Kosmologi Islam (4)

TUJUH LAPIS ATMOSFER BUMI

Ada banyak fenomena alam yang terbukti secara ilmiah, sudah tertulis dalam kitab suci Al-Qur’an. Meski turun belasan abad sebelum ilmu pengetahuan berkembang, Al-Qur’an secara tegas menyebutkan fakta-fakta tersembunyi yang baru ditemukan manusia belakangan. Salah satunya seperti fakta tujuh lapisan atmosfer bumi.

Planet Bumi yang kita pijak ini memiliki lapisan gas yang disebut atmosfer. Di Bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan Bumi.

Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan, yang dinamai menurut fenomena yang terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara lapisan yang satu dengan yang lain berlangsung bertahap.

Pada awalnya, studi tentang atmosfer dilakukan untuk memecahkan masalah cuaca, fenomena pembiasan sinar matahari saat terbit dan tenggelam, serta kelap-kelipnya bintang. Dengan peralatan yang sensitif yang dipasang di luar angkasa, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang atmosfer berikut fenomena-fenomena yang terjadi di dalamnya.

Atmosfer Bumi terdiri atas nitrogen 78,17 persen dan oksigen 20,97 persen, dengan sedikit argon 0,9 persen, karbondioksida, uap air dan gas lainnya.

Lapisan Atmosfer

Fakta ilmiah menyebutkan bahwa atmosfer terdiri dari lapisan-lapisan berbeda yang tersusun secara berlapis, satu di atas yang lain. Setiap lapisan memiliki fungsi khusus, dari pembentukan hujan hingga perlindungan terhadap radiasi sinar-sinar berbahaya; dari pemantulan gelombang radio hingga perlindungan terhadap dampak meteor yang berbahaya.

Bumi memiliki seluruh sifat yang diperlukan bagi kehidupan. Keberadaan atmosfer berfungsi sebagai lapisan pelindung bagi makhluk hidup.

Lapisan-lapisan atmosfer berbeda dalam ciri-ciri fisik, seperti tekanan dan jenis gasnya. Lapisan atmosfer yang terdekat dengan bumi atau yang terendah disebut troposfer. Hujan, salju, dan angin hanya terjadi pada troposfer. Lapisan ini membentuk sekitar 90 persen dari keseluruhan massa atmosfer.

Lapisan di atas troposfer disebut stratosfer. Lapisan ozon adalah bagian dari stratosfer di mana terjadi penyerapan sinar ultraviolet. Lapisan di atas stratosfer disebut mesosfer.

Termosfer berada di atas mesosfer. Gas-gas terionisasi membentuk suatu lapisan dalam termosfer yang disebut Ionosfer. Bagian terluar atmosfer bumi membentang dari sekitar 480 km hingga 960 km. Bagian ini dinamakan Eksosfer.

Berikut temuan ilmiah tentang ciri-ciri ketujuh lapis atmosfer bumi:

  1. Troposfer, lapisan terdekat bumi yang membentuk sekitar 90% dari keseluruhan berat atmosfer.
  2. Lapisan startosfer, lapisan di atas troposphere.
  3. Ozonesfer, lapisan yang mengembalikan sebagian besar sinar ultraviolet dan radiasi bahaya lainnya.
  4. Mesosfer, lapisan di atas Ozonospher, kebanyakan meteor yang datang hancur pada lapisan ini.
  5. Termosfer, lapisan diatas Mesosfer, terjadi peningkatan temperatur yang tinggi.
  6. Lonosfer, lapisan dimana gas-gas terionisasi membentuk lapisan ini, batu meteor akan terbakar dan terurai.
  7. Eksosfer, bagian paling luar Atmosfer yang membentang dari sekitar 480 Km sampai 960 Km.

Atmosfer dalam Al-Qur'an

Fakta alam semesta tentang tujuh lapis atmosfer ini sebagaimana disebutkan sebelumnya telah ada dalam Al-Qur’an. Seperti temuan para ilmuan, Al-Qur’an menyebutkan bahwa langit terdiri atas tujuh lapis. Bukan sebuah kebetulan, tetapi ini pastilah salah satu keajaiban Al-Qur’an.

“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS Al-Baqarah: 29).

“Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan asap. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.” (QS Fush-Shilat: 11-12).

Dalam dua ayat tersebut, kata “langit”, yang kerap kali muncul di banyak ayat dalam Al-Qur’an, digunakan untuk mengacu pada “langit” bumi dan juga keseluruhan alam semesta. Dengan makna kata seperti ini, terlihat bahwa langit bumi atau atmosfer terdiri dari tujuh lapisan.

Keajaiban penting lain disebutkan dalam surat Fushshilat ayat ke-12, “Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.” Dengan kata lain, Allah dalam ayat ini menyatakan bahwa Dia memberikan kepada setiap langit tugas atau fungsinya masing-masing.

”Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang di angkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman.”
(Q.S. An Nahl: 79).

Ayat di atas merupakan ayat yang paling terkait dengan atmosfer. Dalam ayat tersebut, terdapat kata “jawwis samaa’i”, dimana jawwi berarti melindungi, dan samaa’i berarti langit. Jadi, kata jawwis samaa’i berarti langit yang melindungi, yang dalam ayat tersebut diartikan sebagai angkasa bebas.

Kata ”burung” yang digunakan dalam ayat di atas, menunjukkan bahwa angkasa tersebut adalah batas tertinggi adanya kehidupan. Sebab burung tidak dapat terbang lebih tinggi dari jawwis samaa’i. Kata ini juga diartikan sebagai ghilaful ardhil hawa’i atau penutup bumi yang masih terdapat hawa (udara yang digunakan untuk bernafas, oksigen). 

Jika dihubungkan dengan ilmu meteorologi, maka jawwis samaa’i dapat diartikan sebagai troposfer. Sebab troposfer merupakan lapisan atmosfer terendah yang masih mengandung oksigen dalam jumlah melimpah. Karena posisinya yang paling dekat dengan permukaan, maka densitas udara pada lapisan ini pun paling tinggi dibandingkan lapisan atmosfer lainnya. 

Lapisan troposfer atau jawwis samaa’i ini, juga merupakan tempat terjadinya fenomena cuaca seperti hujan dan angin. Dalam Al-Qur’an, fenomena cuaca dijelaskan dengan istilah yang berbeda-beda. Untuk angin kencang yang menyenangkan digunakan kata “rih.”

Lalu kata jawwi untuk udara, dan hawa untuk udara yang bergerak. Khusus untuk hujan, proses terbentuknya diuraikan secara detil dalam surat An-Nuur ayat 43. Hal ini adalah salah satu isyarat ilmiah dari Al-Qur’an karena di Jazirah Arab hujan hanya turun 3 kali dalam setahun.

Isyarat ilmiah lain yang berkaitan dengan cuaca, dapat ditemukan dalam surat Ath-Thariq ayat 11. Dalam ayat tersebut digunakan kata raj’i yang berarti kembali, untuk menyebut kata ”hujan”.

Ilmu meteorologi telah menjelaskan bahwa hujan berasal dari uap air yang naik dari Bumi ke udara, kemudian kembali turun ke Bumi, naik lagi ke atas dan kembali lagi ke Bumi, begitulah seterusnya.

Rujukan

(https://m.gomuslim.co.id/read/khazanah/2018/09/08/8911/-p-.html)

https://m.gomuslim.co.id › khazanah
Begini Penjelasan Alquran dan Sains Terkait Tujuh Lapis Atmosfer Bumi

https://id.wikipedia.org/wiki/Atmosfer_Bumi

https://www.yuksinau.id › lapisan-at…
√ 7 Lapisan Atmosfer: Gambar, Fungsi, Sifat, Ciri, Manfaat – Yuksinau.id

https://www.idntimes.com ›
Mengenal Lebih Dekat 5 Lapisan Atmosfer Bumi, Sudah Tahu Belum?

https://baitulmaqdis.com › ilmu-bumi
Hasil web
Subhaanallah, Tujuh Lapis Bumi Di Al-Qur’an Sesuai Penelitian Modern

PENULIS

Maman Supriatman, lahir di Kawali, Ciamis pada 25 Agustus 1958. Dosen Filsafat dan Manajemen Pendidikan pada Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (2016-sekarang; sebelumnya dosen pada Jurusan PAI sejak 1983-2016) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

%d blogger menyukai ini: