Mengapa Perlu Baca!

Allah memerintahkan manusia untuk baca. Iqro! Baca!

Dalam keterampilan berbahasa, membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa, selain menyimak, berbicara dan menulis. Prof. Henry G. Tarigan menyebut ada 4 keterampilan berbahasa, yakni menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Membaca merupakan keterampilan berbahasa ketiga. Oleh karenanya, membaca sebenarnya keterampilan berbahasa yang agak sulit.

Membaca sangat penting dalam kehidupan. Tidak serta merta Allah memerintahkan umatnya membaca, kalau membaca itu tidak penting.

Persoalannya adalah sejauh mana membaca itu memberikan arti positif dalam kehidupan. Bisa jadi sehari semalam membaca, tetapi yang dibaca adalah medsos, misalnya. Perubahan kompetensi keilmuannya tentu berbeda dengan membaca buku atau kajian.

Studi menunjukkan, banyak orang sukses yang rajin membaca. Karena membaca adalah pintu membuka ilmu. Oleh karena itu, keterampilan membaca juga diperlukan. Semakin cepat menyelesaikan membaca buku atau mampu menangkap isi dari sebuah buku, maka semakin baik.

Membaca buku setidaknya memiliki manfaat yang luar biasa yang mungkin tidak disadari pembacanya. Manfaat membaca buku adalah:

  1. Memberi informasi
    Membaca memberi informasi tentang sesuatu yang dibutuhkan pembaca. Informasi yang dibutuhkan banyak ragamnya, bisa informasi tentang memasak, informasi tentang obat, informasi tentang teknik, informasi keagamaan, informasi tentang bisnis dan berbagai informasi lainnya.
  2. Menghilangkan stres
    Membaca bisa mengilangkan stres. Coba saja kalau mengalami stres, kemudian membaca. Otak akan dibawa rekreasi sesuai dengan alur buku yang dibaca. Konsentrasilah dalam membacanya, maka sedikit demi sedikit otak akan terbawa arus buku, sehingga akan mengurangi stress. Coba saja!
  3. Mengembalikan lagi mood
    Ketika mood terganggu, lakukanlah membaca buku. Dengan membaca buku, konsentrasi akan mulai terarah, dan pada akhirnya mood akan kembali muncul.
  4. Menambah ilmu
    Membaca tentu akan menambah ilmu. Makin banyak buku yang dibaca, makin banyak ilmu yang diperoleh. Jenis buku pun akan mempengaruhi ilmu apa yang akan diperoleh. Makin banyak jenis buku yang dibaca, makin banyak ilmu yang diperoleh.
  5. Memudahkan menulis.
    Kebanyakan orang sangat kesulitan dalam menulis. Ini tentu karena pengetahuan siapnya yang ada di otaknya yang kurang. Kurangnya kemampuan siap otaknya untuk menulis karena kurangnya asupan gizi dari buku-buku yang dibaca. Makin sedikit buku yang dibaca, makin sedikit kemampuan siapnya untuk menulis. Maka untuk memiliki kemahiran dalam menulis, banyak-banyaklah membaca.
  6. Menambah diksi
    Ketika menulis, dibutuhkan diksi agar orang yang membaca tulisan kita tidak bosan. Diksi merupakan pilihan kata-kata yang digunakan dalam berbicara atau menulis. Makin banyak diksi yang dimiliki, maka akan makin menarik tulisan atau ujaran tersebut. Oleh karenanya, membacalah yang memberikan peluang untuk menambah diksi.
  7. Melatih emosi
    Membaca bisa juga melatih emosi. Bila kita membaca novel, maka kita akan terbawa alur cerita novel tersebut. Manakala alur novel itu sedih, tentu emosi kita akan sedih. Ketika alur novel itu ada suasana marah, tentu emosi kita juga akan ikut marah. Makin banyak membaca novel, bisa menambah terlatihnya emosi kita. Kita akan tahu kapan sedih dan kapan marah. Bisa jadi orang yang selalu marah atau orang yang selalu sedih atau tidak pernah marah dan tidak pernah sedih, emosinya tidak terlatih. Coba belajarlah dengan sering membaca novel.**”

Hits: 9