Kasatpol PP Sumedang Sidak Langsung Apartemen Pinewood di Jatinangor

“Kami langsung dari Kamar 1205, Kamarnya Ibu Wati sebagai agen yang memasarkan kamar di Pinewood sebagai fasilitas hotel, melalui media online (aplikasi) pegipegi, traveloka, Kita sudah periksa kamarnya, dan Bu Wati sudah bersedia menghentikan segala aktivitas memasarkan fasilitas hotel di apartemen Pinewood,” tutur Bambang.

Bambang Rianto, Kasatpol PP Kabupaten Sumedang

Jatinangor, TiNewss.com – Kasatpol PP Kabupaten Sumedang, Bambang Rianto memimpin langsung Inspeksi Mendadak (Sidak) dan Operasi penertiban di Apartemen Pinewood Jatinangor, Sumedang Jawa Barat, Kamis (9/1/2020).

Pengelola Apartemen ini disinyalir telah melakukan penyalahgunakan izin dengan mengalihfungsikan sebagai hotel. Bersama sejumlah petugas Pol PP, juga hadir perwakilan DPMPTSP, Atang Sutarno dan Engkos. Selama proses berlangsung, baik pengelola maupun agen yang menjual fasilitas hotel, cukup kooperatif, selain tampak gugup.

Hasil sidak menunjukan bahwa Apartemen Pinewood telah menyalahgunakan izin dari sebelumnya IMB untuk Rusunami, namun dalam kenyataannya dipergunakan untuk penginapan atau hotel. Kepada TiNewss.com, Bambang mengatakan bahwa sejak hari ini, pasca sidak, semua operasional hotel berhenti di Apartemen Pinewood.

“Di sini ada 2 agen yang menjual fasilitas hotel, dan sejak hari ini kami hentikan. dan mereka sudah menyanggupinya, sebagaimana Berita Acara yang mereka tanda tangani,” jelas Bambang.

Apartemen yang berjumlah 980 unit, sudah sold out, atau semuanya sudah terjual.

Bersama dengan Manajemen dan Pengeloa Apartemen Pinewood, Kasatpol PP Bambang Rianto di dampingi Sekretaris DPMPTSP Sumedang, Atang Sutarno (Kamis, 9/1/2020)

Bambang dan Tim, diterima oleh Dudi Iskandar (BM Pinewood) dan Irda Ridwan (OM Pinewood). Selain itu, hadir 2 (dua) orang agen yang menawarkan apartemen sebagai fasilitas hotel, Wati dan Heri.

Bambang juga memerintahkan manajemen Pinewood untuk melakukan inventarisir sejumlah unit yang digunakan sebagai fasilitas hotel. Selain itu, Kasatpol PP juga menghentikan semua jenis penawaran dan transaksi sewa melalui aplikasi pegipegi.com. traveloka dan tiket.com.

Pada saat yang sama, para agen langsung menyerahkan kunci kepada pemilik apartemen. Kasat juga melakukan sidak langsung ke kamar-kamar yang biasa digunakan sebagai fasilitas hotel, juga langsung menghentikan kegiatan ini.

Kasatpol PP Kabupaten Sumedang, Bambang Rianto, saat melakukan Sidak di Apartemen Pinewood Jatinangor, Sumedang Jawa Barat (Kamis, 9/1/2020)

“Kami langsung dari Kamar 1205, Kamarnya Ibu Wati sebagai agen yang memasarkan kamar di Pinewood sebagai fasilitas hotel, melalui media online (aplikasi) pegipegi, traveloka, Kita sudah periksa kamarnya, dan Bu Wati sudah bersedia menghentikan segala aktivitas memasarkan fasilitas hotel di apartemen Pinewood,” tutur Bambang.

Sidak yang selesai sekira pukul 15:20 WIB sore ini (9/1/2020) tanpa perlawanan baik dari pemililk maupun dari agen. Mereka kemudian harus menghadap ke Kantor Satpol PP Kabupaten Sumedang, Senin (13/1/2020) untuk penjelasan lebih lanjut dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Kami mengundang mereka untuk hadir di Pol PP Sumedang, Senin besok”, jelas Bambang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ada 3 apartemen dan 1 pondokan di Jatinangor yang mendapatkan Surat Peringatan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumedang atas kegiatan yang melanggar izin.

Sampai saat ini, belum ada penjelasan dari pemilik atau pengelola apartemen untuk mengalihkan atau melakukan perubahan izin. Namun jika mereka akan melakukan kegiatan operasional hotel, maka langkah yang harus dilakukan adalah menghentikan semua aktivitasnya, untuk dicabut izinnya, dan mengajukan perizinan kepada DPMPTSP.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Kepala Dinas PMPTSP Sumedang, Ade Setiawan. “Jika mereka mau mengajukan perizinan baru, maka segala aktivitasnya harus berhenti, izin lama dicabut, dan permohonan izin baru diajukan. Apabila disetujui, maka operasi mereka baru bisa dilanjutkan, jika tidak maka kembali ke izin sebelumnya. Namun jika mereka tetap nakal, maka Kami tidak segan untuk menutup segala jenis kegiatan di apartemen tersebut,” tegas Ade. (Rauf Nuryama)***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: