Kosmologi Islam (85) Lanjutan


TANDA-TANDA BESAR KIAMAT

Demikian pula terdapat di sebagian riwayat bahwa tanda yang pertama adalah ini, sementara yang terakhir adalah ini. Walaupun demikian, sesungguhnya ada perbedaan pendapat di antara para ulama tentang tanda yang pertama kali muncul, dan perdebatan ini sudah ada sejak zaman para Sahabat.

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menggabungkan antara riwayat yang menjelaskan bahwa keluarnya dajjal adalah yang pertama kali dengan riwayat yang menjelaskan bahwa terbitnya matahari dari barat adalah yang pertama kali. Beliau berkata:

Pendapat yang paling kuat dari keseluruhan riwayat bahwa keluarnya dajjal adalah tanda besar pertama yang mengisyaratkan perubahan keadaan secara umum di muka bumi. Hal itu berakhir dengan wafatnya Nabi ‘Isa Alaihissallam. Sedangkan terbitnya matahari dari arah barat adalah tanda besar pertama yang mengisyaratkan perubahan alam atas (susunan tata surya). Hal itu berakhir dengan datangnya Kiamat, dan keluarnya binatang besar dari perut bumi terjadi pada hari yang sama dengan hari ketika matahari terbit dari barat.

Hikmah dalam hal ini adalah, ketika matahari terbit dari barat, maka pintu taubat ditutup, lalu binatang besar keluar. Binatang besar ini akan membedakan antara seorang mukmin dan kafir, sebagai penyempurna dari tujuan penutupan pintu taubat. Dan tanda pertama yang mengisyaratkan tegaknya Kiamat adalah api yang mengumpulkan manusia.”

Adapun al-Hafizh Ibnu Katsir berpendapat bahwa keluarnya binatang besar yang aneh merupakan tanda Besar Kiamat pertama yang terjadi di muka bumi (alam bawah), karena binatang yang berbicara dengan manusia dan membedakan antara seorang mukmin dan kafir adalah hal yang menyelisihi kebiasaan.

Sementara terbitnya matahari dari barat, hal itu merupakan tanda Kiamat pertama yang terjadi di langit.

Adapun munculnya dajjal, turunnya Nabi ‘Isa Alaihissallam dari langit, dan keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, walaupun mereka keluar sebelum terbit matahari dari barat sebelum munculnya binatang, karena mereka semua adalah manusia, menyaksikan mereka juga yang semisal dengan mereka, itu semua bukan hal yang aneh. Berbeda dengan keluarnya binatang dan terbitnya matahari dari barat, maka semuanya adalah hal yang aneh.

Dr. Yusuf menyimpulkan, nampaknya pendapat yang dapat dijadikan sandaran adalah pendapat yang dipegang oleh Ibnu Hajar, karena keluarnya dajjal dari keadaannya sebagai seorang manusia bukan tanda Besar Kiamat. Yang menjadikannya sebagai tanda Besar Kiamat adalah keadaannya sebagai manusia dengan kemampuan memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, maka hujan pun turun, dan memerintahkan bumi agar menumbuhkan tumbuhan, maka bumi pun menumbuhkan tumbuhan. Dia memang diberikan okeh Allah banyak kemampuan luar biasa yang menyelisihi kebiasaan. Dengan demikian, maka dajjal pada hakikatnya adalah tanda Besar Kiamat pertama.

Ath-Thaibi rahimahullah berkata, bahwa kejadian-kejadian luar biasa itulah yang merupakan tanda dekatnya Kiamat. Tanda-tanda itu dapat dibagi dua bagian.

Bagian pertama adalah: dajjal, turunnya Nabi ‘Isa, Ya’juj dan Ma’juj, dan gempa dahsyat yang menyebabkan tenggelamnya bumi di timur, barat dan Jazirah Arab.

Bagian kedua adalah: asap, terbitnya matahari dari barat, keluarnya binatang, dan api yang mengumpulkan manusia.

Jika tanda bagian pertama telah keluar, maka hal itu bisa menyadarkan manusia agar mereka bertaubat dan kembali kepada Rabbnya, yang sebelumnya belum ada pembedaan antara mukmin dan kafir. Tanda-tanda yang disebutkan pada pembagian pertama, semua urutannya sesuai dengan kejadiannya.

Adapun jika bagian kedua telah muncul, maka sesungguhnya manusia sudah dibedakan antara mukmin dan kafir. Ketika muncul asap yang menimpa setiap mukmin, mereka mengalaminya seperti dalam keadaan pilek. Adapun orang kafir akan mengembung karena menghirup asap tersebut. Kemudian matahari terbit dari barat, maka tutuplah pintu taubat, sehingga keimanan seseorang yang sebelumnya kafir sama sekali tidak bermanfaat, demikian pula seseorang yang bertaubat.

Setelah itu muncullah binatang besar yang akan memberikan tanda bagi orang mukmin dan memberikan tanda lain bagi orang kafir. Dan akhir dari itu semua adalah munculnya api yang akan menggiring manusia ke tanah Syam.

Selanjutnya Dr. Yusuf mengatakan bahwa al-Mahdi muncul sebelum datangnya tanda-tanda besar tersebut. Dialah yang bergabung dengan kaum mukminin untuk membunuh dajjal, kemudian turunlah Nabi ‘Isa Alaihissallam, dan shalat di belakangnya.

Jika tanda Besar Kiamat yang pertama telah muncul, maka tanda-tanda yang lainnya akan keluar secara berurutan, bagaikan mutiara di dalam sebuah rangkaian, salah satunya mengikuti yang lain.

Dalam kaitan ini, Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhuma, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اْلآيَاتُ خَرَزَاتٌ مَنْظُوْمَاتٌ فِيْ سِلْكٍ، فَإِنْ يُقْطَعِ السِّلْكُ؛ يَتْبَعْ بَعْضُهَا بَعْضًا.

Tanda-tanda (Kiamat) bagaikan mutiara yang terangkai di dalam seutas benang, jika benang itu diputus, maka sebagiannya akan mengikuti sebagian yang lain.”

Dhahir dari hadits ini menunjukkan saling berdekatannya kemunculan tanda-tanda tersebut dengan jarak yang sangat dekat.

Hal ini diperkuat oleh keterangan sebelumnya tentang urutan tanda-tanda Besar Kiamat, dimana sebagian hadits menyebutkan bahwa sebagian tanda-tanda itu muncul pada zaman yang saling berdekatan, yaitu Hadits yang menyebutkan tanda Besar Kiamat yang pertama setelah kemunculan al-Mahdi adalah keluarnya dajjal, kemudian turunnya ‘Isa Alaihissallam untuk membunuhnya. Selanjutnya datangnya Ya’juj Ma’juj, dan do’a Nabi ‘Isa Alaihissallam untuk kebinasaan mereka, lalu akhirnya Allah membinasakan mereka. Selanjutnya Nabi ‘Isa Alaihissallam berkata:

فَفِيْمَا عَهِدَ إِلَيَّ رَبِّـيْ أَنَّ ذَلِكَ إِذَا كَانَ كَذَلِكَ؛ فَإِنَّ السَّاعَةَ كَالْحَامِلِ الْمُتِمِّ الَّتِـيْ لاَ يَدْرِيْ أَهْلُهَا مَتَـى تَفْجَؤُهُمْ بِوَلاَدِهَا لَيْلاً أَوْ نَهَارًا.

Maka di antara yang diwahyukan oleh Rabb-ku kepadaku, bahwa hal itu (Kiamat) terjadi jika demikian. Maka sesungguhnya Kiamat itu bagaikan wanita hamil yang telah sempurna (kehamilannya), sementara keluarganya tidak mengetahui kapan mereka dikagetkan oleh kelahirannya, malam harikah atau siang hari?
(Musnad Imam Ahmad dari hadits Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu, V/189-190, no. 3556, tahqiq Ahmad Syakir, beliau berkata, sanadnya Shahih).

Ini adalah dalil sangat dekatnya tanda-tanda besar satu dengan lainnya, karena antara wafatnya Nabi ‘Isa Alaihissallam dengan terjadinya Kiamat terdapat beberapa tanda-tanda besar Kiamat, yaitu: terbitnya matahari dari barat, munculnya binatang besar, asap, dan keluarnya api yang mengumpulkan manusia.

Seluruh tanda Besar ini terjadi dalam waktu yang singkat sebelum tegaknya Kiamat. Perumpamaannya seperti ikatan yang terputus dari rangkaiannya.

والله اعلم

Rujukan

https://almanhaj.or.id/3421-tanda-tanda-besar-kiamat

http://kisahceritaislam. blogspot.com/2017/04/ 10tanda-besar-kiamat-oleh-ustadz

https://muslim.okezone. com. 2019/06/13/ 616/2066006/ini-10-urutan-peristiwa-tanda-tanda-kiamat

https://yufidia.com/4011-beriman-kepada-hari-akhir-dan-tanda-tandanya

http://oziarticle.blogspot. com/2015/01/10-tanda-besar-hari-kiamat-intisari

Hits: 7