Kerja Sama dengan Unpad dan ITB, Sumedang Luncurkan Aplikasi Amari

Sesuai kepanjangan dari namanya Aplikasi Mawas Diri memiliki kemampuan untuk mendeteksi dengan mandiri gejala-gejala yang mungkin disebabkan Covid-19. Artinya masyarakat umum dapat memberikan jawaban secara mandiri terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh Amari

Dr. H. Dony Ahmad Munir, S.T., M.M., Bupati Kabupaten Sumedang

TiNewss.com – Bekerja sama dengan Unpad dan ITB, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang meluncurkan Aplikasi Mawas Diri (Amari) Covid-19 yang digunakan untuk melakukan mendeteksi dini gejala-gejala yang ditimbulkan oleh Covid-19.

Menurut Bupati H. Dony Ahmad Munir, kerja sama tersebut sebagai bentuk penyelenggaraan pemerintahan yang kolaboratif pentahelix, dimana unsur akademisi yakni Unpad dan ITB dilibatkan dalam usaha Pemerintah Daerah menanggulangi penyebaran Covid-19.

Amari merupakan proyek rintisan yang dibuat Satgas Pengendalian Covid-19 Unpad dan ITB dengan dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang. Aplikasi ini dikembangkan sebagai bentuk kepedulian terhadap merebaknya pandemi virus corona di Indonesia,” ujarnya.

Namun demikian, lanjut bupati, aplikasi tersebut bukan sebagai alat pengganti layanan kesehatan atau alat diagnosis penyakit Covid, tetapi lebih sebagai layanan informasi dalam bentuk digital.

“Sesuai dengan tampilan halaman utama Amari, aplikasi ini digunakan lebih sebagai identifikasi awal dan edukasi infeksi Covid-19 bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Sumedang yang juga dapat diakses melalui alamat Covid19.sumedagkab.go.id dalam menu Self-Assesment-Reporting-COVID-19,” jelas Bupati Dony.

Amari Covid-19 menghasilkan basis data yang kemudian digunakan relawan baik mahasiswa, dokter, bidan, perawat maupun psikolog untuk melakukan edukasi maupun perawatan kesehatan secara jarak jauh yang disebut teledukasi dan telemedicine.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari sistem kesehatan yang perlu dikembangkan dalam situasi PSBB dan physical distancing,” imbuhnya.

Dikatakan bupati, Amari merupakan inovasi yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta mengubah perilaku masyarakat menghadapi Covid-19 dan upaya pencegahannya.

“Sesuai kepanjangan dari namanya Aplikasi Mawas Diri memiliki kemampuan untuk mendeteksi dengan mandiri gejala-gejala yang mungkin disebabkan Covid-19. Artinya masyarakat umum dapat memberikan jawaban secara mandiri terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh Amari,” tuturnya.

Berdasarkan jawaban-jawaban yang diberikan oleh pengguna aplikasi, lanjut bupati, Amari akan memberikan rekomendasi tentang hal-hal yang harus dilakukan dan jangan dilakukan.

“Aplikasi amari juga akan meminta data masyarakat tersebut diantaranya alamat dan nomor telepon yang dapat dihubungi untuk selanjutnya para dokter muda Unpad akan melakukan pendampingan melalui telepon untuk memberikan pembimbingan dan perawatan secara jarak jauh terhadap hasil triase masyarakat tersebut,” jelas bupati.

Amari dikembangkan dengan teknologi berbasis web sehingga dapat diakses dari mana saja dan kapan saja.

“Dapat menggunakan komputer yang terhubung dengan internet atau melalui smart phone,” tutur bupati. (Rauf Nuryama)***

Hits: 11