Secercah Harapan di Hari Jadi Sumedang ke-442

Hari Jadi Sumedang yang ke-442 yang jatuh pada tanggal 22 April 2020 bertepatan dengan awal dimulainya pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai ikhtiar dalam pencegahan penyebaran virus corona.

Dua momen ini sangat bertolak belakang, peringatan Hari Jadi seyogyanya adalah momen bahagia karena Sumedang sudah memasuki usia 442 tahun; sementara PSBB adalah momen mengkhawatirkan karena dunia sedang menghadapi bencana non alam, sehingga pemerintah Kabupaten Sumedang memberlakukan PSBB dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19). Dua momen ini menjadi bagian sejarah terpenting bagi Sumedang, bagi masyarakat Sumedang, bagi Pemerintah Daerah Sumedang. Dan tentu akan menjadi bagian sejarah yang tak terlupakan.

Kalau biasanya ketika Hari Jadi Sumedang, dipenuhi berbagai kegiatan yang melibatkan banyak orang, justru kini di saat PSBB kita harus melakukan physical distancing, sehingga rapat Paripurna DPRD yang biasanya dilaksanakan terbuka dan dihadiri banyak orang, sekarang dilakukan dengan cara zoom meeting. Inilah momen sejarah dalam kehidupan Sumedang. Mungkin hanya satu-satunya di Dunia yang mengalami nasib yang sama dengan Sumedang.

Hari Jadi Sumedang, selalu diperingati setiap tanggal 22 April. Usia 442 bukan usia muda lagi. Seyogayanya masayarakat sudah harus sangat sejahtera, masyarakat miskin harus digit kecil, infrastruktur harus sudah sangat layak, pertumbuhan ekonomi harus baik. Tetapi dengan kondisi pandemi, masyarakat miskin dan masyarakat miskin baru makin banyak, dan cenderung bertambah.

Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah, dan masyarakat Sumedang agar persoalan ini tidak berlarut larut.

Oleh karenanya, dibutuhkan strategi jitu dan cerdas agar bisa mempercepat pencapaian karena kemunduran yang juga dipengaruhi pandemi ini.

Untuk mencapai itu, minimal harus dipenuhi 3 M, yaitu Man, Money, dan Methode. Karena ketiga inilah yang menjadi patokan dasar dalam mempercepat ketercapaian kesejahteraan masyarakat Sumedang.

Dalam situasi pandemi ini, tentu berpengaruh terhadap kinerja pemerintahan dan masyarakat. Man di pemerintahan perlu proses pemulihan setelah lama melakukan work from home. Budaya kerja dan semangat kerja ini memerlukan waktu untuk kembali pada starting awal yang baik, minimal standar kerja sebelum WFH. Proses pemulihan ini, tentu memerlukan strategi yang baik dan jitu agar tidak terjadi jet lag yang berkepanjangan. Karena kita dikejar waktu, karena kita dikejar usia Sumedang yang sudah tidak muda lagi. Oleh karenanya, strategi dan political will dari semua agar sumber daya manusia ini hidup dengan kinerja baik, sangat diperlukan.

Money. Pendapatan Nasional dalam situasi pandemi juga mengalami penurunan yang tentu berakibat pada transfer ke daerah pun berkurang. Sumedang tentu mengalaminya, ditambah pendapatan pajak daerah juga berkurang. Dalam situasi pendapatan berkurang, makan belanja juga akan otomatis berkurang, dan out put kinerja juga akan berkurang. Oleh karenanya, diperlukan strataegi jitu untuk mengejar ketertinggalan pendapatan dan ketertinggalan kinerja. Karena kita sama dengan mundur satu tahun.

Tentu, untuk mencapai percepatan kuantum, diperlukan Methode yang tepat. Saya memiliki optimisme, pada pucuk pimpinan Sumedang, memiliki hal ini. Yang dibutuhkan adalah komitmen bersama untuk mengejar ketertinggalan ini atas pandemi ini.

Semoga upaya pemerintah memberlakukan PSBB ini, kedisiplinan masyarakat Sumedang bisa terjaga, agar PSBB cukup hanya 14 hari, dan virus corona segera hilang. Sehingga Sumedang bisa menata kembali dengan kehidupan yang lebih baik, dengan secercah harapan mudah-mudahan bersinar. Selamat Hari Jadi Sumedang yang ke-442, semoga Sumedang makin maju.*

Hits: 20