Sepandai Apapun Kita, Menyimaklah!

Pernah seorang tua menasehati saya bahwa sepandai apapun kita, ketika orang lain berbicara apalagi orang tua, simaklah dengan baik. Jangan mentang-mentang pintar, kita menyela orang tua yang lagi berbicara. Apalagi menunjukkan kita lebih pintar, atau malah mengajak seolah-olah berdebat.

Menyimak merupakan salah satu keterampilan berbahasa. Keterampilan berbahasa itu adalah keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca dan keterampilan menulis.

Menyimak dan mendengar sepintas memiliki kesamaan, digunakan alat yang sama untuk menerima pesan. Bedanya, menyimak memiliki derajat lebih tinggi dibanding mendengar. Menyimak proses reseptif seseorang atas informasi yang didengar dengan penuh konsentrasi agar menghasilkan balikan yang baik berupa tanggapan atau hanya sekedar menerima informasi dengan baik. Sedangkan mendengar tidak memerlukan konsentrasi tinggi.

Tentu dalam berkomunikasi aktif, ada yang berbicara dan ada yang menyimak. Dalam konteks menyimak, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar komunikasi itu berjalan dengan baik dan sopan, yaitu:

genieesspv.jp, 34755, RESELLER
  1. Lakukan menyimak dengan saling berhadapan, atau tataplah dengan sopan orang yang berbicara agar komunikasi itu benar-benar terjalin dua arah. Jangan sekali-sekali memalingkan tatapan mata kita karena itu menunjukkan bahwa kita tidak setuju dengan apa yang disampaikan olah lawan bicara kita. Atau jangan sekali-sekali menatap matanya dengan penuh sinis.
  2. Simak apa yang disampaikan lawan bicara dengan konsentrasi, jangan dengan tatapan hampa. Karena ini salah satu etika sopan santun dalam berkomunikasi.
  3. Berikan tanggapan atas apa yang disampaikan lawan bicara manakala ada kesempatan atau jeda yang sengaja diberikan lawan bicara. Jangan sekali-sekali memotong pembicaraan orang ditengah-tengah orang lain berbicara.
  4. Selaan atas simakan yang disampaikan jangan seolah-olah berdebat, layaknya dalam sebuah diskusi. Dalam komunikasi biasa, komunikasi dua arah sangat diperlukan.

Menyimaklah dengan baik seperti perintahkan Al Qur’an. “Dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang,” (QS. Al-A’raf : 204). Jadi tidak cukup hanya mendengar saja, maka diperlukan menyimak.*

Hits: 4