Pergerakan Tanah Di Sumedang, Keluarga Korban Pingsan

Sumedang,TiNewss.com – Pergerakan tanan di Sumedang, tepatnya di dusun Cisahang Desa Cipandanwangi Kecamatan Cisarua, Sumedang, menyisakan duka sangat mendalam bagi Jaja sekeluarga.

Jaja beserta Istri dan anaknya langsung pingsan, begitu melihat rumahnya hancur akibat pergerakan tanah. Mereka langsung di bopong oleh masyarakat untuk diberikan pertolongan, Sabtu (8/2/2020).

Pada saat kejadian, Jaja dan Keluarga sedang berada di Tangerang. Ketika mendengar kabar dari saudaranya, langsung bergegas pulang. Namun karena rumahnya hancur, satu keluarga tersebut menangis histeris dan kemudian jatuh pingsan.

Kondisi rumahnya mengalami kemiringan sekitar 20 derajat, bahkan tembok dan lantainya retak-retak serta terus membesar.

Pergerakan tanah yang terjadi di Cisarua Sumedang ini, menurun Camat Cisarua, mengakibatkan kerugian lebih dari Rp 800 Juta.

Ketika siuman, Jaja hanya bisa pasrah. Kepada kontributor TiNewss.com, Jaja menyampaikan harapannya untuk dapat menempati rumahnya kembali. “Namun melihat kondisi rumah yang rusah parah, Saya mungkin harus mencari tempat baru,” terangnya dalam bahasa Sunda.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya oleh Tinewss.com bencana pergeseran tanah terjadi di wilayah Dusun Cisahang RT 01/04 perbatasan antara Desa Cipandanwangi Kecamatan Cisarua dengan Desa Haurkuning Kecamatan Paseh, yang mengakibatkan 5 rumah warga rusak. Kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp 800 juta.

Demikian disampaikan Nandang Suparman, Camat Paseh di damping Agus, Camat Cisarua saat turun ke lokasi kejadian bencana, Jum’at (7/2/2020)

“Rumah penduduk rusak, tembok retak, dan beberapa rumah dalam keadaan sudah tidak normal mengalami kemiringan hingga 20 derajat,” terang Nandang.

Pergerakan Tanah di Sumedang, terjadi di Dusun Cisahang Desa Cipandanwangi Kecamatan Cisarua.

Lebih lanjut, Nandang menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Sumedang, menyampaikan turut prihatin atas kejadian bencana ini. Selain itu, bersama dengan warga dan unsur TNI Polri, Pemerintah juga hadir dari unsur BPBD dan juga perwakilan dari Pemerintah Desa untuk segera mencari solusi terbaik bagi warga terkena dampak.

Adapun warga yang terkena dampak, sebagaimana dijelaskan oleh Nandang yang juga sebagai Ketua Forum Camat Kabupaten Sumedang, adalah rumah Atep Wawan, Winarma, Sukaesih, Jaja, dan Ma Anah.

Bencana pergeseran tanah ini, terjadi akibat hujan yang deras hari Kamis (6/2/2020) dari pukul 14.00WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB mengguyur daerah tersebut. Indikasi awal kejadian pergerakan tanah yaitu kolam ikan milik Atep Wawan surut, disusul retakan yang memanjang yang membuat retakan rumah di sampingnya. Panjang retakan kurang lebih 100 meter, dengan lebar retakan bervariasi sekitar 10-20 cm. (HS-Rauf Nuryama)***

%d blogger menyukai ini: