Masihkah Sumedang Mau Merayakan Pesta Kembang Api (?)

“Pesta kembang api di malam pergantian tahun masehi, mungkin hanya sekedar pesta toleransi, tapi sangat sedikit korelasi nya dengan visi Sumedang Simpati,” kata Kang Wiro Tea

Illustrasi : Pesta Kembang Api di malam pergantian tahun 2019 ke 2020. (Sumber : pexels.com)

Sumedang, TiNewss.com – Batalnya perayaan penyambutan tahun 2020 dengan pesta kembang api di lokasi Bendungan Jatigede yang merupakan serangkaian dengan perhelatan akbar Tari Umbul Kolosal hari ini, (31/12/2019), akibat tidak diberikannya izin oleh pihak keamanan, telah membuat banyak pro kontra di kalangan masyarakat Sumedang.

Sebagian ada yang kecewa, terutama para pelaku seni dan panitia yang sudah mempersiapkan diri. Namun di sisi lain, banyak juga yang bersyukur. Bahkan, beredarnya informasi Pesta Kembang Api akan dipusatkan dikota, menurut sebagian orang masyarakat, lebih baik tidak. “Mubadzir”, katanya.

Akun Facebook Kang Wiro Tea, menangganpi berita yang dimuat di Tinewss.com (Baca juga : https://tinewss.com/terbentur-izin-pergelaran-pesta-kembang-api-batal-di-waduk-jadigede/ ), “pesta kembang api di malam pergantian tahun masehi, mungkin hanya sekedar pesta toleransi, tapi sangat sedikit korelasi nya dengan visi Sumedang Simpati,” kata Kang Wiro Tea. Bahkan di komentar berikutnya akkun ini juga mengatakan, seperti ini, “Jangan sampai konsep “perayaan” jadi pe-Riya-an, kalaupun mau berpartisipasi merayakannya, masih baaaaaayak kegiatan yang lebih bermanfaat dari sekedar meuleum seuneu… heu heu,” tuturnya.

Salah satu komentar netizen pada akun facebook,
terkait perhelatan perayaan tahun baru 2020 dengan pesta kembang api.

Di tempat yang lain, redaksi TiNewss.com juga menerima argumen yang bernada kecewa, khususnya dengan Panitia Pelaksana dan Dinas Terkait. Adalah Toni S Liman, Pengamat Kebijakan Publik Peduli Sumedang KNPKP KAPULAGA. Menurut Toni, gagalnya pelaksanaan perayaan yang sudah terpublikasi ini menandakan kegagalan dan ketidakprofesionalan dinas terkait. “Hal ini menunjukkan sangat gagap dan tidak profesionalnya dinas terkait. Event yang seharusnya menjadi hiburan masyarakat Sumedang dan sangat diharapkan,ini pasti mengecewakan,” jelas Toni bernada kesal.

Lebih lanjut, Pria klimis ini mengatakan bahwa sejak awal pemilihan Jatigede sebagai lokasi perayaan tahun baru adalah kurang tepat. “Saya pikir, sentralistis keramaian masih tidak bisa bergeser alias tak akan berubah yaitu di pusat kota. Namun demikian, kalau berbicara layak dilanjutkan atau tidak, jelas sudah basi dan tidak layak. Persiapan tidak bisa sesederhana itu, mending secara jantan menyampaikan bahwa event ini memang gagal,” terang Toni.

Lebih lanjut menurut Toni, “Saya sangat ingat betapa ekspektasi bupati besar, selalu membicarakan dan menyampaikan hal ini akan mengguncang dunia, tapi kenyataannya gagal total karena dinas terkait sangat tidak bertanggung jawab. Hal yang didahulukan selalu alasan yakni faktor dana,” tuturnya.

Kritikan lembut juga datang dari Anggota DPRD Kabupaten Sumedang dari Fraksi PAN, Dr. H. Asep Sumaryana, Ir.M.Si, melalui media WhatsApp, Asum (demikian biasa dipanggil) mengatakan tidak paham dengan tujuannya Pemerintah Kabupaten.

“Mungkin, Saya tidak tahu arah pesta itu kemana , mungkin kembang api itu bagian dari perayaan tahun baru sekaligus membangun brand image KEK Parawisata Jatigede,” terang Asum.

KEK Jatigede, kata Asum, adalah lompatan jauh dengan pijakan rapuh. Rapuh, kondisi sosial ekonomi saat ini masih ketinggalan jauh . Rapuh ketidak siapan merealisasikan lompatan jauh. Tahun 2010 dicanangkan Kawasan Agropolitan Jatigede , gencar diekspose hingga tahun 2013 kemudian meredup tak ada gaung dan upaya . Dan kemudian di penghujung tahun 2019 , kembali gaung lompatan jauh KEK Pariwisata Jatigede. Agar tidak rapuh sebaiknya fokus jangka pendek dengan kegiatan membumi , hingga tahun 2023 ada perubahan terasa di Kawasan Bendungan Jatigede itu . “Apa program kegiatanya , mari kita bicarakan,” ajak Asum.

Namun apakah tetap Pesta Kembang Api akan di laksanakan? Beberapa pihak mengkonfirmasi bahwa pelaksanaan Pesta Kembang Api akan dilaksanan di Kota. Ada dua titik, yakni di Kampung Toga dan di Pacuan Kuda. Hal ini disampaikan oleh Kapolres Sumedang, AKBP Dwi Indra Laksmana kepada sejumlah media kemarin (30/12/2019) di Mapolres Sumedang. “Kegiatan besok akan terkonsentrasi besok pagi sampai maksimal jam 1 siang di Jatigede dengan festival Tari Umbul, sedangkan malam harinya ada pesta kembang api di dua titik di Kota Sumedang, yakni Kampung Toga dan Pacuan Kuda,” terang Kapolres.

Menurut Info di media sosial, bahwa pesta kembang api, tidak menggunakan dana APBD, namun ada sumbangan dari tokoh Sumedang, sebagai sarana hiburan untuk warga.

Apakah Anda tertarik untuk menonton dan merayakan pesta pergantian tahun dengan pesta kembang api, atau lebih tertarik untuk mengikuti tablig akbar di Masjid Agung Sumedang? Itu adalah Pilihan. Sebagaimana, ada harapan dari Akun Facebook Mulyadi, mengatakan : ” Ya Allah, sing tong jadi pesta kembang apina, lebar duit di beuleuman, ka abdikeun we artosna kange modal,” katanya. (Rauf Nuryama) ***

%d blogger menyukai ini: