Nagih Honor Di IG Wabup Anggota Damkar Sumedang Diberhentikan, Kenapa?

Ilsutrasi pekerjaan berat petugas Pemadam Kebakaran di Lokasi Kejadian

TiNewss.com – Viral di Media Sosial, Honorer Anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sumedang melakukan konfirmasi pembayaran kepada Pemerintah melalui IG Wakil Bupati Sumedang. Alih-alih mendapat pembayaran, Anggota Damkar ini malah diberhentikan dari kedinasannya.

Hal ini terungkap dari Media Sosial yang diunggah oleh Asep Surya Nugraha, Direktur Eksekutif LBH Rajawali Bakti Nusantara, pada Group Facebook. Asep mengunggah kabar ini ke berbagai group fb diantaranya Peduli Sumedang, Bewara Sumedang, Gosip Sumedang, Jati Diri Sumedang Community, Aku CInta Sumedang, Media Onlilne Sumedang, Rakyat jatinangor Bersatu dan Forum Cimanggung Bersatu.

Dalam unggahannya Asep mengungkapkan seorang berinisial C, Sukwan anggota Damkar Sumedang. C menyampaikan kalau honornya 3 bulan belum diterima. Kemudian, menyempaikan hal ini kepada Wakil Bupati Sumedang melalui akun Instagram Wabup.

“Akibat dari itu….akhirnya si C malah dipecat oleh Kasatpol PP, Astaghfiirullah….!!,” kata Asep Surya Nugraha.

Hingga berita ini diturunkan, unggahan Asep Surya Nugraha di media sosial tersebut telah banyak di bagikan dan bahkan ratusan komentar dari netizen.

Bambang Rianto, S.STP., M.Si., Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Sumedang, memperllihatan arsip pelanggaran Anggota Damkar yang diberhentikan (Foto: Agust B. Arifin)

Menanggapi Hal tersebut, Kasatpol PP Kabupaten Sumedang, Bambang Rianto memberikan klarifikasi.

“Betul, Saya mendapat Telepon dari Pak Wabup tentang kabar ini. Beliau menginstruksikan saya untuk mengecek dan segera menyelesaikan pembayaran pegawai tersebut apabila benar.” kata Bambang saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (23/6/2020)

Namun setelah di cek ternyata diketahui anggota Damkar itu, berinisial CR yang bertugas di UPT Damkar Wilayah Sumedang Kota. Dirinya masuk ke Damkar pada tahun 2011 lalu, dan diberhentikan pada tanggal 29 Mei kemarin.

Menurutnya, CR diberhentikan lantaran sudah berkali-kali melanggar kode etik Damkar. Sebab kata Bambang, terlalu banyak pelanggaran yang dilakukan oleh CR selama bertugas sebagai anggota Damkar.

“Beliau sudah beberapa kali dipanggil, diberikan teguran lisan, tertulis sampai dengan ada berita acara dari Kepala UPT Damkar Wilayah Kota Pak Maman. Bahkan beliau ini pernah diskor selama satu bulan,” ujarnya

Bambang juga menerangkan, yang bersangkutan diberhentikan karena tidak berusaha memperbaiki pelanggaran atau attitude sebagaimana yang dipersyaratkan seperti seorang damkar. Terlebih seorang anggota damkar selain harus terampil juga harus mempunyai attitude yang baik dan sikap yang baik kepada institusi.

Padahal jika memang akar masalahnya karena honor, dimasa kepemimpinannya para anggota Damkar yang kebanyakan merupakan honorer sudah dua kali naik gaji.

“Yang bersangkutan ini sering keluar kota dengan maksud dan tujuan yang tidak jelas tanpa ada perintah atau instruksi dari kami baik lisan maupun tertulis. Bahkan informasi yang sampai kepada Kabid, yang bersangkutan kerap menjelek-jelekkan institusi dengan membanding-bandingkan penghasilan (honor),” ujarnya.

Berkaca dari hal itu, setelah dipelajari dirinya meminta agar semua Satpol-PP dan Damkar ini memiliki sikap yang baik. Terlebih pihaknya dituntut untuk bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Bambang. (Agus B Arifin)***

Hits: 92