Menjijikan, Inilah penampakan Pasar Beriman di Tomohon Yang mirip dengan Pasar di Kota Wuhan Cina

Kesibukan aktivitas jual beli berbagai macam daging binatang yang dijual untuk dikonsumsi di Pasar Beriman, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Sabtu (10/8/2019). Pasar tersebut dikenal dengan sebutan pasar ekstrim yang menjual daging babi, kelelawar, tikus pohon, sampai anjing. Keramaian pasar tersebut menjelang perayaan tradisi ucap syukur warga. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 10-08-2019

Menjijikan, mungkin kata yang tepat bagi sebagian orang yang tidak menyukai untuk melihatnya. Melihat penampakan Pasar Beriman di Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Pasar ini mirip sekali dengan Pasar Huanan di Kota Wuhan Provinsi Hubei, Cina.

Kemiripan terletak pada dagangan yang di jajakan yaitu hewan-hewan ekstrem sebagai bahan makanan favorit penduduk setempat, bahkan boleh dikatakan sebagian besar masyarakat Sulawesi Utara gemar mengkonsumsi hewan-hewan eksotis yang dijajakan para pedagang Pasar Beriman Tomohon.

Sebut saja Kelelawar Hitam, Ular Python, Beragam Ular besar lain yang bisa dikonsumsi dagingnya, Biawak, Anjing, Kucing, Babi, Babi Hutan, Tikus Hutan, Tikus Putih, Beragam jenis Unggas, dan banyak lagi hewan-hewan tak lazim lainnya yang ternyata dijajakan sebagai bahan baku makanan lezat masyarakat Sulawesi Utara.

Keberadaan pasar di Tomohon ini, kemudian menjadi viral di media dalam beberapa hari belakangan ini, terkait dengan issue besar di Dunia, yang disebabkan oleh virus corona, yang diduga berasal dari Pasar Huanan di Kota Wuhan, Cina.

Di Kota Wuhan, penduduk setempat sebagaimana terekam dalam berbagai video dan foto-foto yang beredar di media, baik media sosial, media online maupun Video Youtube dan Tv, sungguh menjijikan. Ya, menjijikan bagi yang tidak menyukainya, tentu berbeda dengan yang menyukainya.

Menurut beberapa catatan, sampai hari ini diperkirakan sudah ada 80 orang meninggal secara tidak wajar, di duga karena Virus Corona, dari 3000 an orang yang dipastikan terjangkit virus tersebut.

Pihak berwenang Cina percaya bahwa virus corona berasal dari hewan liar yang dijual pasar makanan laut Huanan, Wuhan. Pasar makanan di Wuhan, Cina menjual koala hidup, ular, tikus dan anak anjing serta serigala kepada penduduk setempat untuk dikonsumsi.

Pasar tradisional ini, di duga menjadi sumber penyebaran virus corona yang mematikan, sehingga pihak otoritas Cina menutupnya dan memberikan pengawasan terhadap pasar ini, bahkan melakukan isolasi terhadap Kota Wuhan, agar tidak ada penyebaran virus ke luar Wuhan.

Lain Wuhan, lain Tomohon. Di Wuhan memang terjadi indikasi virus yang mematikan. Sedangkan di Tomohon, tidak demikian. Bahkan, Kepala UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat, Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut, Hanna Tioho, sebagaimana diberitakan oleh news.detik.com, mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Di sisi lain, dia belum menemukan kasus penyakit yang diderita masyarakat akibat memakan olahan hewan liar. Sehingga tidak cukup alasan untuk menutupnya.

“Sebelum merebak virus corona, kita sudah lakukan sosialisasi. Pak Wakil Wali Kota sudah sosialisasi dog, cat not food. Jadi sebenarnya harapan kami itu masyarakat bisa memahami sekarang bahwa makanan itu memang bukan makanan umum, cuma kebiasaan masyarakat yang selama ini tidak ada yang berdampak demikian,” kata Hanna saat dihubungi, Senin (27/1/2020).

“Saya juga belum pernah mencicipi makanan ekstrem dari China. Tapi kalau di Manado itu, pemanasan, pola masaknya, pakai cabai, dan selama ini penyakit itu bukan dari makanan. Belum ada kasus yang diakibatkan dari makanan hewani,” sambungnya.

Pasar Tomohon sendiri sudah diminta di tutup oleh sebagian orang melalui petisi di change.org, sampai berita ini diturunkan, sudah ada 1.599 orang yang menandatangani petisi ini. “Karna saya peduli akan hewan hewan tersebut,mereka juga butuh hidup, tidak layak untuk di konsumsi”, kata @Riezky Juliandra, Indonesia. Petisi ini sudah digulirkan, jauh sebelum kasus di Wuhan, yakni 4 tahun yang lalu. (Cek : https://www.change.org/p/pemda-sulawesi-utara-kota-tomohon-hentikan-kekejaman-pasar-tomohon-tomohoninfo )

Ditulis oleh : Rauf Nuryama, dari berbagai Sumber.

%d blogger menyukai ini: