Kosmologi Islam (16)

KEISTIMEWAAN BUMI

Keistimewaan planet bumi dapat disimpulkan dari sejumlah fakta berikut:

Pertama, al-Qur’an selalu menyebutkan penciptaan langit dan bumi secara bergandengan.

Kedua, waktu yang dibutuhkan untuk menciptakan bumi adalah 2 hari, sedangkan penciptaan (seluruh) langit adalah 4 hari. Dengan demikian, perbandingan antara waktu penciptaan bumi dan langit adalah 1/3 berbanding 2/3. Padahal secara kuantitas, bumi hanyalah salah satu planet dibanding planet-planet lain yang jumlahnya tidak terhitung. Berarti bumi bukan planet random, namun bumi memiliki keistimewaan dibanding planet-planet lain.

Ketiga, “kembaran” Ka’bah yang ada di langit ketujuh berada di bumi. Tidak ada dalil atau petunjuk yang menjelaskan ada Ka’bah di planet lain atau di tiap planet.

Keempat, Allah mengangkat manusia sebagai khalifahNya di bumi (QS. al-Baqarah: 30), bukan di planet lain.

Kelima, Allah menciptakan makhluknya yang paling mulia, yaitu manusia, di bumi. Dan menciptakan manusia paling mulia (Rasulullah SAW) juga di bumi ini.

Secara astronomi, keistimewaan bumi dibanding planet lain, dapat dijelaskan sebagai berikut:

Jarak dengan matahari tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh. Maka udara bumi tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.

Di bumi banyak terdapat sumber air (sungai, danau, dan lautan). Bumi mempunyai atmosfer sehingga terjadi awan dan hujan. Atmosfer bumi mengakibatkan perbedaan suhu antara siang dan malam tidak terlalu jauh. Atmosfer bumi mengandung oksigen sehingga terdapat kehidupan.

Atmosfer juga melindungi kehidupan dari kerusakan karena sinar dan partikel dari matahari yang dapat merusak bumi. Medan magnet bumi menangkap partikel yang merusak dari matahari dan angkasa luar sehingga terkumpul dalam zona sabuk Van Allen. Letaknya kurang lebih 3.000 km – 18.000 km dari permukaan tanah. Namun ada juga partikel yang lolos dan tidak tertangkap oleh sabuk Van Allen. Partikel ini terbentuk di daerah kutub bumi sehingga mengakibatkan terbentuknya cahaya gemerlap di daerah kutub, dinamakan sinar kutub Aurora. Sinar kutub ini terjadi pada saat partikel-partikel membentur atmosfer bumi. Aurora di kutub utara di sebut Aurora Borealis, sedangkan di kutub selatan di sebut Aurora Australis.

Selama mengorbit matahari, bumi juga melakukan rotasi. Sekali rotasi membutuhkan waktu kurang lebih 24 jam sehingga terjadi siang dan malam. Di khatulistiwa, kecepatan bumi berputar sekitar 1.600 km/jam, tetapi manusia tidak merasakan pusing, malah tidak merasakan terjadinya putaran. Hal ini disebabkan pengaruh gravitasi bumi sehingga semua benda di bumi tetap berada di tempatnya masing-masing.

Selain itu, faktor-faktor berikut menjadikan bumi sebagai rumah tempat tinggal yang sangat cocok untuk manusia:

Orbit bumi terhadap bintangnya, matahari, memiliki jarak yang presisi. Manusia tidak merasa terlalu panas, dan tidak terlalu dingin. Kondisi ini membuat air bisa tetap pada bentuknya yang mencair, dan di beberapa bagian bisa menjadi es. Di Mars dan Venus, ditemukan air juga. Namun, lingkungannya tak memungkinkan air tersebut mencair dan mengalir layaknya sungai-sungai di bumi.

Hanya bumi yang memiliki satelit paling tepat posisinya, yakni bulan. Dengan keberadaan satu satelit, maka bulan bisa mengatur datangnya air pasang serta air surut. Gravitasi antara bumi dan bulan pun begitu presisi sehingga siklus di bumi menjamin kelangsungan hidup penghuninya.

Rotasi bumi terhadap matahari menjadikan pagi dan siang, iklim dingin dan panas, semua terjadi sesuai dengan kondisi mahluk hidup di dalamnya. Kita bisa menikmati matahari 12 jam dan bulan 12 jam, bisa menikmati pergantian musim yang memungkinkan flora melakukan regenerasinya.

Kalau kita ke Mars atau bulan, tak ada gravitasi sehingga manusia bisa melompat tinggi hingga puluhan meter. Walau hal tersebut menarik, namun akan susah menjalani kehidupan dalam kondisi demikian.

Keberadaan Kutub Utara dan Selatan merupakan medan magnetik yang menjaga kestabilan bumi. Temperatur di bumi paling tepat untuk kehidupan. Bumi kita memang memiliki tempat dengan suhu dingin serta suhu panas terekstrim (Antartika – 89,2 C, sementara di El Azizia, Libya, rekor terpanas mencapai 57 C). Tetapi, umumnya makhluk hidup ada dalam suasana suhu normal. Lagipula, suhu ekstrim di dua tempat tersebut masih jauh lebih baik dibandingan dengan suhu di planet-planet lain.

Lebih dari 70% air meliputi bumi. Keberadaan air ini menunjang setiap jenis kehidupan di bumi. Hingga menjelang abad 20, kondisi bumi masih normal. Tinggi air laut masih memungkinkan pulau-pulau tetap ada tanpa takut tenggelam. Baru belakangan ini, ketika manusia semakin gencar melakukan perusakan terhadap alam, maka bumi bereaksi. Air laut pun perlahan-lahan naik mengancam kehidupan makhluknya.

Hutan yang hijau memungkinkan kehidupan berlangsung terus turun-temurun. Proses fotosintetis menjamin kehidupan makhluk lainnya, hewan dan manusia bisa memanfaatkan tumbuhan di atas bumi. Bersama air, methane, dan unsur lain di atmosfir menjaga kelangsungan hidup di atas bumi.

Atmosfir selain menyelimuti bumi dari ancaman sinar kosmik dan benda-benda asing, juga memungkinkan cahaya yang ada terkontrol guna menjamin kelangsungan kehidupan di bumi.

Seluruh fakta yang digambarkan di atas melukiskan hanya satu hal; sungguh semuanya menjalin suatu sistem dengan keseimbangan yang sangat presisi.

Maha Benar Allah dengan FirmanNya:

“…Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?

Kemudian ulangi pandangan(mu) sekali lagi (dan) sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih.
(QS. Al-Mulk/67: 3-4).

PENULIS

Maman Supriatman, lahir di Kawali, Ciamis pada 25 Agustus 1958. Dosen Filsafat dan Manajemen Pendidikan pada Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (2016-sekarang; sebelumnya dosen pada Jurusan PAI sejak 1983-2016) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: