Libur Terlalu Lama Bisa Bangkrutkan Rumah Tangga

Sumedang. TiNewss.comLIBUR bisa membangkrutkan rumah tangga dan negara. Jika rumah tangga bangkrut, negara pun pasti bangkrut. Sebab menurut logika ekonomi makro, libur terlalu lama akan menggangu pendapatan dan konsumsi rumah tangga sekaligus mengganggu pertumbuhan ekonomi negara.

Demikian disampaikan dosen senior Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Ridha Abdullah kepada TiNewss.com, Rabu (25/3/2020).

Analisis makro ekonomi, menurut Ridha, akan berbicara begitu. Inilah pula yang lazim menjadi alasan ilmiah mengapa dilakukan Bantuan Langsung Tunai (BLT). “Uang yang diterima dan dibelanjakan akan meningkatkan dan menguatkan pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Lebih lanjut mantan jurnalis ini menjelaskan bahwa menurut data BPS (2019), pertumbuhan ekonomi negara ini melemah dalam setahun terakhir. Jika 2018 angka pertumbuhan diposisi 5,08 persen. Sejak 2019 turun menjadi 5,04 persen. Jika libur berkepanjangan akan berdampak pada pendapatan dan komsumsi rumah tangga yang justru masih berkontribusi 56,62 persen terhadap perekonomian negara. Pendek kata jika pendapatan dan komsumsi rumah tangga melemah karena tidak bekerja dan tidak menerima upah, otomatis perekonomian negara juga melemah.

Ridha juga berpendapat bahwa berdasarkan Survey Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) tahun 2019, upah buruh nasional hanya Rp 2,91 juta per bulan. Bahkan lebih rendah lagi. Jauh dari kebutuhan hidup layak. Upah itu para pekerja di kluster kelas sosial terbanyak ini paling terdampak jika berlama-lama libur tanpa bekerja.

Upah yang diterima dan yang dibelanjakan untuk dikomsumsi keluarga hanya bisa dilakukan jika ia bekerja. “Ditambah lagi fakta kalau menurut Laporan Daya Saing Global 2019, buruh di Indonesia berada di peringkat ke-50 dari 141 negara,” tutupnya. (AsepD)***

%d blogger menyukai ini: