Misteri Kematian Agus Samhari, Pria Yang Tewas Tergilas Truk Di Tanjungsari Sumedang

“Salah satu kejanggalan…! Kami warga Lumajang berharap kasus ini bisa d usut sampai tuntas…!,” seorang netizen bernama Rozi Hero Smile

Sumedang, TiNewss.com – Peristiwa naas yang menimpa Agus Samhari, Pria yang diduga menambrakan dirinya ke truk yang sedang melintas pelan di sekitar Tanjungsari Sumdedang, dianggap netizen adalah pria stress yang mengalami gangguan kejiwaan sehingga melakukan percobaan bunuh diri.

“Iya. Kalau lihat dari kronologisnya itu seperti yang sengaja menabrakkan diri, mau bunuh diri,” ucap Agus Sopian, warga Ciromed, Tanjungsari (sebagaimana di tulis di media online ruber).

Pemberitaan ini yang membuat keluarga korban tidak menerima, dan meminta pihak Kepolisian mengusut tuntas kejadian ini, dengan informasi sebenar-benarnya. Termasuk keterangan Kepolisian yang diberitakan pada Tinewss.com, mendapat tanggapan keras dari Keluarga Korban.

“Salah satu kejanggalan…! Kami warga Lumajang berharap kasus ini bisa d usut sampai tuntas…!,” seorang netizen bernama Rozi Hero Smile menanggapi berita di akun facebook TiNewss.com, https://www.facebook.com/tinewssdotcom/

Agus Samhari, adalah Warga Lumajang Jawa Timur, sebagaimana pengakuan keluarga. Dan almarhum, sudah dikebumikan kemarin pagi (Red: 10/1/2020) disertai isak tangis keluarga. Sebagaimana disampaikan oleh keluarga korban, Rozi, kepada Redaksi TiNewss.com. “Iya pak, Korban adalah Saudara saya, Dia Warga Kabupaten Lumajang, yang beralamat di Jl KH Haji Agus Salim RT 5 RW 8,” jawab Rozi ketika dikonfirmasi kebenaran asal korban.

Menurut pengakuannya, Agus Samhari, meninggalkan 1 orang istri dan 2 (dua) putri yang salah satunya masih balita. Korban juga di kenal ramah di tengah masyarakat, sehingga keluarga dan masyarakat Lumajang tidak terima dengan pernyataan yang seolah-olah korban melakukan aksi bunuh diri dengan meloncat ke tronton yang sedang melintas.

Berita di TiNewss.com, berjudul “Laka Lantas Di Tanjungsari, Korban Meninggal di TKP” atau link “https://tinewss.com/laka-lantas-di-tanjungsari-korban-meninggal-di-tkp/ pada saat berita ini diturunkan, sudah dibagikan melalui media sosial facebook lebih dari 100 kali oleh netizen. Dan mendapat banyak tanggapan dari warga Jawa Timur.

Lebih lanjut Rozi menjelaskan tentang identitas korban. Agus Samhari ternyata berprofesi sebagai sopir di sebuah perusahaan kulit, milik salah satu tokoh masyarakat Lumajang yang juga Politisi salah satu Partai Besar.

Sebagai sopir di perusahaan tersebut, Agus Samhari, sering mengirim kulit ke Sumedang Jawa Barat. Namun Rozi tidak menjelaskan, Sumedangnya dimana dan ke siapa. “Kemarin itu, korban posisi kirim kulit ke Sumedang, dengan 1 orang temannya,” jelas Rozi ketika menjawab pertanyaan TiNewss, kenapa Korban Agus Samhari berada di Sumedang.

Biasanya, kata Rozi, Korban mengirim kulit ke luar kota bersama dengan adiknya. Namun, ada perasaan takut terjadi kecemburuan sosial di lingkungan kerja, akhirnya sang adik minta di rolling (Red: ditukar/diganti dengan yang lain). Tapi sepertinya korban keberatan, karena dia merasa sang adik lebih berpengalaman kirim kulit ke luar kota dibandingkan dengan sang patner baru, bahkan ada niatan korban untuk mengundurkan diri. “Jadi, kemarin sebelum pengiriman, korban sudah malas menjalankan kendaraan yang ditungganginya,” jelas Rozi.

Keluarga mendapat kabar bahwa Agus Samhari meninggal, dari sang partner yang menelepon adik korban. “Ada telepon dari sang partner bahwa sang kakak meninggal kecelakaan,” ungkap Rozi.

Kabar ini membuat pihak keluarga korban merasa sangat terpukul. Sehingga beberapa asumsi pun akhirnya muncul. “Ada sebagian keluarga yang beropini korban bertengkar dengan sang partner, sehingga mengakibatkan korban jatuh dari truknya dan di lindas tronton yang melaju searah dengan truck yang ditungganginya,” jelas Rozi.

Rozi juga mengungkapkan bahwa keluarga korban sempat mendapatkan informasi kalau dalam perjalanan, korban sempat mendapat ancaman dari preman yang meminta jatah saat melintas di jalur Cirebon – Sumedang.

“Karena itu kami berharap pihak Kepolisian Sumedang mengusut tuntas kasus ini, Kami sangat kecewa, tidak ada sama sekali keterangan dari pihak kepolisian, padahal info yang keluarga dapat dari kernet (partner), korban sempet diinapkan 2 hari di polsek, karena korban ketakutan mendapatkan ancaman dari preman yang minta jatah saat melintas jalur cirebon-sumedang. Informasi yang keluarga dapat hanya dari satu sumber, yaitu rekan kerjanya yang sampai saat ini masih di Sumedang, dengan mobil yang ditungganginya,” tutur Rozi.

Menanggapi informasi dari keluarga korban, Kasat Lantas Polres Sumedang, Yudiono, belum bisa memberikan informasi lebih lanjut. “Kasusnya masih dalam penyidikan, semua saksi dan informasi sedang Kami gali,” jawab Kasat lantas kepada Redaksi TiNewss.com melalui sambungan WA. (Rauf Nuryama)***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: