Separuh ASN Sumedang, Bekerja Di Rumah Bersama ‘MARKONAH’

Sumedang, TiNewss.com – Separuh dari jumlah ASN (Aparatur Sipil Negara) yang bekerja pada lingkup Pemerintah Kabupaten Sumedang, akan menjalankan pekerjaannya dari rumah. Mereka tidak perlu masuk kantor, dan cukup melakukan aktivitas pekerjaan kantor di rumah. Walaupun bekerja di rumah, ASN yang bersangkutan akan diawasi oleh sistem berbasis aplikasi. Kinerja mereka terawasi dengan baik oleh pimpinannya masing-masing. Aplikasi ini dinamakan MARKONAH (Mari Bekerja Online Di Rumah).

Demikian disampaikan Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, S.T., M.M., kepada ratusan Media baik online, cetak maupun elektronik di Gedung Negara Sumedang, Selasa (17/03/2020).

Menurut Bupati, hal ini sebagai ikhtiar yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk terus berupaya melakukan penekanan terhadap meluasnya wabah penyakit yang diakibatkan coronavirus (Covid-19).

Penekanan ini dilakukan dengan mengurangi jumlah warga yang melakukan aktivitas di luar rumah. Hal-hal yang sudah digariskan diantaranya adalah mewajibkan siswa belajar di rumah, menutup tempat-tempat yang menjadi basis berkumpulnya massa seperti tempat wisata dan alun-alun, dan kini Aparatur Sipil Negara (ASN) pun kini bekerja di rumah.

Pertanyaannya adalah Bagaimana memantau ASN yang bekerja? Markonah jawabannya.

Ya, Markonah. Mari Bekerja Online Di Rumah, sebuah aplikasi yang membantu pemerintah dalam monitoring pekerjaan para ASN yang melakukan kegiatan di rumah.

Aplikasi Markonah yang dibuat Pemerintah Kabupaten Sumedang, sudah terkoneksi dengan google maps.

“Kami sudah ada aplikasinya namanya MARKONAH(mari bekerja cara online di rumah), jadi posisi ASN dimana bisa di tracking,” ujar Bupati Sumedang, di damping Sekda Kabupaten Sumedang Herman Suryatman, Kadis Kominfosanditik Dr Iwa Kuswaeri, dan beberapa pejabat lainnya.

Menurutnya ASN yang posisinya di back office dan dia tidak melayani warga langsung nantinya akan submit terlebih dahulu sebelum bekerja.

“Saya sudah cek terlebih dahulu, bagaimana betul- betul dia bekerja. Ini akan lebih terarah lagi. Setiap orang di-submit terlebih dahulu pada pimpinannya bahwa akan melakukan kerja di rumah, kegiatannya apa, targetnya apa, submit-nya langsung di-approve oleh pimpinannya,” terangnya

Selanjutnya ia menjelaskan cara untuk submit ASN melakukannya pada H-1 dan nantinya akan di-acc langsung oleh pimpinannya lewat aplikasi ini serta dicek fleksibility work hasil kerjanya seperti apa.

“Sistem bekerjanya yaitu dengan sift dua hari. Targetnya dengan cara ini akan mengurangi kontak langsung si pegawai dengan orang lain, serta dapat mengurangi para ASN untuk berpergian keluar rumah,” ucapnya

“Jadi Sumedang mulai Rabu, 18 Maret 2020, setengah ASN bekerja dari rumah sebagai ikhtiar kita untuk mencegah penyebaran covid-19,” pungkasnya

Bupati berharap dengan cara ini semoga dapat efektif dalam mengurangi penyebaran virus Covid-19 (virus Corona) yang saat ini sedang meresahkan.

Bupati juga menjelaskan bahwa dirnya sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) Bupati No 065/1791/Org tentang penyesuaian sistem kerja ASN dalam rangka pencergahan penyebaran Covid-19 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang. Bupati merujuk pada SE MenPAN-RB No 19 Tahun 2020 tentang hal yang sama dan SE Bupati Sumedang No 443/1740/Um tentang Optimalisasi Pencergahan Penyebaran Covid-19 pada perangkat daerah.

“Ini akan Kami lakukan mulai 18 Maret sampai dengan 31 Maret 2020,” tegas Bupati. (Rifki S Ardhy/ Rauf Nuryama)***

Rincinan lengkap isi Surat Edaran Bupati, dapat dilihat pada link berikut ini:

SE Bupati Sumedang No 065/1791/Org

%d blogger menyukai ini: