camat se-Kabupaten Sumedang perihal Kewaspadaan Memasuki Musim Hujan 2020. Para Camat diminta untuk melakukan pendataan serta pemantauan daerah rawan becana longsor dan banjir dalam rangka mitigasi bencana, termasuk mengimbau masyarakat agar tetap waspada terutama yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir serta mewaspadai pohon tumbang.

Masyarakat juga diminta untuk bergotong royong dalam Gerakan Jumat Bersih dengan mengeruk saluran air, drainase dan membersihkan gorong-gorong. Surat tersebut mempertegas imbauan sebelumnya yang tertuang dalam Surat Bupati Sumedang tanggal 21 Oktober 2019 tentang Perkiraan Awal Musim Hujan 2019/2020 berdasarkan hasil Focus Group Discussion yang menyajikan prakiraan berbasis dampak dalam pengurangan risiko bencana.

Ditempat terpisah, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Adang, mengkofnrimasi hal tersebut. “Pak Bupati telah mengirim surat kepada para camat untuk meningkatkan kewaspadaan saat musim penghujan. Kami juga siap hadir jika terjadi musibah bencana alam,” ujar Adang, Kamis(2/1/2020).

Menurutnya, musim penghujan kali ini lebih ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya karena efek dari musim kemarau berkepanjangan pada Tahun 2019, “Berdasarkan Prakiraan BMKG, puncak musim penghujan berlangsung pada Bulan Januari sampai Maret 2020,” tuturnya.

Untuk itu, lanjutnya, pihak BPBD telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi musim penghujan diantaranya dengan membentuk relawan bencana di tiap kecamatan.

“Dalam surat tersebut, Bupati meminta dibentuknya Relawan Penanggulangan Bencana Kecamatan yang anggotanya terdiri dari Karang Taruna, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, dan masayrakat umum” imbuhnya.

Rapat Kerja Forum Pesantren, Tiap Pesantren akan membentuk relawan penanggulangan Bencana (30/12/2019)

Selain di tingkat kecamatan, lanjut Adang, di setiap pondok pesantren juga akan dibentuk relawan penanggulangan bencana. “Berdasarkan hasil sosialisasi penangulangan bencana pada Raker II Forum Pondok Pesantren se-Kabupaten Sumedang pada 30 Desember 2019, disepakati bahwa di tiap pesantren akan ada relawan penanggulangan bencana,” ucapnya.

Dikatakan, BPBD juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak seperti TNI, Polri, Damkar (Pol PP), PLN dan relawan untuk melakukan antisipasi menghadapi bencana yang dapat setiap saat terjadi.

“Kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta mempersiapkan segala kebutuhan untuk menghadapi bencana karena kita tidak tahu dan tidak bisa menghindar ketika (bencana) terjadi,” ucapnya.

Dalam waktu dekat, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang juga akan menggelar Rapat Koordinasi yang melibatkan unsur BPBD, Satpol PP, SSQR, dan leading sector lainnya terkait antisipasi menghadapi musim hujan. (Rauf Nuryama) ***

%d blogger menyukai ini: