Panduan AKB Sumedang Untuk Sektor Pariwisata

Sumedang, TiNewss.com – Adaptasi Kebiasaan Baru atau AKB di Kabupaten Sumedang sudah mulai berlaku efektif hari ini (2/6/2020). Namun demikian, belum semua aktivitas dapat dilakukan sekarang. Seperti Industri Pariwisata yang baru mulai pada tanggal 9 Juni 2020. Berikut adalah Panduan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Sumedang khusus untuk sektor Pariwisata.

Panduan ini tercantum dalam jadwal pelaksanaan AKB dalam penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang yang disampaikan Kepala Dinas Parbudpora Kabupaten Sumedang.

Penanggungjawab pengelola destinasi wisata, wajib mengajukan permohonan izin buka tempat usahanya dimasa AKB kepada Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumedang. Disertai dengan Surat Pernyataan Pertanggungjawaban Mutlak dan Memiliki Gugus Tugas Covid-19 di lokasi yang bersangkuta.

Hal ini, tentu hanya terbuka bagi pemilik usaha yang sudah memiliki perizinan sebelumnya. Hal ini, tercermin dalam tabel dibawah ini.

Formulir isian bagi pengelola usaha Pariwisata (sumber: Disparbudpora Kab Sumedang)

Panduan Protokoler Pengelolaan Destinasi Wisata

  1. Jam operasional maksimal 8 jam dimulai jam 09.00 WIB.
  2. Wajib memasang wastafel/tempat cuci tangan/Hand Sanitizer di lokasi tempat masuk dan di tempat-tempat strategis dalam kawasan pariwisata (objek wisata).
  3. Petugas Tiketing wajib pakai masker, Faceshield, sarung tangan dan menyiapkan Thermo Gun (Pengukur Suhu) serta membuat himbauan jaga jarak antrian, Jika ditemukan dengan suhu diatas ≥38 0C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan masuk dan diminta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan suhu berlaku juga untuk setiap pekerja sebelum masuk kerja.
  4. Pengelola wajib memastikan jaga jarak antrian dan semua pengunjung menggunakan masker, dan/atau pengelola menyediakan masker.
  5. Pengelola Wajib menyediakan tabung semprot desinfektan dan melakukan penyemprotan secara berkala, terutama pada ruang/bagian-bagian yang banyak dipergunakan dan/atau disentuh orang setiap 4 jam sekali.
  6. Seluruh karyawan dan petugas wajib memakai masker.
  7. Pengelola wajib memberlakukan pembatasan jumlah pengunjung minimal maksimal 50% (lima puluh perseratus) dari daya tampung dan tidak boleh menerima Mass Tourism (pengunjung dalam rombongan yang banyak/masal, paling banyak rombongan 5 (lima) orang).
  8. Pengelola wajib menyediakan alat pelindung diri (APD) secukupnya untuk mengantisipasi kejadian darurat.
  9. Pengelola wajib menyediakan posko kesehatan (berkoordinasi dengan petugas dinas kesehatan/Puskesmas setempat).
  10. Pengelola menyediakan himbauan dan informasi tentang protokoler kesehatan dan perkembangan corona virus disease (COVID-19) dalam bentuk benner, pamplet atau sejenisnya yang dipasang di pintu masuk dan tempat-tempat strategis.
  11. Bagi Pengelola destinasi wisata (Objek wisata) yang menyediakan jasa makan dan minum agar memperhatikan panduan protokoler Usaha Jasa makanan dan Minuman (Restoran, Rumah Makan, Café dan sejenisnya).

Kepala Dinas Parbudpora Kabupaten Sumedang, Hari Tri Santosa memberikan informasi untuk kemudahan dalam komunikasi, Pengelola destinasi wisata dapat mengubungi No WA : 081394421032. (Rauf Nuryama)***

Hits: 59