Kado Reses Asep Sumaryana: Bendung Rengrang, Antara Investasi dan Prestasi.

“Program Pak Bupati Dony ini, merupakan Kado Besar Sumedang Simpati yang terukur, realistis dan tidak utopis,” jelas Asum panggilan akrabnya.

Sumedang, TiNewss.com – Bendung Rengrang yang terletak di perbatasan Desa Malaka Kecamatan Situraja dan Desa Cijambe Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang, merupakan salah satu program unggulan Doamu-Esa (Baca: Dony Ahmad Munir dan Erwan Setiawan, Bupati/Wakil Sumedang 2018-2023), yang akan mengairi areal sawah dan pertanian di Kecamatan Paseh, Conggeang, dan Ujungjaya. Program ini adalah Kado Besar Sumedang Simpati yang terukur, realistis dan tidak utopis.

Demikian disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Sumedang dari Fraksi PAN, Dr. H. Asep Sumaryana, Ir., M.Si, melakukan reses dalam masa persidangan pertama di Pendopo Kecamatan Ujungjaya kepada Tinewss.com (19/12/2019)

“Program Pak Bupati Dony ini, merupakan Kado Besar Sumedang Simpati yang terukur, realistis dan tidak utopis,” jelas Asum panggilan akrabnya.

Dr. H. Asep Sumaryana, Ir. M.Si, Anggota DPRD Sumedang Fraksi PAN saat menyampaikan sambutan pada acara Reses di Pendopo Kecamatan Ujungjaya (19/12/2019) Doc:Istimewa/Tinewss.com

Menurut Asum, Bendung rengrang yang di gagas pertama kali oleh Bupati Endang Sukandar dan kemudian dijadikan program ungulan Dony Erwan, adalah hasil menyimak dan menghitung. “Bendung Rengrang itu Bing Bang “Investasi” yang begitu besar, kemudian mengakselerasi investasi masyarakat tani, senilai 27 M per tahun” katanya.

Hasil dari investasi adalah prestasi atau hasil dari usaha. Dan prestasi yang akan ditimbulkan dari usaha ini menurut Asum ada beberapa hal. Diantaranya adalah dampaknya terhadap Kenaikan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) dan LPE (Laporan Perubahan Ekuitas).

Selain itu, akan ada penyerapan tenaga kerja buruh tani yang setara upah Rp 13.5 M per tahun. Ada diversifikasi lapangan usaha di pedesaan, mengurangi pengangguran, dan kenaikan Purchasing Power. Pun, kegiatan ini akan menggerakan perekonomian perdesaaan dan mengurangi disparitas pendapatan. “Ini kado berharga yang terukur dan realistis Simpati 2023, investasi 70% fisik bendung dan 30% jaringan irigasi.

Asep juga sangat senang dengan reses yang dilakukannya di Pendopo Kecamatan Ujungjaya ini. Hadir pada reses ini, Perwakilan dari Balai PSDA Propinsi Jawa Barat, Camat Ujungjaya, Danramil Ujungjaya, Kapolsek Ujungjaya, perwakilan dari UPTD dan Kepala Desa dan Kelompok Tani se-Kecamatan Ujungjaya. “Reses kali ini paling spesial, karena aspriasi masyarakat Kita, ingin segera terwujud Bendung Rengrang yang bisa mengairi 1.500 Hektar lahan sawah yang ada di Ujungjaya, sebagian Conggeang dan sebagian di Padanaan. Ini yang paling di tunggu, dan ini merupakan Pembangunan yang luar biasa,” jelas Asum yang tampak sumringah.

Ahmad Darmansyah dari PPK Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWS CIMANCIS) Cirebon, saat memaparkan tentang manfaat Bendung Rengrang. (19/12/2019) Doc:Istimews/Tinewss.com

Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Darmansyah, dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS Cimancis) Cirebon , mengatakan bahwa Bendung Rengrang akan mengairi wilayah Kecamatan Paseh, Kecamatan Conggeang dan Kecamatan Ujungjaya. ” Bendung Rengrang yang berada di Desa Cijambe Kecamatan Paseh akan mengairi wilayah Kecamatan Paseh, Kecamatan Conggeang dan Kecamatan Ujungjaya ,” ucapnya.

Namun demikian Asum, mendesak Pemerintah Kabupaten Sumedang, agar percepatan pembangunan ini segera diwujudkan. “Tentu tak bisa dengan hanya menunggu, masih perlu upaya ekstra Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam menyelesaikan Program ini. Perlu kerja politik teknokratik, kerja rekayasa fisik dan sosial/kelembagaan, dan akselerasi responsibility birokrat,” terang Asum dengan tutur bahasa yang tentunya masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut. (Rauf Nuryama) ***

%d blogger menyukai ini: