Korsel Gagal Berlakukan New Normal, Kembali PSBB

Ilustrasi : Petugas melakukan penyemprotan disinfectan fasilitas umum

Sumedang, TiNewss.com – Pelonggaran pembatasan sosial di Korea Selatan sejak awal bulan ini, membuahkan hasil yang mengecewakan. Korsel memberlakukan New Normal (Normal baru) untuk bisnis, sekolah bisa beroperasi kembali. Namun hal ini patut disayangkan. Korsel telah Gagal, hingga beberapa kasus baru terjadi dan beberapa klaster. Kegagalan Korsel, memaksa negeri itu kembali memberlakukan Pembatasan sosial, atau PSBB.

Hal ini dilaporkan kantor berita Yonhap, Kamis (28/5/2020). Menteri Kesehatan Park Neng-Hoo menduga bahwa tindakan preventif melawan epidemi tidak dilakukan oleh masyarakat setempat.

Hal ini terbukti dengan adanya 82 kasus yang sudah dilacak dari fasilitas logistik Coupang di Bucheon. Hasilnya sebanyak 4.159 orang harus ikut tes corona.

“Sepertinya tindakan preventif melawan epidemi, seperti memakai masker atau libur ketika sakit, tidak dilaksanakan dengan patuh oleh pegawai-pegawai di fasilitas itu,” ujar Menteri Kesehatan Park Neung-hoo.

Pemerintah mempublikasikan bahwa per Kamis 28 Mei 2020, kasus harian di Korsel menyentuh 79, tertinggi dalam 53 hari.

Sebelum klaster Coupang, ada lagi kasus di Seoul ketika seorang guru menularkan Virus Corona ke anak 6 tahun. Hingga akhirnya puluhan murid dan orang tua akhirnya harus dites.

Untuk diketahui, Korea Selatan merupakan teladan bagi banyak negara karena keberhasilannya meredam penyebaran Virus Corona Desease (Covid-19). Melakukan Tes massal hingga 15 ribu per hari, hingga bisa menekan kasus hingga dibawah 50 per hari bahkan pernah nol kasus.

Korea Selatan telah berupaya meredam penyebaran Virus Corona COVID-19. Sejak bulan lalu, Korsel berhasil menekan kasus harian hingga di bawah 50 per hari, bahkan pernah nol kasus.

Namun sejalan dengan gagalnya pelaksanaan New Normal, Pemerintah mencapatkan data hotspot COVID-19 tertinggi di Seoul adalah klaster klub Itaewon dengan total 131 kasus.

Pemerintah Seoul akhirnya menutup seluruh klub malam di kotanya dan harus melacak ribuan pasien.

Kasus-kasus baru itu sebagian besar berpusat di wilayah Metropolitan Seoul, tempat bermukimnya separuh dari penduduk Korea Selatan. Temuan kasus itu memaksa para pejabat setempat memperkuat kembali aturan-aturan jarak sosial yang sebelumnya sempat diperlonggar sejak 6 Mei lalu.

Dengan pemberlakuan kembali pembatasan sosial itu, museum, taman, dan galeri seni semuanya akan ditutup kembali mulai dari Jumat (29/5/2020) besok hingga selama dua pekan ke depan.

Sementara, perusahaan-perusahaan didesak untuk memperkenalkan kembali model kerja yang fleksibel, di antara langkah-langkah pembatasan lainnya.

“Kami telah memutuskan untuk memperkuat semua tindakan karantina di wilayah metropolitan selama dua minggu mulai besok hingga 14 Juni,” kata Menteri Kesehatan Korea Selatan, Park Neung Hoo, dikutip AFP, Kamis (28/5/2020).

Warga juga disarankan untuk menahan diri dari pertemuan sosial atau pergi ke tempat-tempat ramai, termasuk restoran dan bar. Sementara, fasilitas keagamaan diminta untuk lebih waspada dengan tindakan karantina.

Namun, tidak ada penundaan baru untuk pembukaan kembali sekolah secara bertahap yang saat ini sedang berlangsung.

“Dua minggu ke depan sangat penting untuk mencegah penyebaran infeksi di wilayah metropolitan (Seoul). Kita harus kembali ke jaga jarak sosial jika kita gagal,” ujarnya. (Admin)

Hits: 599