Seberapa Pentingkah Basa-Basi?

Basa-basi kadang selalu dilakukan manakala kita bertemu teman baru atau teman lama yang baru ketemu lagi. Basa-basi merupakan adat sopan santun yang dilakukan sebagai bagian dari komunikasi. Basa-basi merupakan pembuka awal pembicaraan dengan yang baru bertemu atau baru bertemu kembali.

Seberapa pentingkan basa-basi dalam komunikasi? Basa-basi sangat penting sebagai pembuka komunikasi. Biasanya diawali dengan ucapan salam, memperkenalkan diri dan mulai komunikasi yang lain yang memungkinkan “nyambung” antar keduanya atau lebih.

Biasanya setelah basa-basi ada “klik” antar keduanya. Bila terjadi “klik” maka komunikasi akan lancar. Tetapi kalau dingin dan malah cenderung menutup diri yang diajak komunikasinya, basa basi gak perlu dilanjutkan.

Atau basa-basi yang dilakukan menyinggung masalah pribadi, biasanya itu tidak baik. Bahkan bisa jadi membuat tidak nyaman dalam berkomunikasi.

genieesspv.jp, 34755, RESELLER

Basa-basi boleh dilakukan hanya sebatas sebagai pembuka komunikasi. Bila basa-basi dilakukan berlebihan, bukannya basa-basi, melainkan malah jadi basi beneran.

Pernah suatu ketika sang sopir agak “keterlaluan” basa basi dengan tamu yang diantarnya. Basa-basinya kepanjangan. Dengan maksud basa-basi, ia bertanya tentang keluarga. Ternyata pertanyaan itu menyinggung yang diajak komunikasi. Sehingga bukannya komunikasi makin baik, malah makin diam. Ini salah satu contoh basa-basi yang berlebihan.

Oleh karenanya, lakukan basa-basi seperlunya. Lihat lawan bicara, apakah responnya positif atau tidak. Kalau positif, enak untuk dilanjutkan berkomunikasi. Bila yang diajak komunikasi tidak menunjukkan respon positif, misalnya malah membuka-buka handphone, itu tandanya basa basi yang kita lakukan tidak berhasil.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam basa-basi, yaitu:

  1. Lihat dulu siapa yang akan diajak jadi lawan bicara, sehingga dari mana kita akan memulai basa-basi;
  2. Awali dengan perkenalkan diri dulu dan bersalaman kalau memungkinkan, jangan langsung berbicara. Nanti dikira kita SKSD, sok kenal sok dekat;
  3. Lihat juga raut muka yang diajak basa-basi. Kalau raut mukanya manis, senyum dan menerima basa-basi kita, maka lanjutkan dengan komunikasi yang lain. Kalau raut mukanya tidak nyaman untuk basa basi, maka tidak perlu dilanjutkan komunikasinya. Komunikasi tidak akan berhasil.
  4. Pilih tema komunikasi yang tidak akan menyinggung perasaan orang lain. Karena masalah tema ini akan membuat komunikasi lancar atau malah akan buntu.
  5. Basa-basi seperlunya, tidak boleh berlebihan. Karena basa-basi yang berlebihan bukannya basa-basi tapi malah jadi basi beneran.*

Hits: 21