Menjelang Akhir PSBB Tahap 3, Bupati: Sumedang Masih Belum Aman Dari Covid-19

Sumedang, TiNewss.com – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang melakukan rapat evaluasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ke-3. Dalam pandangan awal, Bupati menyampaikan bahwa Covid-19 sudah terkendali namun belum benar-benar aman.

“Saat ini, kita sudah sukses melakukan ikhtiar dengan PSBB, Covid-19 di Sumedang sudah terkendali, namun belum benar-benar aman,” kata Bupati pada Rapat Evaluasi PSBB 3 di Pendopo IPP Sumedang (27/05/2020)

“Tapi aktivitas harus tetap bisa berjalan sesuai dengan protokol kesehatan sehingga aman dari covid-19. Baik aktivitas ibadah, ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan lain sebagainya,” lanjut Bupati.

Untuk itu, Bupati mengajak masyarakat untuk menyongsong tata kehidupan baru, New Normal.

Bupati memberikan alasan, kenapa Sumedang akan melakukan New Normal.

Pertama, Hasil kajian provinsi, Sumedang masuk level 2 zona biru. Kedua, Kebijakan Presiden ada 4 provinsi akan menjalankan new normal 25 kabupaten/kota diluar 4 provinsi. Ketiga, Presiden telah mengarahkan TNI dan Polri dikerahkan untuk mengamankan tempat keramaian. Dan keempat, Hasil kajian Pakar, ITB, Unpad. Serta kelima, Empiris, berdasarkan data dan fakta di lapangan.

“Jadi, cukup alasan bagi Kita untuk menjalankan New Normal ini,” kata Bupati.

New Normal, menurut bupati, adalah tataran kehidupan baru dengan menggunakan protokol kesehatan dan aman dari covid-19 serta rakyat tetap menjadi produktif.

Tujuannya New Normal di Sumedang, Bupati menyampaikan beberapa hal.

Pertama, produktif dalam bidang ekonomi sehingga perekonomian berjalan.

Kedua, protokol kesehatan berjalan dengan efektif.

Ketiga, Aman dari covid-19, terkendali bahkan cenderung menurun. Jumlah kasus menurun, dan jumlah sebaran berkurang.

Sebelum persiapan New Normal, apa yg harus di antisipasi.

“Jangan seperti kuda leupas ti gedogan,” Kata Bupati wanti-wanti.

Jamgan sampai terjadi Euforia, sehingga berjubel di mana-mana, sementara sosialisasi belum masif, SDM belum siap, dan sarana masih minim, aturan main dan SOP.

Oleh karenanya, Bupati meminta jajarannya untuk :

  1. Persiapan harus matang,
  2. Tidak main-main sejak perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi, dan
  3. Prokes harus ketat.

Bupati juga memberikan guidance, untuk new normal sukses. Berikut araha Bupati untuk jajaran dan masyarakat Sumedang :

  1. Buat aturan main, yang simple dan jelas menggunakan bahasa rakyat,
  2. Buat SOP yang teliti di setiap fasilitas
  3. Sosialisasi oleh Seksi Humas, Media massa, oleh DKM, Ormas, OKP, dan masyarakat lainnya.

Saya berharap, sebelum adzan ada himbauan 4 hal saja, sebelum adzan: Tidak keluar rumah, Cuci Tangan Pakai Sabun,
Pakai masker jika keluar rumah, dst..

Bupati mengajak aparat pemerintahan, untuk Sosialisasi di dalam lingkungan aparat terlebih dahulu. ASN harus terpahamkan dengan baik, akan aware dengan kesadaran, menjalankan, sehingga ASN harus menjadi teladan.

Dan ketika ASN menjadi teladan, masyarakat akan banyak contoh dan memudahkan sosialisasi.

“Ini adalah kebutuhan kita untuk sehat, publik sadar akan kebutuhannya. Publik menjadi pengawas bagi yang lainnya,” tegasnya.

Kalau ada yg tidak pakai master, yang tegur masyarakat. Karena sudah menjadi Need bagi setiap orang.

Bupati juga memastikan bahwa prokes bisa dijalankan, setiap instansi yang mau melakukan operasional harus melakukan perjanjian dengan SPTJM, dan harus ada satgas covid-19.

Surat Perjanjian Tanggung Jawab Mutlak, misalnya dari penanggungjawab tempat wisata. SPTJM destinasi wisata dengan Dinas pariwisata, dan yang lainnya menyesuaikan.

“Dalam SPTJM, Penanggung jawab akan melakukan protokol kesehatan, kalau melanggar, mereka harus siap melakukan penutupan operasional,” kata Bupati.

“Dengan demikian, tugas mendisiplinkan bukan hanya pemda, tapi pemilik usaha,” tambah Bupati.

  1. Melakukan potensi Desa, RW, RT Siaga Corona dalam menjalankan pemgawasan di lapangan.
  2. Kehadiran TNI dan Polri dibantu Pemda, untuk melakukan pengawasan di lokasi-lokasi keramaian.
  3. Patroli kewilayahan, yang selama ini dilakukan.
  4. Penjagaan khusus ditempat-tempat keramaian.
  5. Penanganan, Faskes harus disiapkan oleh (pak aceng), dan test massal (Pak dadang), logistik pak hilman, (tempat cpts, masker, sarung tangan, dll)

8.Gladi Bersih, sosialisasi 1sabtu minggu senin dan pengkondisian.

“Kita akan mulai melakukan New Normal, Selasa. Sabtu, Minggu dan Senin dipergunakan untuk melakukan sosialisasi secara Masif,” tegas Bupati.

Masa berlaku New Normal, menurut Bupati akan dijalankan hingga monev (monitoring dan evaluasi) berikutnya.***

Hits: 165