Restrukturisasi, PKB Sumedang Gaet Kaum Milenial Untuk Duduki Pengurus DPAC

Sumedang, TiNewss.com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Sumedang, Didi Suhrowadi, S.Sos, menyampaikan bahwa untuk menghadapi tantangan di era Industri 4.0, perlu segera melakukan perubahan. Perubahan dalam tatanan Partai Politik (Parpol), termasuk strategi pemenangan dan juga kepengurusan. Dan PKB Sumedang akan segera melakukan itu, mulai dengan perubahan kepengurusan.

Demikian disampaikan Didi, yang juga anggota DPRD Kabupaten Sumedang, kepada TiNewss.com, di Kantor DPC PKB Sumedang, Senin (10/2/2020).

Hal ini di sampaikan Didi, sebagai pelaksanaan amanat Peraturan Partai No 1 Tahun 2019, hasil Muktamar di Bali.

“Restrukturisasi ini seyogyanya adalah menjalankan Amant Partai, namun Kami menyadari betul bahwa untuk saat ini, mereka yang berhasil adalah mereka yang melek digital. Dan itu ada di generasi milenial,” terangnya.

Generasi Milenial, adalah sebuah generasi yang juga di kenal dengan sebutan Generasi Y, atau Gen Y. Menurut para ahli, yang termasuk golongan ini adalah mereka yang lahir sekitar tahun 1980, 1990 sampai menjelang tahun 2000.

Lebih lanjut Didi menyampaikan bahwa rekrutmen pengurus DPAC terbatas pada bagi pengurus Tanfidziah atau Pengurus Harian, yakni untuk Ketua dan Sekretaris. Sedangkan jajaran Dewan Syuro atau Pembina dan pengurus lainnya tidak dibatasi, namun demikian mereka tetap harus berjiwa muda.

Senada dengan Didi, Tim Konsolidasi dari DPW PKB Jawa Barat H. Maulana Yusuf menjelaskan keputusan rekrutment generasi milenial sesuai dengan amanat muktamar Bali. “Ya, sesuai dengan amanat muktamar Bali yang tertuang dalam Keputusan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB berkenaan dengan penyeragaman SK kepengurusan di seluruh Indonesia”, jelasnya kepada TiNewss melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Proses perekrutan dan konsolidasi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan zaman terutama laju dinamika politik lokal dan nasional .

Ditengah puncak bonus demografi yakni pada periode 2020-2024 walaupun secara nasional periode bonus akan berakhir sekitar 2035-2038.

“Harapan kedepan perubahan ini dapat menambah spirit baru dengan generasi millennial,” ucap Maulana. (Rauf Nuryama)***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: