Tahun Baru 2020, Sumedang Punya Alun-alun “Baru” Hasil Renovasi

Sumedang, Tinewss.com – Mimpi Gubernur Jawa Barat (Ridwan Kamil) dan Bupati Sumedang (Dony Ahmad Munir) untuk meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat Sumedang dengan adanya destinasi hiburan yang murah meriah semakin mendekati kenyataan. Alun-alun Sumedang yang berlokasi di jantung kota, segera akan dapat dinikmati sebagai tempat hiburan baru masyarakat Sumedang dan sekitarnya.

Alun-alun Sumedang, yang memiliki nilai histori, di tata sedemikian rupa sehingga menjadi lebih menarik. Ke depan, alun-alun Sumedang tidak di pagar seperti sebelumnya. beberapa lokasi dijadikan warga untuk bisa saling berinteraksi, tempat diskusi, ada Wifi gratis, perpustakaan, bahkan kolam cetek untuk hiburan anak-anak. Beberapa pohon yang memiliki nilai sejarah, tetap berdiri kokoh tidak dilakukan perubahan, seperti pohon Beringin, yang merupakan tanda sebagai alun-alun pemerintahan.

Yaya Suyatman, Project Manager PT Pilar Indo Sarana, Kontraktor pelaksana Penataan Alun-alun Sumedang. (Doc:/Tinewss.com) 28/12/2019)

Menurut Project Manager PT Pilar Indo Sarana, Yaya Suyatman, penataan alun-alun Sumedang saat ini (28/12/2019) sudah mencapai 98%, dari rencana selesai besok tanggal 29 Desember 2019. “Insyaa Allah besok selesai landscape dan pekerjaan selesai, dan kita akan PHO tanggal 30 Desember 2019,” jelas Yaya yang dihubungi Tinewss.com, di alun-alun Sumedang, Sabtu (28/12/2019).

PHO atau Provisional Hand Over adalah Serah Terima Pertama, antara Kontraktor Pelaksana dan Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ), bila berakhir masa Pemeliharaan, maka dilakukan Final Hand Over ( FHO ) atau Serah Terima Akhir. Menurut Yaya, masa Pemeliharaan selama 6 Bulan Ke depan, atau sekitar bulan Juni 2020.

Yaya juga menjelaskan bahwa renovasi Alun-alun Sumedang ini cukup monumental. Ini sangat istimewa, selain jumlah waktu yang hanya 98 hari padahal untuk seluas ini dibutuhkan paling tidak 120 hari. Sehingga Pihak Kontraktor melibatkan lebih banyak pekerja dari yang semestinya. Dan hampir 50% adalah tenaga kerja lokal, atau orang Sumedang. “Sekitar 50 Persen adalah tenaga kerja lokal, kebanyakan mereka dari Rancakalong, Sumedang,” jelas Yaya.

Keistimewaan yang lain, kata Yaya, adalah material. Tidak sedikit material yang di datangkan dari berbagai wilayah, bahkan ada yang di datangkan dari China. “Material yang paling jauh, adalah Granit yang Kami datangkan dari China,” jelas Yaya.

Tampak dalam gambar, Para Pekerja sedang melakukan finishing penataan Alun-alun Sumedang. (Doc:/Tinewss.com) 28/12/2019

Alun-alun Sumedang, merupakan salah satu alun-alun yang di renovasi di Jawa Barat, dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp 16 M dari APBD Provinsi Jawa Barat. Desain khusus dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, bahkan sketsanya, dibuat jauh hari sebelum menjadi Gubernur, yakni saat kampanye bersama dengan Dony Ahmad Munir. Keduanya pada saat itu sedang kampanye sebagai Calon Gubernur Jawa Barat (RK), dan Dony sebagai Calon Bupati Sumedang.

Apakah tahun baru 2020 masyarakat Sumedang sudah bisa menikmati alun-alun sebagai destinasi wisata? Yaya, mengatakan tidak tahu. “Itu tergantung pemangku kebijakan Pak, namun kalau bisa jangan dulu. Karena ini ada masa pemeliharaan selama 6 bulan. rumput masih baru, dan akarnya belum semuanya sempurna,” jelas Yaya. (Rauf Nuryama)***